
Ia tak menyangka, ternyata kakak dan kakak iparnya sudah menyiapkan semuanya untuk nya. Ia sungguh bahagia, dan ia tidak akan merasakan ketakutan yang ia rasakan selama beberapa bulan. Ketakutan yang di sebabkan oleh ibu tirinya itu, sungguh membuat trauma.
Tetapi kini, ketakutan itu tidak akan kembali. Dan kebahagiaan yang akan selalu datang menyertai dirinya, apalagi sekarang ia tinggal bersama dengan sang kakak yang sangat menyayanginya. Ia telah keluar dari sangkar yang membuat trauma itu.
Kebahagiaan akan selalu menantinya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.
" Siapa?" Tanyanya yang memang tidak mengetahui.
" Ini kakak dek." Jawab Desi yang sedang berada di balik pintu.
" Oh kakak, masuk aja Kak. Pintunya nggak adek kunci." Ucap Naura.
Desi pun langsung masuk, Ia pun melihat sang adik yang kini tengah duduk di atas tempat tidur. Ia mengetahui kebiasaan sang adik yang suka melamun, Ia meyakini kalau sang adik baru saja melamun. Ia tersenyum lebar melihat senyum di wajah adiknya, senyum yang sangat ia dan ayahnya rindukan.
Senyum adik kecil kesayangannya itu, senyum yang selalu membawa kebahagiaan. Sejak kecil Ia adalah anak perempuan satu-satunya, dan ia selalu menginginkan memiliki seorang adik perempuan. Ketika mengetahui keberadaan Naura, Desi sangat gembira. Tiba-tiba saja ia menjadi teringat tentang masalahnya.
Flashback on
" Desi kemari." Panggil sang ayah.
" Iya Ayah." Jawabnya kemudian berlari menghampiri ayahnya.
" Kenalin ini namanya Naura, dia adik sepupu kamu. Dan ini bundanya Naura, adik ayah." Ucap sang ayah memperkenalkan Naura dan bundanya kepada Desi.
Desi pun menyalin tangan bundanya Naura, kemudian ia memeluk Naura. Mimpi terbesar Desi akhirnya terwujud, walaupun dengan ragukan adik kandungnya. Tetapi ia sangat bahagia dengan kehadiran Naura, Iya merasa kalau gini ia telah menjadi seorang kakak.
" Ayah Desi boleh bawa Naura nggak?" Tanyanya dengan lembut.
" Ya udah sana, tapi ingat jangan jauh-jauh ya. Nanti kalian tersesat lagi, ayah kan panik nanti jadinya." Ucapkan Ayah dan diangguki oleh Desi.
Keduanya pun pergi meninggalkan Sandy dan juga Tiara, Mereka pergi ke taman belakang rumah. Mereka bermain ayunan, sambil bercerita tentang kehidupan masing-masing. Awalnya mereka menceritakan kehidupan sekolah, tetapi kemudian mereka berpindah ke cerita kehidupan pribadi.
Desi yang merupakan salah satu anak tercerdas di sekolahnya, ia juga tidak menyangka kalau adik sepupunya ini adalah saingannya diperlombaan esok. Perlombaan yang seharusnya pesertanya adalah anak-anak tingkat SMP, tetapi adiknya ini masih tingkat SD. Ia menjadi penasaran akankah adiknya ini memenangkan perlombaan itu, Ia tidak memperdulikan lagi kemenangannya. Tetapi ia tetap belajar, menang ataupun kala itu adalah urusan belakang. Yang terpenting adalah ia menikmati pembelajaran dengan nyaman, dan tidak mengumandangkan otaknya untuk berpikir hal yang tidak ia mengerti.
Akhirnya mereka pun melanjutkan cerita ke kehidupan pribadi, Desi awalnya iseng bertanya di mana Ayah Naura. Dan Naura tidak menjawab apa-apa, Desi Yang penasaran pun akhirnya bertanya kepada ayahnya. Alangkah kaget dirinya, ketika ia mengetahui kalau kedua orang tua Naura telah berpisah. Dan kini Adiknya Naura itu, hanya tinggal berdua saja dengan tantenya.
Desi ingin menangis ketika mengetahui kondisi adiknya itu, ia merasa kasihan dengan adiknya. Adiknya ini masih sangat kecil, tetapi harus menghadapi perpisahan kedua orang tuanya. Ia yang masih menginginkan keluarga yang harmonis, dipaksa memilih ikut dengan ayah atau bundanya.
flashback off
kisah-kisah memilukan itu terus terbayang dalam benak Desi, padahal Naura sudah melarangnya untuk tidak mengingat masa lalu. Bukannya ia tidak mau sadar dari mana asalnya, tetapi ia tidak ingin merasakan rasa sakit yang pernah ia rasakan sebelumnya. Kini ia hanya ingin hidup bahagia bersama dengan orang-orang yang memang mencintainya dan menginginkan dirinya, bukan orang yang melupakan dirinya.
'' Kakak pasti ingat masa lalu lagi ya?'' tanya Naura dan membuat Desi kaget.
'' Maaf dek, kakak tiba-tiba aja teringat.'' ucapnya dengan rasa takut, karena ia tidak ingin menghadapi kemarahan sang adik.
'' Yauda mau bagaimana lagi, tapi kakak kan tau. Adek itu nggak suka kalau kakak mengingat masa lalu ku, karena jujur aku saja tidak ingin mengingatnya.'' ucapnya dengan jujur, baginya masa lalu hanya menyisakan kesedihannya saja. Tidak ada kebahagiaan yang tertinggal di sana.
Tiba-tiba saja Tania muncul, dan ia merasa iri karena kakak ipar dan sahabatnya berpelukan tanpa mengajak dirinya.
'' Ih nggak ajak-ajak ni.'' ucapnya dengan ekspresi kesal.
'' Uda jangan marah, mending sini gabung.'' ucap sang kakak yang kemudian mengulurkan tangannya menyambut kedatangan Tania.
Mereka pun duduk bersama dan mengobrol, kini Tania menjadi mengetahui masa lalu tentang Naura. Walaupun dia gitu Naura tidak enggan lagi kepada Tania, karena gini Tania bukan hanya menjadi sahabatnya. Tetapi Tania sudah menjadi saudaranya, dan jujur ia sangat bahagia karena memiliki saudara sebaik dan secantik Tania.
Dengar cerita tentang kehidupan Naura, tiba-tiba saja Tania meneteskan air matanya. Desi dan juga Naura justru tertawa, mereka tertawa karena melihat maskara Tania yang luntur.
'' Kak Desi, Naura kenapa kalian tertawa? gue tuh lagi sedih dengar cerita tentang kehidupan kamu Naura.'' ucapnya dengan ngasal.
'' Maaf Tan, habis maskara mulut.'' ucapnya dengan tersenyum, begitu juga dengan Desi yang sedang tertawa dengan menutup mulutnya.
'' Apa.'' ucapnya dengan kaget kemudian mengambil handphone dari kantongnya, kemudian ia bercermin. Banyak bicara Tania langsung melarikan diri, dia merasa malu karena maskaranya luntur.
Desi dan Naura masih duduk di dalam kamar Naura, mereka masih sibuk menertawakan Tania. Tawa mereka yang begitu kuat membuat Tirta hadir ke sana, dan Tirta pun penasaran mengapa istri dan adik iparnya itu tertawa dengan sangat kuat.
'' Sayang mengapa kalian tertawa?'' tanyanya yang penasaran.
'' Itu sayang, si Tata tadi maskaranya luntur.'' ucapnya sambil mengingat kejadian barusan.
'' Ya ampun itu anak, gimana bisa sampai luntur?''tanyanya kembali yang memang sangat penasaran.
'' Tadi itu kami cerita masa lalu, eh dianya malah meloh. Dan Jadi lu ntar deh maskaranya.''ucapnya kembali masih dengan wajah ketawa.
'' Memang cerita apa sampai meloh?'' tanya Tirta yang begitu penasaran.
'' Cerita tentang masa lalu aku Kak. jawab Naura.
Tirta yang mendengar jawaban Naura Ia pun tersentak, sedikit banyaknya ia sudah mengetahui tentang kehidupan yang Naura. Dan jujur saja masa kecil Naura adalah masa yang sangat memiluhkan, bahkan ia saja bisa menangis, apalagi sang adik yang memang cengeng.
Jangan lupa baca juga ya karya terbaru Nafras
Rela Walau sesak
Dan jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe. selalu dukung NaFras ya teman-teman.