
"Clara!!!! kau dapat keberanian dari mana bisa-bisanya kau bicara begitu padaku??! Bentak Cliff dari tempat duduknya, ia begitu marah ketika Clara di dampingi wulan dan Dayu beserta 3 cucu lainnya meminta Cliff mengubah surat warisan yang ia buat beberapa hari lalu.
Beberapa hari lalu setelah ia berbicara pada Ara tempo hari, ia segera menghubungi pengacara dan notaris keluarga untuk membuatkan surat warisan untuknya. Ia semakin lama semakin merasa cucu dan menantunya semakin berani bermain api di belakangnya. Apalagi ketika Higa jatuh sakit dan kesehatannya terus memburuk, menantu dan cucu-cucunya ini seperti berusaha mengambil alih kekayaan dan kekuasaan keluarga Romanof, ini membuat khawatir Cliff sampai akhirnya ia membuat surat waris yang akan menhibahkan seluruh kekayaannya pada Ara, cucu terakhir dari keluarga Romanof. Cliff hanya percaya pada Ara, hanya dia yang tidak memiliki motif jahat. Ia terlalu mengenal cucunya itu.
Berita tentang surat warisan itu tak lama terdengar oleh Wulan dan Dayu, hingga membuat mereka geram. Mereka sepakat untuk menemui Cliff di kediamannya, untuk meyakinkan Cliff mengubah surat kuasa yang di buat Cliff beberapa hari lalu. Namun seperti yang di duga, Cliff menolak.
"Ayah, bagaimana Anda bisa memberikan seluruh kekayaan keluarga ini pada gadis seperti Ara? Kami yang selalu tinggal di sisi mu, seharusnya kau mementingkan kami di banding dia!!" seru Dayu istri kedua Higa.
"Benar ayah, bagaimana bisa kau tak melihat kami??!" Wulan menimpali.
"Dibanding kalian, aku lebih percaya pada cucuku Ara. Ia tak akan pernah datang kehadapan ku membicarakan harta warisan ketika aku masih hidup dan saat suami dan ayah kalian sedang terbaring lemah di rumah sakit. Bagaimana aku bisa mempercayakan hartaku pada orang-orang berhati kotor seperti kalian?!"
"Kakek! Apa yang telah Ara lakukan pada kakek sehingga kakek menjadi buta seperti ini?? Untuk gadis berperilaku buruk seperti Ara, kau membelanya sampai seperti ini!" timpal Meisye di belakang Clara.
"Kalian pikir karena aku tua, aku tak tahu siapa yang berperilaku buruk dan tidak?" Cliff mencoba untuk tenang sambil menyeruput teh hangat yang dibawakan seorang pelayan beberapa waktu lalu.
"Kau Meisye, kau pikir aku tidak tahu kau sering berkencan dengan pria-pria asing di belakang tunangan mu? kau Clara, kau banyak menghabiskan dana perusahaan untuk membantu n keluarga Rudy tanpa sepengetahuan ku, kau juga memanipulasi keuangan perusahaan, kau membagi rata uang curian mu pada adik-adikmu dan juga untuk Wulan dan Dayu!! kau pikir aku bodoh??! untuk orang-orang seperti kalian bagaimana aku bisa mempercayai uang ku??!" Bentak Cliff berdiri dari tempat duduknya sambil membanting tangannya di atas meja. Entah karena terlalu emosi atau karena hal lain. Ia merasa sesak nafas dan merasa jantungnya tiba-tiba sangat sakit. Langkah Cliff jadi limbunh, dengan cepat ia ambruk sambil tangannya memegangi dada, menahan sakit luar biasa di dada sebelah kiri nya. Melihat Cliff terjatuh dan meringkuk, tanpa terduga Clara tertawa terpingkal dan bertepuk tangan kecil. Clara bahkan berjalan mendekati Cliff dan berjongkok di hadapan Cliff dengan wajah dingin dan licik.
"Bagus.. baguslah kalau kakek sudah mengetahuinya, aku tak perlu bersusah payah mencari alasan untuk menyembunyikan ini semua. Sekarang, kondisimu seperti ini, siapa yang kau pikir bisa menolongmu? putramu yang sekarang sekarat di atas ranjang rumah sakit seperti mayat atau cucu yang kau bela-bela itu? kau tahu kek, Ara juga saat ini sedang terbaring tidak berdaya di rumah sakit. Ia juga terancam di ceraikan menantu miskinmu itu. Ia tak akan punya banyak waktu menolongmu, sekarang tinggallah kami disini dan hanya ada kami. Kami akan menolongmu tapi kau harus memberikan warisan itu pada kami. Bagaimana kek?!" Clara tersenyum ketus pada Cliff.
Dengan terengah-engah, Cliff mencoba mengeluarkan suara nya yang terasa berat itu.
"Berhentilah berhayal Clara. Sampai dasar nerakapun aku tak akan memberikan kekayaanku pada kalian. Aku tak terlalu heran kalian yang sudah merencanakan ini semua?!Aku yakin, kaalian juga yang membuat Higa menderita dan kesehatannya semakin memburuk kan??!" Mendengar dugaan Cliff, Clara tersenyum seakan mengkonfirmasi semua yang di katakan Cliff itu benar. Melihat reaksi Clara, Cliff tertawa pahit.
" Ternyata dugaanku benar! Kalian sungguh tak tahu terimakasih! kalian sungguh tak tahu malu!! Ayahmu membesarkan kalian penuh dengan cinta, apapun yang kalian inginkan ia berikan, kalian sekarang justru mencelakai ku dan Higa, jangan bermimpi kalian mendapatkan sepeser pun harta warisan ini" Seru Cliff yang tak lama kemudian ia jatuh pingsan. Melihat Cliff pingsan, ia tersenyum Licik.
"Kau tak perlu khawatir Meisye, ia tak akan mati, racun itu hanya akan membuat jantungnya lemah, mungkin ia akan koma beberapa lama, sama seperti Higa. Akun juga tak akan membiarkan Ara mengambil alih semua harta keluarga, jangan pernah bermimpi!! " Ujar Clara dengan wajah Licik.
"Tapi bagaimana jika Dokter pada akhirnya tahu ia dan ayah koma karena racun?"
"Sudahlah Meisye, kalian tak perlu khawatir. Dokter tak akan sampai tahu, mereka akan mengatakan ini hanya masalah jantung. Tenang saja!!" Seru Clara sambil memeluk adiknya itu. Clara dan semua orang di sana tersenyum sinis.
***
Di sisi lain, Sisil dan Windy menerima kabar bahwa suaminya berada di kota G bersama Ara. Sisil, mendapatkan banyak foto terkait kebersamaan Kevan dan Ara. Ia bahkan mendapatkan informasi bahwa Ara sedang mengandung 2 bulan dan Kevan mendaftarkan namanya sebagai suami dan ayah dari bayi yang di kandung Ara. Mata Sisil mengjitam. Setelah beberapa bulan ini tak pernah ada masalah antara dia dan Kevan. Kevan pun memperlakukannya begitu manis belakangan ini membuat Sisil begitu bahagia, tapi tak di sangka ternyata Kevan diam-diam datang ke kota G untuk bertemu dengan Ara. Bahkan Ara pun saat ini sedang hamil. Kejadian di kota L itu adalah 3 bulan yang lalu, ia jadi berpikir dengan perilaku kedekatan Ara dan Kevan saat itu, kemudian kondisi pakaian Ara yang hampir telanjang dengan pakaian bawah telah terbuka, mungkin saja mereka sudah melakukannya dan itu benar-benar Anak Kevan.
"Bagaimana jika Ara benar-benar hamil anak Kevan??"
Statusnya sebagai istri Kevan akan sangat terancam. Kevan tentu saja akan lebih memilih Ara di banding dirinya dan anaknya. Pikiran Sisil benar-benar di penuhi pikiran negatif. Rasa takut seketika menyeruak di dalam hatinya. Perilaku manis Kevan ternyata hanya kedok, ia mungkin tak benar-benar putus hubungan dengan Ara.
"Lalu aku harus bagaimana?! ini tentu saja tak boleh di biarkan!! Ara, aku benar-benar akan menyingkirkan mu dan anakmu!! tunggu saja!!
Sedangkan Windy bukan hanya mengetahui Kevan dan Ara bersama dan Ara masuk ke rumah sakit karena ia hamil 2 bulan. Daniel bahkan datang ke kota G menjemput Ara. Namun yang menjadi pertanyaan Windy adalah, jika Daniel berada di sana lalu kenapa Ara hanya bersama Kevan di rumah sakit? kemana perginya Kevan? Mana mungkin Daniel membiarkan Kevan menunggu istrinya? ia bahkan tahu sekali seberapa posesif Daniel pada Ara terlebih Ara sedang hamil, bagaimana Daniel tak ada di sana? apakah Daniel belum tahu Ara hamil? Ada apa sebenarnya? Banyak tanda tanya yang bersembunyi di kepala Windy saat ini. Jika Daniel tak tahu Ara hamil, maka bagus sekali. Ia juga tak akan membiarkan Daniel tahu dan pesta pertunangannya dengan Daniel harus di percepat. Ia kemudian segera menghubungi Shamus untuk membuat rencana.
#Oke.. 3 orang punya niat jahat sama Ara.. siapa yang bisa nolong Ara ya? Cliff n Higa koma, Daniel salah paham, Kevan? Denis? Xander? atau seseorang lain? .. penasaran..? Stay tune ya gaes 😁😁