
" Nah itu nyadar, jadi mau kemana pun harus izin ya." ucap Tirta.
" Iya kak, Tania janji akan selalu kabarin kakak." ucapnya dengan tersenyum.
" Yauda sana pergi, nanti terlambat lagi." ucap Tirta.
Keduanya pun langsung pergi, dan kini mereka berangkat ke sekolah di antar oleh "Oka" supir yang di utus oleh Rangga, kakak angkat kesayangan Naura.
Sesampainya di sekolah, keduanya melihat Arga yang tampak kesal. Karena ia tidak di perbolehkan untuk menjemput Naura, dan sebenarnya Arga tadi menelpon Naura. Dan pada saat itu posisi Naura sudah berada di mobil, dan ia tidak mungkin minta turun.
Naura langsung menghampiri Arga yang wajahnya tampan kesal, namun tiba-tiba saja Oka langsung maju ke depan. Dan kini Oka yang menjelaskan kepada Arga, dan akhirnya mau tidak mau Arga pun terpaksa menyetujui apa yang dikatakan Oka.
" Maaf sebelumnya, apakah anda tuan Arga?" tanya Oka yang langsung menemui Arga.
" Iya bener, saya Arga." jawabnya.
" Baik, kalau begitu izinkan saya menyampaikan pesan dari tuan Rangga." ucap Oka dan membuat keduanya penasaran.
" Memang apa pesan dari kak Rangga?" tanya Naura yang penasaran.
" Maaf nona, pesan ini hanya di tujukan kepada tuan Arga saja." ucap Oka dan membuat Naura kesal, dan ia pun segera pergi menuju kelasnya.
Arga berniat untuk mengejarnya, tetapi Arga sangat penasaran dengan pesan dari Rangga. Dan kini ia memutuskan untuk mendengarkan pesan tersebut.
" Baik, apa pesan dari kak Rangga?" tanya Arga, dan Oka pun segera mengeluarkan handphonenya. Dan kemudian ia memutarkan Vidio tersebut.
" Arga, mungkin ini adalah permintaan yang sulit. Tapi kakak terpaksa harus menyampaikannya, ini semua juga demi keamanan Ara. Kakak yakin kau sangat menyayanginya, jadi kau pasti akan menyetujuinya…Sebenarnya ini adalah hal yang sangat berat, saat ini kondisi Ara sedang dalam keadaan berbahaya. Oleh karena itu, Ara akan tinggal bersama dengan ku untuk beberapa saat. Dan aku melarang mu untuk bertemu dan berbicara dengan Ara, hal ini dikarenakan musuh keluarga besar kita sedang berkeliaran untuk mencari kita. Selama ini aku menyembunyikan diri publik kalau Ara adalah adik angkat ku, tapi publik mengetahui kalau kau dan Ara sedang pacaran…Demi keamanan semuanya terutama Ara, kakak mohon kau untuk putus hubungan dulu dengan Ara sampai waktu yang tidak bisa di tentukan." jelas Rangga dan Vidio itu.
" Tolong sampaikan pada kak Rangga, kalau aku menyetujui. Dan ini semua ku lakukan demi keselamatan Ara, karena aku sangat menyayangi Ara." ucap Arga kemudian langsung pergi meninggalkan Oka.
" Ternyata yang dikatakan oleh tuan Rangga sangat benar, tuan Arga sangat baik dan juga menyayangi nona." ucap Oka dengan memperhatikan kepergian Arga, dan setelah sosok Arga menghilang akhirnya ia pun segera kembali ke kediaman Rangga.
...----------------...
" Sebenarnya apa sih yang mau dibicarakan sang Arga, sampai-sampai aku nggak boleh tau." ucap Naura yang penasaran.
" Ara, kenapa kau terlihat kesal?" tanya Tania.
" Bagaimana aku tidak kesal, sih pak Oka tadi berbicara dengan kak Arga. Tapi dan tapi, aku nggak boleh tau." ucap Naura.
" Tapi tetap aja aku kesal Ta." ucapnya kemudian meninggalkan Tania.
" Sudahlah, nanti kau juga tahu apa yang disampaikan oleh Pak Oka pada kak Arga. Udah nggak usah kesel gitu, sebentar lagi jam pelajaran sudah dimulai. Kamu lupa ini jam pelajaran siapa, kalau kamu mau dikeluarkan ya silakan." ucapannya dan membuat Naura panik.
" Kau itu temanku bukan sih Ta, aku lupa kalau ini jam pelajaran guru itu. Kalau begitu aku harus segera memperbaiki mood ku, kalau tidak aku bisa berbahaya." ucap Naura.
Naura pun benar-benar berusaha untuk memperbaiki mood-nya, info mulai main scroll media sosial untuk mencari media hiburan yang lucu. Itu semua ia lakukan agar ia bisa tertawa kembali, dan wajah murungnya yang sebelumnya bisa hilang. Agar ia tidak mendapat hukuman dari guru yang akan masuk, karena guru itu sangat sensitif dan sering menduga-duga hal yang tidak penting.
Akhirnya wajahnya Naura kembali tersenyum, dan tidak lama setelah itu, guru itu pun masuk ke ruangan kelas. Ia pun segera mengabsen semua siswa, dan seperti biasa ia tidak lupa untuk memperhatikan raut wajahnya. Bila ada satu siswa yang rautnya tidak enak, ia bisa saja menyimpulkan kalau siswa itu tidak menyukai dirinya. Dan hal itu dapat mempengaruhi nilai dari siswa tersebut.
Setelah tidak mendapati wajah siswa yang murung, guru itu pun berniat memulai pembelajaran. Tetapi tiba-tiba saja pintu diketuk, dan ternyata kepala sekolah membawa seorang siswi baru ke dalam ruangan kelas tersebut.
" Permisi Bu, Saya ingin mengantarkan siswi baru." ucap kepala sekolah itu.
" Oh iya Bu silahkan." ucap guru itu dengan tersenyum.
Kepala sekolah dan siswa baru itu pun segera masuk ke ruangan kelas, semuanya kini berdiri di depan kelas.
" Anak-anak semua, hari ini Ibu membawakan siswi baru. Ibu berharap kalian semua dapat berteman dengannya, dan tidak ada perdebatan seperti masa-masa yang lalu." ucap kepala sekolah.
" Baik bu." jawab mereka semua serentak.
" Baik silakan perkenalkan dirimu!" perintah ibu kepala sekolah kepada siswi baru itu.
" Baik semuanya, perkenalkan nama saya Rasya. Mulai saat ini saya akan bersekolah di sini, dan saya harap saya bisa berteman dengan kalian semua." ucap siswi baru itu.
" Baik Rasya silakan duduk." ucap guru itu mempersilahkan Rasya.
" Kalau begitu saya permisi dulu." ucap kepala sekolah kemudian pergi meninggalkan ruangan kelas itu.
Rasya pun segera duduk di kursi kosong, tetapi sorot matanya terus menatap ke arah Naura. Naura yang menyadarinya merasa tidak nyaman, tetapi ia tidak bisa berkata-kata karena masih jam pembelajaran. Tania yang menyadari tingkah aneh Rasya, ia juga ikut kesel dan rasanya ingin memukul Rasya.
" Ternyata itu pacarnya Arga, aku lihat dia biasa saja. Masih juga cantikan aku, dan aku yakin aku bisa menyingkirkannya." batin Rasya.
Proses pembelajaran pun berjalan dengan lancar, dan tidak terasa akhirnya jam istirahat pun telah tiba. Guru itu pun segera keluar dari ruangan kelas, dan kini Naura dan Tania segera pergi menuju kantin. Jujur saja suasana hati Naura kini masih tidak menyenangkan, dan tiba-tiba saja ia merasa sangat lapar.
" Tata ayo ke kantin, tiba-tiba saja aku sangat lapar." ucap Naura