
" Kakak jelaskan lagi ya, sekarang kakak tanya. Jantung adek berdebar saat dekat dengan Arga saja atau juga dengan orang lain?" Leo menjelaskan kembali.
" Saat ini sih, saat dekat dengan kak Arga aja kak." jawabnya pada Leo dengan ekspresi masih bingung.
" Nah, kalau begitu Adek jatuh cinta sama Arga." jelas Leo.
" Masa si kak, kayaknya nggak mungkin la. Kan aku belum lama kenal sama kak Arga." jelasnya menentang argumen Leo.
" Yang namanya cinta nggak ada yang tau dek, kapan datangnya dan pada siapa?" jelas Leo untuk meyakinkan Naura kembali tentang perasaannya pada Arga.
" Jadi gitu ya kak, tapi aku belum yakin." Naura masih sangat bimbang.
" Yauda coba Adek pikirkan aja dulu. Kakak keluar dulu." ucapnya sambil melenggangkan kaki menuju keluar dan melambaikan tangannya.
Naura hanyut dalam lamunannya dan memikirkan perkataan sang kakak mengenai perasaannya pada Arga. Akhirnya tanpa sadar Naura terlelap tanpa makan malam.
Semua orang sedang berkumpul di meja makan, sang ayah yang tidak melihat Naura. Ia hendak melenggangkan kakinya menuju anak tangga. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar sebuah suara.
" Ayah mau kemana?" tanya Leo.
" Mau manggil Naura." jawabnya
Leo menarik tangan ayahnya menuju meja makan.
" Naura uda makan di luar ayah, sekarang dia sedang kecapean." jelas Leo.
" Uda makan, kecapean?" tanya ayah yang sedang kebingungan mendengar perkataan putra sulungnya itu.
" Iya ayah, tadi Naura pergi jalan-jalan jadi uda makan di jalan juga." jelas Leo, untuk menjawab pertanyaan sang ayah yang sedang kebingungan.
" Kakak tau dari mana?" tanya ayah yang tambah penasaran.
" Kebetulan sebelum jalan-jalan tadi, Naura telpon kakak." jawabnya dengan santai, dan seperti yang dikatakannya adalah hal biasa
Ayah yang merasa heran, Leo dan Naura memang dekat. Namun, untuk izin pergi tidak mungkin izin pada Leo. Bukan karena apa, tapi Leo belum memegang tanggung jawab atas Naura. itu la yang sedang ada dalam pikirannya ayah saat ini.
Melihat tatapan ayahnya yang tampak seperti orang kebingungan, akhirnya Leo memutuskan untuk memberitahukan kalau yang menelpon sebenarnya adalah teman Naura.
" Ayah bingung ya, biar Leo jelaskan. Sebenarnya yang menelpon Leo tadi adalah teman Naura ayah. Ayah lupa ya, kalau kakak lulusan sekolah itu." jelas Leo dan mendapatkan anggukan dari sang ayah.
Sedangkan Febri dan Sandra tampak sudah tidak peduli dengan Naura. Bagi mereka Naura adalah perusak kebahagiaan mereka. Namun, mereka belum mengetahui siapa sebenarnya Naura.
Sebenarnya tanpa mereka, Naura juga bisa hidup aman dan damai. Karena Naura memiliki status yang tidak di ketahui oleh orang banyak. Bahkan bunda dan kakeknya yang selama ini tinggal dengannya juga tidak mengetahuinya.
Mereka semua pun akhirnya makan malam dengan lahap, dan seperti biasa mereka akan mengobrol di ruang utama setelah makan. kecuali setiap malam selasa, yaitu hari senin. Hari itu adalah jadwal rutin melakukan interogasi. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh pak Bagas selaku kepala keluarga. Namun, belakang tugas ini di lakukan oleh Leo putra sulungnya.
Ditempat lain, tepatnya di rumah Zia, dia sedang mengamuk karena dia mendengar berita tentang Naura. Dia emosi karena tidak bisa masuk ke kelas unggulan, padahal ayahnya adalah salah satu pemegang yayasan di sekolah itu.
Zia membanting semua barang yang ada di dalam kamarnya hingga suara kekacauan itu terdengar sampai ke luar kamarnya. Sang papi yang panik langsung mendatangi kamar putri bungsunya itu.
" Sayang kamu kenapa?" tanya sang ayah yang berada di depan pintu kamar.
" Ayah kenapa si, aku cuma masuk kelas XI²." ucapnya dengan emosi.
" Kan itu sudah bagus sayang, untuk masuk ke kelas itu saja sangat susa." ucap sang ayah, untuk menenangkan putrinya.
" Tidak mungkin, buktinya ada yang bisa masuk kelas XI¹." ucapnya masih dengan nada yang tinggi.
" Apa, nggak mungkin. Apa mungkin dia juga anak dari yayasan?" tanya sang papi yang mulai mencurigai status siswa yang masuk ke kelas unggulan.
" Ntalah." jawabnya kemudian duduk di tepi tempat tidur.
" Kamu tenang ya sayang, papi akan cari tau identitas siswa itu." ucapnya untuk menenangkan, dan mengelus kepala putrinya itu.
" Benar ya papi, memang papi yang paling sayang sama Zia." ia pun memeluk sang papi dan tersenyum sangat lebar.
Setelah Zia tenang, papinya pun segera keluar dari kamar Zia dan langsung menuju ke kamarnya. Ia pun segera menelpon anak buahnya untuk mencari tau siapa anak baru yang berhasil masuk ke kelas unggulan itu.
Biodata...
Nama : Naura Abiyasya
Usia : 16 tahun
Kelas : XI¹ SMA A Jakarta
Sekolah sebelumnya : SMA C Bandung
Biodata Orang Tua...
Bapak
Nama : Bagas Abiyasya
Pekerjaan : CEO PT. Abiyasya
Ibu
Nama : Tiara Larasati
Pekerjaan : Guru SMP T Bandung
Alangkah kagetnya pria itu yang bernama "Jarot Talfika" itu. Pria tidak percaya ketikan mengetahui siapa siswa yang membuat anak bungsunya merasa iri.
" Ternyata kau Naura, pantas saja putri ku sampai iri padamu. Tapi putri ku tidak akan pernah sanggup bersaing dengan mu. Seandainya dulu bunda mu mau sama saya, kau pasti sudah jadi putri saya Naura." ia pun akhirnya hanyut dalam lamunannya.
flashback on
" Dek, bagaimana kita lanjutkan atau tidak hubungan kita?" tanya pada Tiara yang merupakan bunda Naura.
" Kalau aku terserah saja mas, tapi aku mau bilang sama anak ku terlebih dahulu. Kamu juga mas, aku tidak ingin nantinya hubungan kita hancur di tengah jalan." jelasnya dan mendapat anggukan dari Jarot.
" Yang adek bilang ada benarnya juga. Kalau gitu kita adakan pertemuan keluarga besok, adek bisa?" tanya Jarot yang tidak ingin mengambil keputusan sendiri, dan akan berbahaya jika rencana itu sampai gagal.
" Bisa mas, mau ketemu dimana?" tanya Tiara yang memang tidak mengetahui tempat mereka akan mempertemukan kedua keluarga yang kemungkinan akan menjadi satu keluarga.
" Di restoran Y jam 8 malam." jawabnya dan mendapatkan anggukan dari Tiara.
Keesokan harinya mereka berkumpul di tempat yang telah mereka sepakati kemarin. Tiara membawa Naura dan ayahnya. Sedangkan Jarot membawa ketiga anaknya.
Mereka makan dengan damai, hingga Jarot pun mengambil pusat perhatian.
" Anak-anak semua, perkenalkan ini mamanya Tante Tiara. Disebelah sana ada Naura anak Tante Tiara dan juga kakek Danu." jelasnya memperkenalkan semua.
" Lalu tujuan kita di kumpulkan apa?" tanya salah satu dari anak Jarot.
" Papi berencana untuk menjadi Tante Tiara sebagai mami kalian." jelas Jarot dan membuat ketiga anaknya yang datang terkejut.
" Nggak, papi bercanda kan?" tanya gadis kecil yang masih belum bisa menerima kepergian sang mami.
Hai guys, sedikit pengenalan
Nama : Tiara Larasati
Status : Bunda Naura
Sifat : Sifat dan baik dan mengerti mungkin
hobby : Memasak