Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 61



'' Udalah Ta, kamu tenang aja biar aja. Nanti beritanya juga hilang sendiri, dan bahkan yang membuat berita akan meminta maaf secara langsung.'' ucap Naura.


'' Ha kok bisa? sulit di percaya kata-kata Lo.'' ucapnya yang memang tidak percaya.


'' Gimana kalau aku minta bantuan sama kakak aku aja.'' ucap Hany yang memberi usul.


'' Nggak usa Hany, aku uda kabari ke kakak aku.'' ucapnya.


'' Gpp kak, kalau mangkin banyak yang bantu maka masalah kakak dan kak Arga bisa selesai dengan cepat.'' ucap Hany.


'' Uda nggak usah, nanti jadi repot masalahnya.'' ucap Naura.


'' Repot ya kak, yauda la. Tapi kakak harus tetap semangat ya, dan jangan pedulikan omongan mereka.'' ucap Hany memberi semangat.


'' Kamu tenang aja Hany, aman itu. Dan dalam waktu dekat pasti yang membuat masalah akan datang.'' ucap Naura.


Tidak butuh waktu lama, ada dua orang berbaju hitam yang datang ke hadapan Naura. Mereka membawa seorang wanita, yang merupakan admin gosip di forum sekolah. Semua mata langsung memandang ke arah Naura, Tania dan Hany.


'' Lapor nona bungsu, ini adalah orang yang menyebarkan buruk tentang nona di forum sekolah.'' ucap salah satu pria berbaju hitam.


'' Oh jadi kamu orangnya, aku kenal kamu dengan baik. Tapi kenapa kamu mau menghancurkan nama baik aku?'' tanya Naura.


'' Ya karena gue benci dengan Lo, Lo itu emang pinter. Tapi Lo itu anak orang miskin, dan kenapa Lo bisa lebih bahagia daripada gue yang anak orang kaya.'' ucap wanita itu yang bernama Ega.


Kedua pengawal Naura tertawa dengan hebat mendengar omongan Ega, dan kini semua yang melihat semangkin penasaran dengan status Naura.


'' Nona kalau nona berkenan, saya ingin memperkenalkan status nona yang sesungguhnya.'' ucap pria itu.


'' Ya tentu silakan, karena sudah terjadi seperti ini. Ya demi keamanan seperti aku harus tunjukkin status aku yang sebenarnya.'' ucap Naura.


Sang pengawal yang mendengar langsung menelepon, dan dalam sekejap ada beberapa orang yang membawa layar besar. Dan kemudian mereka menayangkan monitor, dan mereka mulai melihat siapa sebenarnya Naura.


'' Nggak, nggak mungkin. Lo nggak mungkin nona bungsu dari PT. Star yang mendua itu.'' ucap Ega yang tidak percaya.


'' Tapi maaf, itulah kebenarannya. Dan aku sudah cukup menahan semuanya, kini aku tidak mau lagi mendengar omongan kalian. Aku bukan orang susa yang menjilat orang kaya demi kesuksesan.'' ucap Naura dan membuat semuanya kaget.


Kini semua takjub dan menyangka, ternyata adalah nona besar yang lebih besar dari Zia. Ya sekolah di sekolah ini, dan bahkan sifatnya sangat baik. Dan sangat jauh dari sifat nona besar yang sudah mereka kenal, mereka jadi menyesal setelah menghina naura di forum sekolah.


Mereka yang tadinya menghina Naura di forum sekolah, kini mereka berbondong-bondong mengerumuni Naura. Dan Naura yang melihat mereka, ia langsung membawa teman-temannya untuk pergi meninggalkan kantin.


'' Guys ayo kita pergi, aku malas disini. Disini banyak orang muna, yang hanya mau dengan harta keluarga aku aja.'' ucapnya kemudian meninggalkan kantin.


'' Wau aku nggak nyangka kalau ternyata kakak anak bungsu dari PT.Star.'' ucapnya yang tidak percaya.


'' Jangankan ngkau, aku saja tidak tau. Ara kamu bisa jelaskan nggak!'' ucap Tania.


'' Nanti aja ya di rumah, nggak enak kalau cerita di sini.'' ucap Naura, dan Tania hanya mengangguk.


'' Kak aku boleh tau nggak?'' tanya Hany.


'' Boleh kok, nanti ikut aja pulang ke rumah.'' ucap Tania, dan Naura hanya mengangguk saja.


'' Lah, kenapa kak Tania yang ngasih izin. Bukannya mau ke rumah kak Naura?'' tanya Hany yang heran.


'' Karena kami tinggal bersama sekarang.'' ucap mereka dengan serentak.


'' Iya, ngapain bohong. Nggak bermanfaat banget, ya kan Ara.'' ucapnya meminta persetujuan dari Naura.


'' Iya Tata cantik.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Tata, Ara. Itu nama panggilan kakak?'' tanya Hany.


'' Yap bener banget, Lo pasti heran ya. Jujur awalnya kami juga nggak tau, tapi beberapa hari yang lalu kami baru mengetahui kalau kamu adalah teman semasa kecil.'' ucapnya kemudian melakukan tos yang biasa mereka lakukan sewaktu masih kecil.


'' Hahaha, seperti sangat asik dengan kakak.'' ucapnya.


'' Iya dong, nanti kita ketemu di gerbang sekolah aja ya, karena kami di jemput.'' ucap Tania.


'' Gimana kalau naik mobil aku aja kak.'' ucapnya menawarkan.


'' Eh boleh juga, tapi kita tetap ketemu di depan ya. Nanti hubungi gue aja ya kalau uda pulang.'' ucap Tania.


Mereka pun segera kembali ke kelasnya, kini mereka belajar dengan damai di kelas. Tidak ada lagi yang mengomentari tentang Naura, mereka tambah dekat dengan Naura setelah mengetahui identitas Naura yang sebenarnya.


Tanpa mereka sadari, waktu pelajaran sudah habis. Mereka semua pun langsung pulang, Naura dan Tania kini sedang berada di gerbang sekolah. Mereka sedang menunggu Hany sesuai dengan kesepakatan mereka tadi, dan akhirnya Hany pun tiba.


Mereka berdua langsung naik ke dalam mobil Hany, dalam sekejap mobil pun meluncur. Tanpa terasa akhirnya mereka sampai di rumah Tania, dan mereka langsung masuk ke dalam rumah.


'' Adek-adek kakak uda pulang.'' ucap Desi yang baru saja muncul dari dapur.


'' Iya kak.'' jawab keduanya serentak.


'' Eh ada tamu, ini teman kalian?'' tanya Desi.


'' Iya kak, maaf tadi nggak bilang dulu.'' ucap Tania.


'' Gpp sayang, kakak juga senang kalau kalian ada teman.'' ucap sang kakak dengan tersenyum.


Keduanya langsung memeluk sang kakak, dan Hany merasakan hubungan yang sangat harmonis di antara keluarga itu. Ia juga menjadi merindukan keharmonisan keluarga seperti dulu waktu ia masih kecil, sang ayah yang sibuk dan jarang di rumah, Itulah alasan utama yang membuat hubungan keluarganya renggang.


'' Yuada sana langsung masuk ke kamar aja, tapi sebelum itu. Kakak mau tau, kalian mau dikamar siapa?'' tanya sang kakak.


Keduanya sedang bingung, dan akhirnya mereka berdua melakukan hompimpang. Dan akhirnya jatuh pilihan di kamar Tania, kemudian mereka langsung pergi menuju ke kamar.


Sesampainya di kamar Tania, Hany merasa kaget dengan kamar Hany di di hiasi dengan foto para model. Dan ia pun membuka suara, karena ia juga seorang model yang menutup identitas.


'' Kak Tania seorang model?'' tanya Hany yang penasaran.


'' Iya benar gue seorang model.'' ucap Tania.


'' Tapi aku kok nggak pernah tau ya kalau kakak itu model ya.'' tanya Hany yang heran.


'' Eh tunggu, memangnya kamu juga model ya Hany?'' tanya Naura yang penasaran.


'' Iya kak, hehehe.'' jawabnya sambil tertawa.


'' Apa, Lo model di agency mana?'' tanya Tania yang penasaran.