
'' Kalau begitu, berita ini sudah sampai ke semua orang dong.'' ucap Naura.
'' Ya begitulah, apalagi internet. Kan sudah menyebar ke penjuru dunia, dan aku yakin berita ini pastinya uda sampai ke banyak orang yang ada di kota ini. Dan bahkan juga yang di luar kota.'' ucap Kinan.
'' Tapi aku mau tanya satu hal sama mu.'' ucapnya.
'' Apa itu ki?'' tanyanya yang penasaran.
'' Ada kabar yang mengatakan, kau merebut Arga dari Zia. Ya walaupun aku yakin, kalau kau tidak mungkin seperti itu. Tetapi banyak netizen yang berpikir seperti itu.'' jelasnya.
'' Kalau soal itu sepertinya tidak, karena aku kenal dengan kak Arga itu sebelum aku kenal dengan Zia. Dan ya memang kak Arga pernah di jodohkan dengan Zia, tapi dia menolak dan lebih memilih ku. Padahal pada saat awal kedatangan Zia, aku sudah menghindar.'' jelasnya.
'' Ya ampun jadi begitu ceritanya, kalau begitu ya kamu nggak ada salah ya. Karena itu keputusannya Kak Arga, kan kamu uda sempat menjauh Ra. Terus Ra gimana kok bisa kamu jadian, kan ayahnya Kakak pastinya mendukung perjodohan itu kan?'' ucapnya yang merasa penasaran.
'' Aku pun juga nggak tau, tapi pas mamanya harga sakit. Aku dapat telepon suruh ke rumah sakit, dan asal kamu tahu ya. Ternyata mamanya Kak Arga itu sahabatnya Bunda.'' ucapnya dan membuat Kinan terkejut.
'' Wah Sepertinya kalian jodoh.'' ucapnya.
'' Ya mudah-mudahan aja, tapi kami kan masih SMA. Perjalanan masih panjang, dan melewati itu semua pastinya sulit.'' jelasnya yang bimbang.
'' Yang kamu bilang ada benarnya juga, tapi kamu nggak boleh menyerah. Yang namanya jodoh nggak tau, dan insya Allah kamu sama keluarga berjodoh.'' ucapnya untuk meyakinkan Naura.
'' Amin.'' ucap keduanya serentak.
Arga pun akhirnya datang, Ia pun menarik tangan Naura. selain itu kakak dari Kinan pun juga datang, mereka sama-sama berniat membawa Naura dan Kinan untuk pulang.
'' Ara ayo kita pulang, kepala sekolah sudah menunggu kita.'' ucap Arga.
'' Ayo Dek kita pulang, kita sudah ditunggu kepala sekolah.'' ucap seorang pemuda yang baru saja muncul.
'' Kiki ini siapa?'' tanya Naura.
'' Masih perlu ditanya Ra, ini tuh Kakak aku. Kak Dimas.'' ucap Kinan.
'' Ini siapa Dek?'' tanya Dimas.
'' Gadis kecil yang selalu mencuri perhatian Kakak dariku.'' ucap Kinan dengan tampang kesal.
'' Siapa dek, Kakak nggak ingat.'' ucap Dimas sambil berpikir.
'' Putri kesayangannya Bunda Tiara.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Putri kesayangannya Bunda Tiara, jangan-jangan kamu Ara ya?'' ucap Dimas dengan antusias.
'' Iya Kak ini aku Ara.'' ucapnya dengan tersenyum, kemudian Dimas langsung berlari dan memeluk ke Ara.
Arga yang melihat Ara dipeluk, ia pun merasa cemburu. Kemudian ia segera menarik lengan Ara, dalam sekejap Ara langsung masuk ke dalam pelukan Arga. Dimas yang melihat interaksi itu, ia pun mempertanyakan hubungan keduanya.
'' Dia pacar kamu Ara?'' tanya Dimas.
'' Masih perlu ditanya.'' ucap Arga dengan ketus.
'' Waduh, ada gunung meletus nih.'' sindir Dimas.
'' Udalah, ini itu Kak Dimas. Dia kakaknya Kinan, dan mereka berdua itu murid kesayangannya bundaku. Aku juga berhubungan baik dengan keduanya, ya walaupun kami udah lama nggak ketemu sih. Karena mereka pintar banget, mereka dapat beasiswa di kota. Sedangkan aku selalu di desa, dan sekarang aku senang banget bisa ketemu mereka. Jadi tolong please, sekali ini aja. Biarin aku bersama mereka ya, janji deh nggak macam-macam.'' usianya dengan tampang memohon.
'' Ya udah boleh, tapi sekarang kita harus balik. Gimana kalau tukeran kontak aja, nanti selain kesempatan aku anterin deh ketemu mereka.'' ucap Arga dengan mengelus kepala Naura.
'' Ya udah deh, tapi janji ya. Kalau aku mau ketemu sama mereka, kakak harus anterin aku.'' ucap Naura.
'' Iya aku janji.'' ucapnya dengan mengulurkan jari kelingking.
Keduanya pun mengaitkan jari kelingking itu, kemudian Naura dan Kinan bertukar kontak. Setelah itu, mereka kembali ke rombongan sekolah masing-masing. Dan bersiap untuk kembali ke sekolah, dan untuk pengumuman akan ditunggu oleh guru pengawas.
Tanpa mereka sadari, mobil yang membawa Arga dan juga Naura telah sampai di sekolah. Kini keduanya disambut oleh teman-temannya, Naura langsung dibawa oleh Tania dan juga Hany. Begitu juga dengan Arga yang langsung dibawa oleh Dion dan juga Ryan. Kemudian mereka didudukan di kursi kantin, mereka makan sambil ditanya-tanyain tentang kegiatan olimpiade tadi.
'' Gimana olimpiade tadi?'' tanya Dion yang memulainya.
Naura tersenyum mendengar pertanyaan itu, tetapi tidak dengan Arga yang malah memasang wajah cemberut. Sontak saja sikap keduanya yang sangat berbeda, membuat para teman-temannya menjadi heran. Dan mereka menjadi tambah penasaran, dengan apa yang terjadi pada saat olimpiade.
'' Naura, karena kamu tersenyum. Coba jelaskan apa yang membuat kamu tersenyum?'' tanya Tania yang penasaran.
'' Aku tuh lagi bahagia Tata, tadi itu aku bertemu dengan teman lama aku. Mereka berdua murid kesayangannya Bunda, namanya Kinan dan juga Kak Dimas.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Bahagia sih bahagia, tapi nggak usah pakai peluk-peluk segala kenapa.'' ucap Arga dan membuat semuanya heran.
Mereka semua pun tertawa mendengar perkataan Arga, dan kemudian mereka sepakat untuk menggoda Naura dan juga Arga.
'' Cie, tampaknya ada yang lagi cemburu nih.'' ucapkan Dion.
'' Nggak, mana ada aku cemburu.'' elak Arga.
'' Jujur aja deh, lagian wajar kok. Yang namanya orang pacaran, pasti ada kata cemburu.'' ucap Ryan.
'' Aduh dasar bucin.'' ucap Tania dengan menggelengkan kepalanya.
'' Namanya juga orang pacaran, udah biasa lah kalau bucin.'' ucap Dion.
'' Iya sih, tapi kalau dia masih tukang cemburuan. Nanti, aku bawak pergi sahabat aku. Dan kalau perlu aku suruh bubar kalian.'' ucapannya dengan tegas.
'' Jangan dong, kalau nggak ada Naura. Nanti aku sama siapa?'' ucapnya dengan ekspresi sedih.
Sontak saja, mereka menjadi kaget. Mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, orang yang sangat-sangat cuek menurut mereka. Entah mengapa hari ini berubah, dan berubahnya 360°.
'' Astaga mangkin bucin aja.'' ucap Tania dengan mengeluarkan kepalanya.
'' Ya ampun, baru kali ini aku lihat kakak aku sampai begini. Dan itu semua cuma gara-gara cewek, kak Naura memang hebat banget bisa mencairkan es batu.'' batin Hany.
'' Ayo Han, kita bawak Naura.'' ucapnya tetap Hany tidak merespon.
'' Hanyyyyyy.'' teriak Tania di telinga Hany.
Hany pun akhirnya tersadar setelah mendengar teriakkan dari Tania, dan telinganya juga merasakan sakit itu. Kini ada rasa menyesal karena telah berteman dengan Tania, tapi ia tetap bersyukur karena selama ada bauran disisinya.