Take Me Back Please!

Take Me Back Please!
Bab 136: I love you too



Belakangan ini setelah Elly menceritakan kehamilannya pada Tritan, Tritan tiba-tiba berhenti menghubunginya, tidak pernah datang menemuinya juga tidak bisa di hubungi sama sekali. Elly tidak pernah berpikir Tritan akan mencampakannya begitu saja saat ia tahu ia hamil, ia justru berpikir dengan kata cinta dan usaha sebanyak itu untuk mendekatinya dulu mendengar kata hamil dari mulutnya bisa membuatnya bahagia dan memutuskan untuk menikah dengannya. Di dalam bayangan Elly, ia akan menjadi bagian dari keluarga kaya keluarga Hong, tapi justru sebaliknya malah di campakkan begitu saja.


Dengan keadaan seperti ini, Elly akhirnya memutuskan untuk membayar beberapa orang untuk mengikuti kemana Tritan pergi. Semakin di cari tahu hatinya semakin sakit, ia pikir pria itu sedang merenung atau paling tidak sedang menunggunya datang tapi ia justru bersenang-senang setiap malam menghambur-hamburkan uang dengan gadis-gadis cantik di TopHill.


Elly sangat geram, malam itu ia memutuskan untuk datang ke TopHill sesuai dengan informasi dari informannya. Dengan kalap ia mengendarai mobil dengan sangat cepat, sesampainya di lokasi langsung menuju ruang VIP di TopHill. Langkah cepatnya melambat ketika ia juga melihat Daniel berjalan searah dengannya. Jarak mereka cukup jauh tapi Elly bisa memastikan itu benar-benar Daniel.


"Ada apa dia kesini? bukankah dia sudah kehilangan TopHill?" batin Elly penasaran. Dan hal yang lebih membuatnya heran adalah dia masuk ke ruang VIP Tritan. Dengan perlahan ia mendekati ruangan itu. Dari jendela kecil ruangan itu, ia bisa melihat Tritan sedang merangkul dua gadis cantik dengan tawa bahagia, banyak botol alkohol di atas meja sedangkan Daniel dengan santai duduk tak jauh dari mereka memangku salah satu kakinya.


***


["Daniel, datanglah ke TopHill"]


["Kau tak akan menyesal, cepat kemarilah"]


Ujar Tritan dari balik ponselnya, Daniel sebenarnya malas untuk datang namun mendengar apa yang dikatakan Tritan ia jadi tergerak untuk datang.


Sesampainya di sana, Daniel melihat Tritan seperti biasa sedang bersama para gadis cantik. Daniel duduk, memangku kakinya dan mengambil segelas bir dan meneguknya. Ia diam beberapa saat,


"Aku harap apa yang akan kau katakan tak mengecewakan," ujar Daniel dingin seperti biasa.


Tritan tersenyum sambil meletakkan sebuah USB di atas meja, Daniel kemudian mengambil USB itu dengan wajah heran.


"Apa ini?" tanyanya penasaran.


"Data penting FireGate, aku susah payah mendapatkannya dan hampir terciduk oleh Clara, kau berhutang banyak padaku Daniel" ujar Tritan kemudian menciumi pipi gadis-gadis di sampingnya dengan manja. Daniel tersenyum senang,


"Kerja bagus! tapi kau sekarang lebih kaya dari aku bagaimana aku harus membayar hutangku tuan muda Hong, haha" Daniel tertawa sambil mengangkat gelas birnya ke arah Tritan, Tritan ikut tertawa dan juga mengangkat gelasnya.


"Hei tapi aku dalam masalah" seru Tritan tiba-tiba serius.


"Masalah apa?"


"Gadis itu hamil" jawabnya ringan "Dia ingin aku bertanggung jawab,"


"Ya tanggung jawab lah, itu kan anakmu"


"Hei, kau juga harus bertanggung jawab tahu!", ujar Tritan dan di balas suara tawa dari mulut Daniel.


"Aku hanya memintamu bersandiwara jadi pacarnya tapi kau justru menghamili nya, siapa yang bodoh?"


"Tidak mau bermain tapi sampai membuat gadis itu hamil, haha...Kau uruslah aku tidak peduli "sambung Daniel kemudian beranjak pergi.


Mereka tidak sadar sejak tadi ada sepasang mata dan telinga yang mendengar dan melihat apa yang mereka obrolan. Elly mendengar semua obrolan mereka tak bisa membendung air matanya. Selama ini perasaan Tritan ternyata palsu hanya untuk mencuri data perusahaannya. Berkali-kali ia mengutuki kebodohan dirinya sendiri. Bagaimana ia bisa mempercayai orang seperti Tritan yang pada akhirnya justru mencampakkannya, membohonginya dan yang lebih menyakitkan ia sedang mengandung anak Tritan.


Selain permasalahan pribadinya, ia juga dalam masalah besar. Elly memang tidak tahu data apa yang ada di dalam USB itu, namun apapun itu, itu pasti sangat penting dan sudah pasti akan mengancam posisinya bahkan nyawanya juga terancam mengingat Emosi Clara yang tidak stabil. Wanita itu bukan saja bisa mendepaknya keluar dan mengambil semuanya tapi juga bisa dengan mudah membuat nyawa orang lain melayang.


"Ini tidak bisa di biarkan, tidak boleh di abaikan" batin Elly dalam hati kemudian pergi mengurungkan niat untuk bertemu Tritan.


Setelah dari sana, ia tak bisa tidur dengan nyenyak, ia berjalan kesana kemari di salam apartemennya memikirkan cara yang tepat untuk menyingkirkan Daniel dan Ara secepatnya.


***


Malam itu demi merayakan ulang tahun Lisa, Ara memesan ruang khusus di restoran Jepang. Yogi bilang, Lisa menyukai masakan Jepang jadi Ara setuju untuk reservasi di restoran Jepang. Ara awalnya tidak setuju mengingat Daniel alergi dengan Seafood tapi saat ingin mengutarakan penolakannya Daniel mencegahnya. Ia meminta Ara mengikuti saja keinginan Yogi dan Lisa, lagipula ini adalah acara Lisa mana mungkin yang berulang tahun harus mengalah hanya untuk alerginya.


Akhrinya, mereka berangkat ke restoran yang di maksud. Sesampainya di sana, mereka memesan banyak makanan. Semua orang bahagia dan ceria.


"Daniel, kau tahu tidak Lisa ini seorang mahasiswi loh" ujar Ara sambil menyuap sushi masuk ke dalam mulutnya.


"Benarkah?lalu kenapa kau mau jadi Babysitter?"


Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sama seperti yang di tanyakan Ara, Ara tersenyum dan akhirnya membantu Lisa menjelaskan apa yang terjadi.


"Kembalilah kuliah, kami akan membantu pengobatan ibumu dan biaya kuliahmu" ujar Daniel dengan wajah datar. Ucapan Daniel barusan membuat senyum Yogi mereka lebar, berbeda dengan Lisa. Lisa mendengar ucapan Daniel sampai tertegun. Berharap ia tak bermimpi apalagi salah dengar.


"Be.. benarkah yang Tuan katakan?" tanya Lisa tidak percaya.


"Benar, itu benar. Mulailah kuliah lagi Lisa" Sela Ara yang juga tersenyum bahagia.


"Terimakasih Tuan, Nyonya kalian begitu baik, Ini akan jadi hutang budi selama hidupku bahkan mungkin juga tak aku tak bisa membayarnya" ujar Lisa kemudian menunduk dan tetesan air matanya mulai terjatuh. Yogi yang berada di sampingnya segera memeluknya. Ara melihat Yogi sangat manis pada Lisa membuatnya tersenyum.


"haaahh.. Yogi kau benar-benar..... " belum sempat melanjutkan ucapannya, Mulut Ara tiba-tiba terkunci melihat Daniel di sampingnya sedang memelototinya seakan ia tahu apa yang akan Ara ucapkan. Memang tadinya ia ingin memuji Yogi tapi melihat pandangan menusuk dari Daniel, ia seketika bungkam dan mengurungkan niatnya bicara dan mengarahkan pandangan matanya pada Lisa.


"Lisa, kau sungguh beruntung" ujar Ara dengan perasaan hangat memenuhi hatinya. Ia hanya ikut senang dengan kebahagiaan Lisa. Kebahagiaan dan keberuntungan yang tidak ia dapatkan saat Ara masih seusia Lisa.


Kemudian Ara menggenggam tangan Daniel dengan kuat. Satu-satunya berkat dalam hidupnya yang Tuhan berikan adalah memiliki Daniel di sampingnya yang menerima apa adanya sampai sekarang. Ara menoleh pada Daniel,


"Terimakasih sayang, i love you" bisiknya dan Daniel tersenyum, "I love you too".