Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 22



Akhirnya mereka melakukan video call, dan alangkah kagetnya Tania ketika mengetahui siapa kakak angkat dari Naura. Ya dia tahu siapa Rangga dan dia tidak menyangka kalau Naura adalah adik angkat dari Rangga.


" Pak, pak, pak Rangga." ucapnya dengan spontan dan juga rasa takut, ia sudah lama mengenal Rangga. Namun, ia tidak pernah bertegur sapa secara langsung.


" Kamu kenal dengan Kak Rangga Tan?" tanya Naura yang merasa kaget kalau ternyata sahabatnya kenal dengan Rangga.


" Emm itu, itu, pak Rangga bos aku di agency model." jelas Tania dan membuat Naura kaget, selama ini Naura tidak mengetahui kalau Tania ternyata adalah seorang model.


Rangga yang mengetahui kalau Tania ternyata adalah salah satu modelnya Ia juga merasa kaget, dan ia juga sangat bahagia karena ternyata adiknya berteman dengan model dari agency nya. Dengan begitu Rangga dapat mengawasi Naura melalui Tania.


" Wah, gue tidak menyangka, kalau ternyata adik gue berteman dengan salah satu model di agency tempat gue kerja." jelas serangga dengan tersenyum lebar.


Tania yang tidak pernah melihat Rangga tersenyum, ia merasa kalau momen itu adalah momen yang sangat langka. Dan ia berniat untuk menceritakan momen ini kepada teman-temannya di agency model.


Rencana itu sudah tergambar dengan sangat nyata di dalam otak Tania. Namun, tiba-tiba saja Rangga memperingatkan Tania agar tidak memberitahu kepada siapapun. Jikalau Naura adalah adik dari Rangga, bukan tanpa sebab tetapi Rangga takut kalau ada yang menyakiti adik kesayangannya itu.


" Tania gue senang lo adalah teman dari adik gue. Tapi lu harus ingat, jangan ada yang tahu kalau lo berteman sama adik gue. Dan lo nggak boleh ceritain siapa identitas adik gue ke siapapun." jelas serangga dan membuat Tania sangat kebingungan.


" Maaf nih pak, bukannya saya mau lancang ya. Kalau boleh tahu, kenapa bapak tidak ingin ada yang mengetahui Naura?" tanyanya dengan rasa penasaran yang sangat menggebu-gebu.


" Saat ini gue belum bisa cerita, tapi nanti lo juga akan tahu sendiri apa alasannya. Dan sekarang gue minta tolong sama lo, kalau lu memang sayang sama adik gue, lo jangan kasih tahu identitas adik gue ke siapapun." jenis serangga yang membuat Tania semakin panik dan tidak tahu harus mengatakan apapun. Ia hanya mengangguk pertanda setuju dengan perkataan Rangga.


" Gue sayang pak sama Naura, dan gue janji nggak akan ada yang tahu siapa Naura. Dengan perkataan bapak tadi jujur saya merasa takut akan terjadi sesuatu sama Naura." jelasnya dengan wajah penuh kepanikan.


" Bagus kalau lo ngerti, dan gue harap lo bisa bantu gue buat jaga Naura. Ya yang seperti lo tau gue jarang banget ketemu sama naura, dan Naura juga tidak tinggal serumah sama gue." jelasnya dan mendapat anggukan dari kedua wanita itu.


Namun, Naura yang merasa aneh dengan tingkah Rangga. Ia pun menanyakan pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh Rangga.


" Sebenarnya apa sih yang kakak takutin?" tanya Naura yang sangat penasaran.


" Kakak cuma nggak mau adek terluka karena urusan bisnis Kakak dek." jelasnya dengan wajah teduh dan seperti ingin menangis.


Oleh karena itu ia tidak ingin kehilangan lagi, sudah cukup kekasihnya pergi. Dan kini ia tidak ingin kehilangan adik kecilnya, dia hanya ingin adiknya bahagia. Dan tidak merasakan sakit seperti yang diderita oleh kekasihnya waktu itu.


" Kakak kenapa sedih, Ya udah kalau kakak nggak mau cerita sama adek. Adek juga nggak apa-apa kok Kak." ucapnya setelah melihat ada air mata di bawah kelopak mata sang kakak.


" Maaf ya dek, Kakak belum bisa cerita sekarang. tapi Kakak janji, nanti kalau kakak sudah sanggup untuk cerita. Kakak pasti akan ceritakan semuanya sama adek." jelas Rangga yang baru saja tersadar dari lamunannya, dan Naura hanya mengangguk saja dan ia berharap apa yang dikatakan oleh kakaknya adalah kebenaran.


Naura pun tidak mempertanyakan kembali, mengapa Rangga tidak ingin kalau ada orang yang tahu kalau dia adalah adeknya. kini Ia memutuskan untuk kembali mengobrol dengan Tania, jujur ia sangat penasaran. Ternyata sahabatnya adalah seorang model, dan Ia baru mengetahuinya.


Sambungan telepon pun akhirnya terputus, Rangga sudah mulai sibuk dalam lamunannya. Ia merasa bersyukur karena Tania model di agency nya itu adalah sahabat dari adiknya. Namun, ia juga merasa takut, kalau suatu saat ada orang yang menyelakai adiknya.


Ia yang merasa takut, Ia pun menghubungi pengawal pribadinya. Dan ia menugaskan pengawal itu untuk selalu mengikuti Naura, saat ini status Naura sebagai adiknya memang belum diketahui oleh rekan-rekan kerjanya. Namun, status Naura sebagai sahabat dari salah satu model di agency pasti akan diketahui. Dan itu juga akan membahayakan sang adik.


Kecantikan dari sang adik, itu juga yang membuatnya khawatir. Rekan-rekan kerjanya yang terkenal buaya itu, pasti akan mendekati adiknya ketika melihat wajah cantik sang adik.


Kini iya belum menemukan seseorang yang dapat menjaga adiknya. Ia berharap kalau adiknya memiliki seorang kekasih yang dapat menjaganya. Namun, hingga kini sang adik masih belum memiliki kekasih. Dan itu yang menjadi pikiran Rangga semenjak kepergian sang kekasih.


Ia telah gagal menjaga kekasihnya, dan kini ia tidak ingin gagal lagi untuk menjaga adiknya. Saat ini sosok wanita yang dia sayangi hanya tinggal adiknya Naura. Walaupun Naura tidak ada hubungan darah dengannya, ia sudah sangat menyayangi Naura sejak kecil.


Sebenarnya masih ada yang harus ia lindungi selain Naura, yah dia adalah adiknya Zia dan juga ibu tirinya Putri. Sebenarnya ia tidak menyukai ibu tirinya itu. Namun, karena Zia menyukainya ia tidak bisa berkata apa-apa dan menyetujuinya saja.


Di dalam rumahnya, semuanya harus menuruti perintah Zia. Bila ada yang menyakiti hati Zia, sang papi pasti akan bertindak. Dan hal itu yang sangat tidak disukai oleh Rangga dan juga adiknya Reza.


Sang papi lebih menyayangi Zia yang merupakan putri bungsunya, ketimbang kedua putranya yang selalu bersamanya. Zia walaupun tampangnya cantik tapi sebenarnya dia adalah anak yang pemarah.


Menghadapi Zia sangat la sulit, dia yang memiliki sikap pemarah itu. Dan itulah yang menjadi kelemahan sang papi. Rangga dan Reza sudah sangat muak dengan tingkah yang dibuat oleh Zia.


Oleh karena itu, mereka tidak terlalu memperdulikan sia. Mereka hanya akan mengadukan kepada papinya, apa saja yang dilakukan oleh dia. Terima atau tidak terima mereka harus selalu memberikan kabar itu kepada sang Papi. Agar sang Papi dapat memberikan hukuman kepada Zia.