Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 135



" Tentu saja, aku akan membuat janji pada mereka terlebih dahulu. Lalu setelah itu menentukan tempat untuk bertemu." ucap Natan dan Naura pun mengangguk.


" Kalau begitu aku tunggu kelanjutan." ucap Naura dengan tersenyum.


Tiba-tiba saja Rasya datang, ia langsung bergantian dengan mereka. Dan kini suasana di sana menjadi tegang, dan hal itu membuat suasana hati Naura menjadi semangkin tidak enak. Akhirnya Naura memutuskan untuk pergi ke kelas duluan.


" We, aku ke kelas duluan ya." ucap Naura.


" Ikut." ucap Tania dan Zia serentak.


" Yauda ayo." ucapnya dan keduanya pun langsung berdiri.


" Kalian tidak nyaman dengan kehadiranku ya?" tanyanya.


" Bukan begitu, hanya saja saat ini perasaan Naura sedang kacau." ucap Putra.


" Memangnya apa yang terjadi, atau jangan-jangan ini berhubungan dengan Arga?" ucap Rasya.


" Itu bukan urusanmu, ayo kita pergi juga. Lagian malas jadi obat nyamuk. Kalau begitu selamat bersenang-senang." ucap Arya dan mereka pun langsung pergi.


" Thanks Bro." ucap Putra yang gembira karena bisa dekat dengan Rasya atau Alana.


" Mengapa aku harus bersama dia sih, tetapi mengapa perasaan ku nyaman sekali ya." batinnya.


" Halo Rasya." ucap Putra dengan tersenyum.


" Mengapa kau sangat ramah padaku, padahal kita nggak saling kenal." ucapnya yang bingung.


" Kau tidak mengenalku, tetapi aku mengenalmu. Dan aku yakin suatu hari nanti, kau pasti akan mengingatku." jelasnya dan membuat Rasya tersentak.


" Jangan bilang aku mengenal dirimu sebelum aku kecelakaan, dan kau juga mengetahui kalau aku sudah kecelakaan dan mengalami Amnesia." ucapnya.


" Yang kau katakan itu sangat benar, bahkan dulunya kita sangat dekat. Walaupun sekarang kau tidak mengenalku, setidaknya aku merasa bahagia ketika berada di dekatmu. Karena aku bisa melihatmu hidup dengan sehat, tidak seperti khayalanku yang mengatakan kau telah pergi dari dunia ini." ucapnya dan Rasya pun juga ikut sedih.


" Sku tidak menyangka bisa bertemu dengan orang yang mengenalku sebelum aku menjadi hari ini, tetapi perkataanmu mengatakan sepertinya aku mengalami kecelakaan yang cukup hebat. Dan bahkan kau sampai mengira aku sudah meninggal, apakah kau tidak mengetahui kabar tentang diriku dari keluargaku?" tanya Rasya yang penasaran.


" Jangankan untuk sekedar kabar, bahkan keluarga aslimu mengatakan kalau kau sudah meninggal. Hanya aku yang percaya kalau kau masih hidup, karena kau adalah belahan jiwaku Alana." ucapnya dan membuat Rasya bingung.


" Apa maksud perkataanmu, namaku adalah Rasya bukan Alana." ucapnya yang emosi.


" Berikan pergelangan tanganmu kepadaku, dan aku akan membuktikan kalau kamu adalah Alana." ucapnya dengan tatapan yang sangat serius.


Rasya awalnya bingung, tetapi karena Ia memang merasa kalau sepertinya ada rahasia. Akhirnya ia pun menunjukkan pergelangan tangannya, langkah-langkah terkejutnya ia ketika Putra mengetahui ada tato di sana.


" Ini sangat tidak mungkin Untuk dipercaya, jika aku Alana lalu siapa Rasya. Dan mengapa wajahnya sangat mirip dengan diriku, hal ini sungguh sangat memusingkan." ucapnya yang tidak mengerti.


" Aku akan menjelaskannya kepadamu, karena aku juga sudah menyelidiki semuanya. Sebenarnya Rasya ini adalah kembaranmu Alana, dan dia mengalami kecelakaan kemudian meninggal. Kebetulan saat itu lokasi kejadian kecelakaan kalian begitu dekat, dan bisa dikatakan kemungkinan para petugas salah mengenali kalian." jelas Putra.


" Apakah kau memiliki bukti, karena Rasya adalah anak tunggal. Sangat tidak mungkin Ia memiliki kembaran, ini sungguh sangat aneh bagiku." ucapnya yang masih tidak percaya.


Putra tidak menyerah, iya terus aja berusaha untuk menjelaskannya. Kini iya teringat dengan sebuah foto yang diberikan oleh Arya, ia pun menyadarkan foto tersebut kepada Rasya. Dan alangkah kagetnya Rasya ketika melihat foto tersebut, karena di dalam foto itu ada tiga orang anak kecil. Dua diantara mereka kembar dan satunya adalah anak laki-laki, mereka tampak sangat bahagia.


" Kedua anak perempuan ini siapa, dan siapa juga anak lelaki ini?" tanyanya dengan menatap foto tersebut.


" Anak perempuan itu adalah kamu dan juga Rasya ketika masih di panti asuhan, dan anak laki-laki itu adalah sahabat dekat kamu." jelasnya.


" Jadi maksud kamu Rasya adalah anak angkat keluarga ini, begitu juga dengan aku yang telah diangkat oleh keluargaku." ucapnya dan Putra pun mengangguk.


" Ya itulah kebenarannya, nama asli kamu sebelum diadopsi adalah Arsyila. dan nama Rasya sebelum diadopsi adalah Asyifa." jelasnya.


" Hal ini sangat sulit untuk dipercaya, tetapi bisakah kau membawaku ke panti asuhan itu. Aku pasti ingin mengembalikan ingatanku, jujur saja belakangan ini aku merasa tidak nyaman. Aku mulai merasa kalau aku bukanlah Rasya, dan hari ini kau datang dan memberitahu diriku kalau ternyata aku adalah Alana. Aku belum bisa sepenuhnya mempercayai dirimu, tetapi setidaknya tolong bantu aku untuk mengembalikan ingatanku." ucapnya dengan ekspresi memohon.


" Tentu saja aku akan membantumu, karena aku juga sudah tidak mau hidup tanpamu pacarku tersayang." ucapnya dan membuat ia tersentak.


" Jadi ternyata kau adalah pacarku, pantas saja aku merasa nyaman ketika bersama denganmu. Tetapi maafkan aku, aku masih belum bisa menerima semua ini. Mungkin setelah ingatanku boleh, aku baru bisa menerimanya. Tolong bantu aku untuk memulihkan ingatanku, karena aku sudah lelah untuk menjadi Rasya." ucapnya dengan menggenggam tangan Putra.


" Tentu saja, apapun akan aku lakukan untuk dirimu. Aku akan membantumu untuk segera memulihkan ingatanmu, karena jujur saja aku sangat tersakiti. Aku tidak sanggup ketika harus melihatmu dekat dengan lelaki lain, tetapi aku tidak bisa berkata apa-apa. Karena saat ini aku tidak memiliki hak atas dirimu, jangankan hak kau saja tidak mengingat diriku." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


" Maafkan aku Putra, entah kenapa aku merasa bersalah ketika melihatmu seperti ini. Dan jujur saja aku tidak bisa melihat kau seperti ini, maafkan aku dan tolong bantu aku." ucapnya.


" Kamu tenang saja, aku pastinya akan membantumu untuk memulihkan ingatanmu. Dan aku yakin pasti kamu sudah kangen dengan keluarga yang merawatmu selama ini, keluarga yang sangat terpuruk ketika mendengar kabar akan kematianmu. Tetapi ternyata kau masih hidup hingga saat ini, pastinya mereka akan sangat bahagia ketika melihat wajahmu kembali." jelasnya dan Rasya pun langsung memeluknya.


Keduanya tampak berbicara dengan sangat akrab, banyak orang yang merasa heran dengan hal tersebut. Terutama dengan sikap dan karakter yang dimiliki oleh Putra, mereka semua tahu siapa Putra. Dan mereka sudah mengenal sikap Putra, walaupun Putra merupakan anak baru di sekolah itu. Namun, mereka tahu kalau Putra adalah sepupu dari Arga, dan hal tersebut yang membuat mereka enggan untuk dekat dengan Putra.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Derai Yang Tak Terbendung


2. Rela Walau Sesak


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna