Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 59



'' Apa, jadi Naura dan Tania itu adalah adik dan adik iparnya pengusaha sukses purnama Tirta itu.'' ucap salah satu yang mereka.


'' Iya, Aku tidak menyangka kalau hari ini aku bisa melihat pengusaha sukses itu. dan alangkah kagetnya aku lagi, ketika tahu salah seorang teman kita adalah keluarga dari dirinya.'' ucap salah satu dari mereka kembali.


Naura dan Tania pun berbalik, karena mereka berdua lupa untuk bersalaman dengan Tirta. Setelah bersalaman dengan Tirta keduanya langsung pergi menuju ruang kelasnya. Sandra kini berada di ruang kelasnya, ia sangat bahagia karena ia berpikir tidak akan bertemu dengan Naura kembali. Tiba-tiba salah satu dari temannya membawa kabar tentang Naura, dan ia pun menjadi penasaran.


'' Hei tunggu, tadi kalian sudah ngobrolin siapa?'' tanyanya yang sangat penasaran.


'' Oh kita lagi ngomongin Kak Naura dan juga Kak Tania, kita itu nggak nyangka kalau mereka ternyata adik dan juga adik iparnya Tirta sukses itu loh.'' jelasnya menceritakan kejadian yang baru saja ia lihat.


'' Gue nggak salah dengar ni, kalian bilang dia mereka adik dan adik ipar dari Tirta seorang pengusaha sukses itu.'' ucapnya yang masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari temannya.


'' Iya Sandra, kalau tidak percaya kamu cek aja forum sekolah.'' balasnya kembali.


Sandra yang penasaran dengan ucapan temannya, Ia pun segera membuka forum sekolah. Dan benar saja, Naura dan Tania sedang menjadi perbincangan hangat di forum. Sandra pun jadi ingin mengetahui dari mana Naura bisa menjadi saudara dengan Tirta, kalau dari sang ayah. Berarti dia juga saudara Sandra.


Sandra pun langsung mendatangi Naura di kelasnya, ia pun menanyakan dari mana asalnya Naura bisa saudara dengan Tirta.


'' Woy Naura, Lo kenapa masih di Indonesia. Bukannya Lo mau di bawak sama paman Lo ke Milan?'' tanya Sandra.


Semua teman Naura yang mendengar kalau Naura akan pergi ke Milan, mereka langsung mengerumuni Naura. Karena mereka sudah menyayangi Naura dan tidak ingin kehilangan Naura. Belum sempat Naura menjawab pertanyaan dari Sandra, Sandra sudah terusir dari ruangan itu.


Sandra yang kesal, akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali ke kelasnya. Sedangkan di dalam, Naura sedang di rundung banyak pertanyaan oleh teman-temannya.


'' Naura, apa yang dikatakan oleh adik kelas itu kebenaran?'' tanya Zaki.


'' Iya bener yang dikatakan olehnya, tapi...'' ucap Naura yang terhenti.


'' Lalu bagaimana ia bisa tau, sedangkan kami saja tidak tau?'' tanyanya kembali.


'' Oh tentu dia tau, karena dia adalah adik tiri ku.'' ucapnya dan mengagetkan semua.


'' Kalau begitu Lo putri tunggal pak Bagas dengan istri pertamanya?'' tanya Zaki, dan Naura merasa heran. Bagaimana Zaki mengenal ayahnya.


'' Iya bener, tapi dari mana kamu bisa tau tentang orang tua ku?'' tanya Naura yang penasaran.


'' Gue tau dari ayah gue, kebetulan ayah gue dan ayah Lo itu teman lama.'' jawab Zaki.


'' Oh begitu, senang banget deh. Akhirnya aku ketemu dengan orang yang mengetahui siapa aku sebenarnya, bukan dengan orang yang selalu cari muka. Dan memihak ke ibu tiri ku, dan mengatakan aku ini anak haram.'' ucapnya dengan menangis.


'' Ya ampun kejam sekali ibu tiri Lo itu, kayak gitu Lo kok sabar sabar banget sih.'' ucapnya dengan menatap wajah Naura.


'' Ya mau gimana lagi, seperti yang kamu tau. Bunda aku uda nggak ada, jadi aku harus tinggal sama ayah aku. Dan ya harus menerima konsekuensinya, tapi tenang aja. Sekarang aku uda nggak tinggal di sana lagi kok.'' ucapnya dengan senyuman.


'' Terus Lo tinggal di mana, apa jangan-jangan Lo beneran mau pindah ke Milan?'' tanyanya yang penasaran.


'' Nggak, tenang aja. Aku nggak akan pindah ke Milan.'' ucapnya dan membuat semua yang mendengar menjadi tenang.


'' Terus Lo tinggal dimana?'' tanya Zaki.


Semua yang mendengar pun terheran, dan mereka menjadi ingin tau. Ada hubungan apa antara Naura dan Tania yang tidak mereka ketahui, dan mereka mencoba mencari taunya.


'' Naura, Tania, kami boleh tanya nggak?'' ucap Zaki mewakili teman-temannya.


'' Boleh, apa itu?'' tanya kedua serentak.


'' Sebenarnya, kalian ada hubungan apa?'' tanya Zaki kembali.


'' Kami ini sahabat, tapi kami juga saudara.'' ucap Tania yang membuat semua tambah penasaran.


'' Kalian saudara dari mana? bisa di jelaskan!'' ucapnya kembali.


'' Saudara dari kakak gue dan kakaknya Naura.'' ucap Tania, dan membuat semua kebingungan.


'' Maksudnya gimana si, kami nggak ngerti?'' tanyanya kembali.


'' Kakak ku, sama kakaknya Naura itu menikah. Jadi karena itu kami jadi saudara.'' jelas Tania.


Semua serentak mengangguk pertanda mengerti, kemudian mereka kembali ke tempat duduk mereka. Karena bel juga sudah berbunyi, kini guru mengajar juga sudah tiba. Mereka pun melaksanakan proses pembelajaran dengan sangat baik, hingga tanpa terasa jam istirahat pun tiba.


Karena perut yang sudah lapar, kini Naura dan Tania pun memutuskan untuk pergi ke kantin. Dan disana mereka bertemu dengan Hany, mereka pun duduk di kursi yang sama.


'' Hai Hany, kenalin ini Naura.'' ucap Tania memperkenalkan Naura.


'' Hai kak Naura, aku Hany dari. Senang deh bisa kenalan dengan kak Naura.'' ucapnya dengan tersenyum.


Naura yang melihat senyuman di wajah Hany, ia pun ikut tersenyum. Ia merasa ada kehangatan dibalik senyuman Hany, dan hal itu sungguh membuat ia merasa nyaman.


'' Gimana kalau kita duduk disana dan mengobrol.'' ucap Naura dengan menunjukkan meja kosong.


Mereka bertiga pun langsung menuju ke meja tersebut, mereka mulai berbincang. Dan mereka tidak menyadari kalau Arga memperhatikan mereka, Arga sudah mengetahui niat awal dari Hany sebelumnya. Tapi ia tidak ingin mengacaukan rencana adiknya, jadi ia hanya memantau dari kejauhan saja.


Ryan dan Dion, tidak berkata apapun. Ia hanya mengikuti Arga mengamati Naura, Tania dan juga Hany yang sedang mengobrol di meja sebrang. Ketiganya sangat serius memperhatikan, karena mereka tidak ingin ketinggalan informasi walau sedikit pun.


'' Kak Naura apa kabar, jujur aku senang banget bisa kenal sama kakak.'' ucapnya dengan penuh senyuman.


'' Aku juga senang bisa kenal sama mu Hany.'' balasnya dengan tersenyum.


'' Oh iya kak, dengar-dengar kakak mau ikut olimpiade ya?'' tanya Hany dengan ekspresi penasaran.


'' Iya bener, mana uda dekat lagi.'' ucapnya sambil memikirkan masa olimpiade yang sudah dekat.


'' Kalau begitu semangat kak, aku doain biar kakak menang.'' ucapnya.


Dan di jawab ''amin'' oleh keduanya, kemudian mereka tertawa bersama. Ketiga pemuda yang sejak tadi sudah memperlihatkan mereka, ia pun tersenyum dengan sangat lebar melihat interaksi adik dan juga kekasihnya.