Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 141



Kiki pun pergi ke pantai asuhan Bilqis, dan ia pun mencari tau apa yang dikatakan oleh Putra. Dan benar saja, ia pun menemukan siapa orang yang mengadopsi Alana. Dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui orang itu, ia tidak menyangka mereka memperlakukan Alana dengan buruk.


Kiki langsung pergi ke rumah orang tua angkat Alana, dan ia menemukan pria itu beserta dengan istri dan juga kedua anaknya. Ia langsung menatap sini sekarang pria, dan pria itu langsung menghampiri.


" Kau sedang apa di sini?" tanya pria itu.


" Kau bilang aku sedang apa."


Plak


Kiki sedang emosi besar dan langsung memukulnya.


" Mengapa kau memukulku?" tanya pria itu.


" Kau masih bisa bertanya, kau memang adalah orang yang tidak tau diri." ucapnya.


" Apa maksudmu?" tanyanya.


" Sebenarnya apa yang dimakan oleh Kiki, dan mengapa ia bisa tiba di sini." batin pria itu.


" Kau sungguh mengecewakanku Roni, selama ini ternyata kau telah menyiksa anakmu sendiri." ucap Kiki.


" Siapa yang sedang kau maksud?" tanyanya.


" Kau adalah Ayah yang tidak berguna, selama ini kau bahkan tidak mengetahui kalau anakmu berada di dekatmu." ucap Kiki dengan menggelengkan kepalanya.


" Siapa yang kau maksud?" tanyanya.


" Aku tidak menyangka, ternyata kau sangat tidak berperasaan. Mengapa dulu Kak Yasmin mau menikah denganmu, orang bodoh dan tidak berperasaan sepertimu nggak pantas untuk Kak Yasmin." ucapnya.


" Ya, aku memang bodoh. Sehingga aku bisa kehilangan Yasmin, sekarang tolong jelaskan apa maksudmu. Dan dimana keadaan Yasmin sekarang?" tanyanya.


" Asal kau tau ya Roni, Kak Yasmin sudah meninggal. Bahkan aku hanya menemukan anak kalian saja." jelasnya.


" Jadi dia melahirkan anak kami, lalu bagaimana keadaannya dan siapa namanya?" tanyanya yang penasaran.


" Anak mu sudah mati Roni." ucapnya.


" Apa maksudmu?" tanyanya.


" Kak Yasmin melahirkan anak kembar, namanya Arsyila dan Asvita." jelasnya.


" Apa anak kembar, Alhamdulillah. Bisakah aku melihatnya, aku sangat penasaran dengan wajah mereka." ucap Roni dengan berderai air mata.


" Untuk apa, kau bahkan sudah membuat salah satunya meninggal." ucapnya yang emosi.


" Apa maksudmu?" tanyanya.


" Apa maksudmu, aku telah membuat Arsyila meninggal. Aku saja belum pernah bertemu dengan mereka." ucapnya yang kebingungan.


" Kau bilang bilang pernah bertemu dengan mereka, padahal kau sudah menyiksanya hingga bertahun-tahun." ucapnya.


" Siapa yang kau maksud Kiki, aku tidak tau." ucap Roni yang bingung.


" Hahaha, kau ini bodoh atau gimana. Selama ini kau sudah bersama dengan Arsyila, walaupun bukan dengan nama Arsyila." ucapnya.


" Mengapa kau tertawa, aku beneran tidak mengerti. Siapa yang kau bilang itu, beri tau aku siapa nama dia!" ucap Roni dengan memohon.


" Kau memang sangat bodoh Roni, selama ini anakmu ada berada di sampingmu. Kau ingin tahu siapa nama dia, nama dia adalah Alana. Dan ia kini sudah pergi meninggalkan kita untuk selamanya, dan itu semua karena kebodohanmu." jelas Kiki dan Roni pun terjatuh.


" Kamu sedang bercanda kan Roni?" tanyanya yang tidak percaya.


" Aku tidak sedang bercanda denganmu Roni, Alana itu adalah anakmu. Selama ini aku selalu mencari keberadaannya, tetapi aku tidak pernah menemukan dirinya. Dan baru-baru ini aku menemukan info tentang keberadaannya, tetapi ternyata dia telah meninggalkanku untuk selamanya. Dan itu semua karena dirimu, Ayah kandung yang tidak becus menjaga anaknya." ucapnya.


" Jadi, Alana benar-benar anakku. Aku sangat bodoh, selama ini aku selalu berada di sampingnya. Kenapa aku tidak pernah menyadarinya, dan kini dia telah meninggalkanku untuk selamanya." ucapnya dengan berderai air mata.


" Kau memang sangat bodoh Roni, dan aku sangat menyesal karena telah membiarkan kamu bisa minta Yasmin. Kak Yasmin adalah kakakku tersayang, orang yang selalu ku sayangi dan ku banggakan. Tetapi karena ulah dirimu, iya telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya." ucap Kiki.


" Maafkan aku Kiki, tolong berikan aku kesempatan sekali lagi. Izinkan aku bertemu dengan Putriku yang satunya, aku janji tidak akan menyakitinya lagi. Aku tidak akan membuat kebodohanku itu menjadi bumerang untuk diriku lagi, izinkan aku untuk bertemu dengannya walau sekali saja." ucapnya.


" Aku rasa kamu sudah tidak berhak untuk bertemu dengannya lagi, selama ini kamu telah menyia-nyiakan Arsyila. Dan aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Arsyifa, lupakan saja keinginanmu itu. Aku akan menjauhkan Arsyifa padamu, aku tidak akan membiarkan keponakanku tersayang tersakiti." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan Roni.


" Tunggu Kiki, izinkan aku bertemu dengannya. aku mohon padamu, satu kali saja." ucapnya tetapi Kiki tidak merespon dan terus melangkah pergi.


" Eelama ini aku mencari terus keberadaannya, aku kira dia menghilang entah ke mana. Bahkan aku juga mengira dia telah meninggal, tetapi ternyata dia telah hidup bahagia dengan keluarga barunya. Dan yang lebih menyakitkannya ia telah menyiksa keponakanku yang satunya, dan kini aku tidak akan membiarkan Alana kembali ke dalam keluarga itu. Aku akan menjaga Alana, aku tidak peduli walaupun aku harus menjaganya dengan nama Rasya." batinnya dengan meninggalkan tempat tersebut.


" Tuan kita sudah sampai di rumah." ucap sopir dan Kiki pun segera memasuki rumah.


" Papa." ucap Rasya yang langsung memeluk Kiki.


" Papa dari mana saja?" tambahnya yang penasaran.


" Papa hanya ingin menyelidiki tentang kehidupanmu di masa lalu, karena Papa masih tidak percaya kalau kamu ternyata adalah saudara kembar dari Rasya. Awalnya Papa mengira kabar kalau Rasya memilih saudara kembar itu adalah bohong, tetapi setelah kehadiranmu akhirnya Papa meyakini semua itu. Dan Papa juga sedang mencari seseorang yang mengetahui tentang masa lalu kalian, Papa tidak ingin orang tersebut menyebarluaskan tentang dirimu sayang." jelas Kiki dan Rasya pun mengangguk.


" Lalu bagaimana, apakah Papa menemukan info mengenai temanku yang mengetahui tentang masa laluku?" tanyanya yang memang sudah sangat penasaran.


" Papa sudah mengetahui siapa sahabat kecilmu itu, nama kecilnya adalah Angkasa. Dan dari informasi yang Papa dapatkan, saat ini ia bersekolah di sekolahmu." jelasnya dan membuat Rasya penasaran.


" Namanya adalah Arya, ia mendapatkan nama itu setelah dia diadopsi oleh keluarga barunya. Dan mungkin juga nama itu sudah tidak boleh keluar dalam kehidupannya, karena keluarga barunya bukanlah orang biasa. Papa senang kalau kamu memang masih mau berteman dengannya, tetapi kamu juga harus mengerti batasan. Dan kamu jangan pernah menyebutkan nama kecilnya di hadapan publik, karena hal itu bisa berbahaya bagi dirimu dan juga bagi dirinya." jelas Kiki yang membuat Rasya penasaran.


" Aku masih tidak tahu apa maksud Papa, mengapa hal tersebut bisa membahayakan diriku dan juga dirinya. Tetapi aku akan tetap menurut pada papa, karena aku yakin yang Papa katakan pasti demi kebaikan diriku." ucapnya.