Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 62



'' Aku model di agency... kak.'' ucap Hany.


'' Apa, berarti satu agency, tapi kenapa kita nggak pernah ketemu.'' ucap Tania yang tidak percaya.


Hany yang mendengarnya juga tidak percaya, kalau ternyata ia dan Tania ternyata satu agency. kemudian mereka berdua pun memutuskan untuk menelepon atasan mereka, Hany segera mengambil teleponnya dan menghubungi Rangga.


'' Halo Pak Rangga.'' ucapan Hany.


'' Halo juga Hany, ada apa ya telepon jam segini?'' jawaban dari seberang telepon.


'' Begini Pak saya ingin bertanya, apakah benar di agensi kita ada seorang model bernama Tania?'' tanya Hany dengan rasa canggung.


Naura yang mendengar Hany berbicara dengan sangat sopan, Ia pun tertawa dengan sangat kuat. Hingga suaranya terdengar oleh Rangga.


'' Ara itu kamu dek?'' ucap Rangga dari seberang telepon, dan sontak saja Hany kaget karena Rangga mengenali Naura.


'' Iya Kak ini adik, Kakak kaget ya.'' jawabnya dengan tertawa.


'' Adek di mana sekarang, Kakak dengar adek udah pindah dari rumah Ayah Adek.'' ucap Rangga.


'' Iya Kak Adek udah pindah dari rumah Ayah, sekarang Adek tinggal di rumah kakak sepupu.'' jawabnya.


'' Bisa di Sherlock, kakak pengen tahu rumah kakak sepupu adik. Kakak nggak mau kalau ada yang menderita, masa adik kesayangan seorang Rangga tinggal di rumah gubuk sih.'' ucapnya dengan suara khawatir.


'' Enak aja kamu bilang sama aku gubuk, udah Sherlock aja Ra.'' ucap Desi yang tiba-tiba saja muncul.


'' Maaf ya Kak, aku kan cuma nggak tahu rumah Kakak di mana. Dan aku nggak mau Naura menderita, walaupun aku belum pernah ketemu sama kakak. Aku yakin kok kalau kakak akan melakukan yang terbaik untuk Naura, tapi aku nggak bisa lalai sama janji aku kepada bunda Tiara.'' jelas Rangga untuk meredamkan amara Desi.


'' Ok, karena kamu bilang uda janji sama Tante Tiara. Jadi kamu aku maafin, tapi untuk memastikan kamu langsung aja datang ke sini. Aku juga penasaran dengan wajah mu.'' ucap Desi.


Naura pun segera Sherlock ke Rangga, dan tidak butuh waktu lama Rangga akhirnya sampai di rumah Desi. Dan ketika sampai di depan rumah, Rangga bertemu dengan Tirta sahabatnya di kampus dulu.


'' Rangga, Lo ngapain ke rumah gue?'' tanya Tirta.


'' Eh Tirta, gue nggak nyangka ini rumah Lo.'' ucapnya sambil berpelukan.


'' Iya ini rumah gue, masuk yuk.'' aja Tirta.


Belum sempat duduk, Naura sudah turun dari atas dan langsung memeluk Rangga. Tirta dan Hany terdiam, karena mereka merasa heran dengan tingkah Naura yang tiba-tiba langsung memeluk Rangga. Tirta pun langsung melerai pelukan Naura, dan menatap tajam ke arahnya.


'' Apa-apaan ini Naura.'' ucapnya dengan tegas. Naura tidak menjawab, ia hanya menunduk mendengar perkataan Tirta.


'' Udalah Tirta, ngapain Lo marah. Lagian gue seneng, karena Adek gue yang satu ini masih manja aja. Padahal umurnya uda bukan anak kecil lagi.'' ucap Rangga sambil mengacak-acak rambut Naura.


'' Tunggu dulu, tadi Lo bilang adik ipar gue itu adik Lo. Gue nggak salah denger kan?'' tanya Tirta.


'' Ya memang dia adik gue, kan gue uda pernah bilang. Masa Lo lupa si, dia ini adik gue si bungsu.'' ucap Rangga.


'' Apa dia si bungsu, ya mana gue tau. Kan Lo nggak pernah tunjukkin fotonya ke gue.'' ucap Tirta.


'' Eh iya juga, masuk akal si. Dan hari ini gue tau dia tinggal di rumah Lo, perasaan gue jadi tenang. Lo tau kan, gue nggak mungkin bisa bawak dia. Karena gue nggak punya hubungan darah sama dia, dan gue sangat bersyukur saat ini. Dengan begini gue bisa main tiap hari ke sini, boleh kan Tirta?'' jelas Rangga, Tirta hanya tersenyum saja melihat tingkah sahabatnya itu.


'' Wah gue nggak nyangka, dunia memang kecil ya. Gue uda lama nggak ketemu sama Lo sahabat gue, dan sekarang adik ipar gue ternyata adalah si bungsu. Sumpah gue nggak nyangka.'' ucapnya dengan tersenyum lebar.


'' Kalau gitu kita jaga adik kita bersama, dan kita harus janji Ara harus baik-baik aja.'' ucap Rangga.


'' Wah nggak nyangka dua sahabat ini, ternyata adalah kedua kakak aku.'' ucapnya dengan memeluk kedua tangan mereka.


'' Ara lepasin tegangan kamu, kalau bukan karena kamu adik kakak. Kakak udah habisin kamu dek.'' ucap Desi dengan menatap tajam.


Naura pun segera melepaskannya, Tania pun langsung tertawa melihat sikap Naura. Rangga yang melihat tingkah Naura ra, ia pun langsung mengacak-acak rambut Naura.


'' Adek takut banget ya sama kakak adek?'' tanya Rangga.


'' Takut la, orang serem gitu.'' ucapnya dengan bertingkah seperti anak-anak.


Hany yang melihat sikap Naura, ia pun merasa kaget. Ini adalah sifat Naura yang tidak di ketahui banyak orang, dia yang terlihat pendiam, tegas, dan cuek itu ternyata memiliki sikap manja juga.


Rangga pun akhirnya menyadari, kalau di ruangan itu adalah Hany. Hany adalah salah satu model di agency nya, dan Hany hampir sama dengan Tania yang sudah menjadi model tingkat nasional. Tetapi mereka merahasiakan identitasnya, dan hal itu yang membuat nama mereka selalu naik. Karena banyak fans mereka yang penasaran dengan identitas mereka, dan bahkan ingin mengetahui alamat rumah mereka berdua.


'' Hai Hany, saya tidak menyangka ternyata kamu juga temannya Ara.'' ucapnya tidak percaya.


'' I-iya pak, kebetulan satu sekolah. Dan hari ini saya juga mendapatkan kejutan yang tidak terduga, kalau ternyata kak Naura adalah adik pak Rangga.'' ucapnya yang memang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


'' Iya, memang banyak yang tidak tau tentang Ara. Tapi kamu harus jaga rahasia, bisa bahaya kalau Sampai ada yang tau siapa sebenarnya Naura.'' ucapnya dan mendapat anggukan dari Hany.


'' Haha, seperti semangkin ke sini. Semangkin banyak saja kejutan yang diberikan oleh Ara.'' ucap Tania.


'' Masih banyak rahasia yang belum kalian tau, dan saya harap nantinya kalian bisa jaga rahasia.'' ucap Rangga.


Semuanya hanya mengangguk saja mendengar ucapan dari Rangga, mereka sudah tau konsekuensinya bilang menentang Rangga. Dan itu akan berakibat fatal untuk mereka, oleh sebab itu tidak ada yang berani menentang Rangga.


Desi dan Tirta yang melihat sikap Hany, ia pun menjadi ingin tau. Cara apa yang sering di gunakan oleh Rangga, bila ada yang berbuat salah di dalam agency yang ia pimpin. Namun, merasa nggan untuk bertanya secara langsung pada Rangga. Dan memutuskan, akan bertanya kepada Naura dan Tania yang tampak santai.