
" Kalian, gue kaget tau." ucapannya ketus.
" Lo ngelamuni apa si?" tanya Dion yang merasa heran dengan tingkah Arga
Arga tidak menjawab, ia kembali dalam lamunannya dan mengingat kejadian tadi. Wajah Arga tersenyum, membuat Dion dan Ryan mulai berargumen yang tidak-tidak.
" Arga lo ngelamuni apa?" tanya Dion lagi.
" Biar gue tebak, melihat tingkah lo kemungkinan besar lo lagi ngelamuni Naura." tebak Ryan.
Arga tidak menjawab, ia hanya tersenyum saja. tiba-tiba ada yang melintasi gerbang sekolah, dan ia sangat senang ketika melihat Arga tersenyum. Ia tambah jatuh hati pada Arga, dan ingin secepatnya bersanding dengan Arga.
Arga dan juga kedua temannya memutuskan untuk pulang, karena mereka masih ingin banyak mengobrol apalagi tentang hubungan Arga dan Naura. Mereka memutuskan untuk berkumpul di rumah Arga.
Sesampainya mereka di rumah Arga alangkah terkejutnya mereka, saat melihat ada mobil asing yang terparkir di rumah Arga. Mereka bertiga saling pandang untuk bertanya satu sama lain.
Tidak ada dari mereka yang tau, mereka hanya mengedipkan bahunya pertanda tidak mengetahuinya.
Mereka bertiga pun mulai melenggangkan kakinya menuju rumah, sesampainya mereka di ruang tamu alangkah terkejutnya mereka saat melihat "Zia" teman SMP-nya dulu.
Zia langsung berhambur memeluk Arga, Arga yang malas dengan sikap dia menepis tangan dia. Kemudian ia melenggangkan kakinya menuju kamarnya.
" Arga, Zia datang jauh-jauh kamu kenapa begitu?" bentak Mama Arga yang merasa emosi dengan tingkah anaknya.
" Terus harus bilang apa, gue capek nggak usah ganggu gue!" jawab harga ketus kemudian menaiki anak tangga.
Arga yang merasa kalau Dion dan Ryan tidak mengikutinya, ia langsung menatap ke arah mereka berdua. " ngapain lo di situ ayo cepet." ajaknya dengan nada masih dengan penuh emosi.
Tanpa basa-basi Dion dan Ryan langsung mengikuti Arga menuju kamarnya. sesampainya mereka di dalam kamar Arga masih menekuk wajahnya, iya sangat muak dan bosan karena melihat kedatangan Zia.
" Uda Ga, kayak nggak biasa aja sih Zia datang." ucap Dion untuk meredakan emosi Arga.
" Tapi gue uda muak sama mereka. Gue uda tau ujung jalan ceritanya nanti gimana. Dan gue nggak suka itu semua."
" Tapi itu kemauan nyokap dan bokap lo, dan lo harus nurut." ucap Dion kembali.
" Lagian Zia kan cantik Ga." ucap Ryan yang tiba-tiba saja tambah membuat Arga marah.
" Kalau nggak, lo aja yang sama Zia. Biar lo tau seperti apa sifat Zia." ucapnya dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Dion dan Ryan sangat ketakutan, dan mereka tidak mengatakan apapun lagi. Mereka berdua takut Arga akan bertambah meledak.
Di rumah Naura, suasana sangat tegang. Leo dan Naura yang baru saja tiba langsung menuju ruang utama.
Sepanjang perjalanan masuk, mereka berdua tidak melihat siapapun. Dan mereka mencoba mengingat perkataan sang ayah, dan hal itu tambah membuat mereka panik.
Akhirnya mereka tiba di ruang makan, alangkah terkejutnya mereka. Ketika melihat begitu banyak makanan ada di atas meja.
Ayah datang berhambur memeluk Leo. Ya hari ini adalah hari ulang tahun Leo yang ke-20 tahun. Karena sayang sibuknya memikirkan tentang Tata, Leo sampai melupakan hari bahagianya.
Ayah dan mama membawakannya kue kesukaan Leo yaitu kue coklat dengan selai blueberry. Melihat kue itu Leo jadi teringat, tentang kenangan-kenangannya bersama dengan Tata.
" Jangan nangis kak malu uda tua. Hehehe." ucap Vino sambil menertawakan sang kakak.
Semuanya yang mendengar perkataan Vino hanya tertawa. Leo mencubit pipi Vino. Naura yang masih belum terlalu akrab dengan mereka hanya diam dan tersenyum.
" Kak Leo ini kebiasaan, masa ulangtahun sendiri lupa." ucap Vino sambil menggelengkan.
Leo hanya tertawa menanggapi perkataan Vino. " Ya mau gimana lagi dek, kakak kan baru balik. Jadi kakak masih sibuk, ngurusin perpindahan Kakak. Hehehe." jelasnya kemudian tertawa untuk memecahkan amara Vino.
karena dari tadi Leo tidak mendengar perkataan Naura sedikitpun, Leo pun menatap Naura. Dan ia menemukan Naura masih diam terpaku tanpa suara dan sepertinya sedang melamun.
Leo kemudian memberikan kode kepada Vino. " dek, lo lihat Naura buat Ki dia ketawa!" perintah Leo kepada Vino dengan berbisik, karena merasa Naura sedang kebingungan.
" Kak naura jangan diem aja dong sini gabung!" perkataan Leo menyadarkan semuanya kalau dari tadi Naura hanya dia mematung, dan seperti keberadaan Naura tidak ada artinya di situ.
" Iya sayang sini gabung, lagian kita sekarang semua adalah keluarga. Leo juga kakakmu, jadi jangan hanya dia mematung. Mungkin ini hal baru bagimu, tapi ayah harap kamu dapat menerimanya ya." perkataan Ayah menyadarkan Naura kemudian ia berhambur ke dalam pelukan sang ayah.
Leo merasa cemburu karena Naura memeluk ayahnya dia pun memanjangkan wajahnya.
" Perasaan yang ulang tahun aku deh, kenapa yang dapat pelukan ayah."
Vino hanya tertawa melihat interaksi Leo, Naura yang kebingungan akhirnya berlari ke pelukan Leo.
" Kak Leo cemburu ya." ucapin yang membuat semua mata memandang ke arah Leo dan Naura.
" kenapa jadi begini sih, kan aku membiarkan itu anak tinggal di sini biar dapat membantu gratis. Kenapa sekarang semua jadi sayang sama dia." batin Febri yang merasa kesal melihat situasi yang ada saat ini.
Ayah menatap Leo dan ingin bertanya, dari sorot matanya Ayah juga seolah-olah mengatakan kalau Naura adalah adiknya dan Leo agar tidak macam-macam dengan Naura.
Leo menyadari tatapan ayahnya akhirnya dia pun bersuara. " Ayah Naura itu adik kesayangan aku, dan hari ini aku tuh cemburu karena apa? karena Naura lebih sayang sama ayah daripada sama aku."
Perkataan Leo mengagetkan semuanya, Vino lagi-lagi tertawa dengan sangat kuatnya. Hal itu semakin membuat Febri dan Sandra kesal.
" Kak Leo saja tidak pernah seperti itu padaku, aku sebel banget sama Naura." batinnya dan memandang Naura tidak suka.
" Ayah Leo boleh tanya nggak?" Ayah pun mengangguk dan menunggu pertanyaan dari Leo.
" Tadi ayah terlihat cemas, Itu semua hanya akting ya?" tanya Leo yang penasaran.
" Iya maaf Leo, itu semua ide si Vino." jelas Ayah dan membuat Leo menatap ke arah Vino.
" Pantas aku merasa heran." jawabnya kemudian menatap ke arah Vino.
Vino yang tiba-tiba perasaan yang merasa tidak enak, ia pun mencoba melarikan diri dari tempat itu. Namun, langkahnya tiba-tiba saja dihentikan oleh, Vino menjadi semakin takut melihat tatapan Leo.
Leo tertawa melihat tingkah adiknya Vino, Vino bertambah kaget dan tak tahu harus berkata apapun. Ia hanya memandang wajah kakaknya yang saat ini penuh dengan tawa.
Hai guys, sedikit pengenalan.
Nama : Leo Abiyasya
Status : kakak tiri Naura
Sifat : Cuek, tegas dan disiplin
Hobby : Renang