
" Bunda, aku tuh marah. Bukan karena bajuku akan rusak, tapi karena aku harus ganti baju lagi." ucapnya, dan bunda hanya menggelengkan kepalanya.
" Yauda la sayang, nggak usa marah ya. Kau nggak kasihan dengan Ara?" tanya bunda.
" Iya bunda, bunda tenang aja. Aku nggak akan marah sama Ara, tapi ada syaratnya." ucapnya dengan tersenyum.
" Memang apa syaratnya?" tanya Bunda.
" Bunda nggak boleh tau, hanya aku dan Ara saja yang boleh tau." ucapnya.
" Ih uda main rahasia-rahasiaan ya sama bunda." ucap bunda yang kesal kemudian langsung pergi meninggalkan kamar Ara.
" Bunda sudah pergi, sekarang syaratnya apa?" tanya Naura yang penasaran.
Tania pun langsung menarik Naura, kemudian ia pun membisikkan apa yang ia inginkan. Dan sontak saja Naura pun terkejut, ia tidak menyangka dengan apa yang diminta oleh Tania.
" Aku nggak salah denger kan?" tanya Naura yang tidak percaya.
" Nggak, aku memang ingin menjahili cewek itu. Dari kabar yang aku dengar dia selalu saja mengganggu Leo, kau bantuin aku ya." ucapnya dengan menyatukan tangannya.
" Ok, aku akan bantuin kau, tapi bagaimana cara kita untuk bertemu dengan cewek bernama Yuna itu." ucap Naura.
" Kalau tentang itu kau tenang saja, semua sudah aku susun. Jadi kita tinggal jalankan rencana." ucap Tania.
" Yauda, kalau begitu aku tinggal nunggu perintah." ucap Naura dengan memperlihatkan kedua ibu jarinya.
" Ok itu baru sahabat aku." ucap Tania, kemudian ia langsung keluar dari kamar Naura.
Setelah Tania pergi, Naura pun memikirkan apa yang dikatakan oleh Tania. Naura sebenarnya masih ragu untuk menyetubuhinya, tetapi ia tidak bisa berkata apa-apa. Kini Tania adalah sumber kebahagiaannya, bila Tania bahagia maka ia juga akan bahagia. Apalagi saat ini Tania sedang menjalin hubungan dengan kakak tirinya, walaupun Leo adalah kakak tirinya. Tetapi Leo sangat menyanyinya, karena itu ia juga akan selalu mendukung hubungan keduanya.
Naura terus saja memikirkan apa yang dikatakan Tania, ia kini menjadi penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Tania untuk Yuna. Seorang gadis yang sering mengganggu hubungan Tania dan juga Leo itu. Naura terus hanyut dalam pikirannya, hingga tidak terasa akhirnya ia pun terlelap.
...----------------...
Pagi yang cerah, kini Yuna sedang bersiap untuk pergi ke sekolah. Ia sengaja berdandan untuk menarik perhatian Leo. Yuna sudah sampai di kampus, ia melihat Leo yang baru saja turun dari mobil. Ia pun segera menghampiri Leo, dan menanyakan pada Leo tentang penampilannya.
" Selamat pagi Leo." ucapnya tetapi tidak di hiraukan oleh Leo, Leo terus saja berjalan.
" Aku pastikan, kau akan jatuh hati pada ku." batinnya, kemudian ia terus mengejar Leo.
" Leo, Leo." ucapnya, lalu tiba-tiba saja ia keseleo. Dan ia kaget karena ada sebuah tangan yang membantu.
" Terimakasih Le…" ucapnya yang terhenti ketika melihat wajah orang yang menolongnya.
" Kau siapa, dimana Leo?" tanyanya, kemudian melihat ke arah Leo yang kini sudah sampai di lobby fakultas.
" Lepaskan aku." Bentak Yuna, dan pemuda itu langsung melepaskan Yuna dan akhirnya Yuna pun terjatuh. Kemudian pemuda itu langsung pergi.
" Dasar kau, mau kira tidak sakit apa." bentak Yuna, dan kini ia menjadi pusat perhatian.
" Kasihan sekali Yuna." ucap seorang mahasiswi yang lewat.
" Sudahlah, dia pantas mendapatkannya. Kau kan tau dia selalu berusaha mendekati cowok yang menurutnya kaya dan ganteng. Bahkan ia tidak perduli kalau cowok itu sudah punya pacar." ucap mahasiswi yang satunya lagi.
" Yang kau katakan memang benar." ucapnya kemudian mereka langsung pergi menuju ke fakultasnya.
Yuna yang mendengarnya pun menjadi kesal, dan ia pun segera pergi menuju fakultasnya. Dan ia terus berusaha untuk mendekati Leo, tapi Leo tampak tidak memperdulikannya. Tetapi ia tidak menyerah.
" Leo." panggilnya.
" Kalian akan ibu bagi menjadi beberapa kelompok." ucap dosen yang baru saja tiba.
" Apa, bisa tidak pilih kelompoknya sendiri bu?" tanya salah satu mahasiswa.
" Tidak, ibu sudah membagi. Dan semua nama ada di dalam kertas ini, kalian bisa lihat sendiri. Ibu ada urusan dulu." ucap dosen itu, dan kemudian ia segera pergi meninggalkan ruang kelas.
Setelah dosen itu keluar, Aby yang merupakan ketua kelas. Ia langsung mengambil kertas dan membacakan setiap kelompok. Alangkah kagetnya semua, ketika mendengar Yuna satu kelompok dengan Leo.
" Wadu, kayaknya akan terjadi perang ni." ucap Farel dengan menatap Irfan.
" Yang kau bilang masuk akal." ucapnya dan Irfan hanya mengangguk.
" Hai Leo, kita satu kelompok ni." ucapnya dengan menghampiri Leo.
" Terus?" tanya Leo dengan ekspresi datar.
" Yuk kita kerja kelompok." ucap Yuna.
" Yauda ayo." jawabnya.
Keduanya pun mengerjakan tugas, semua mahasiswa dan mahasiswi mengerjakan dengan sangat serius. Hingga tanpa terasa jam perkuliahan pun telah selesai, kini semua mahasiswa dan mahasiswi keluar dari ruangan kelas.
" Leo." panggil Yuna.
" Ya, ada apa?" tanya Leo.
" Tugas kita belum siap, gimana kalau kita kerjakan setelah pulang kuliah nanti." ucapnya.
" Yuada, terserah." ucapnya.
" Kalau gitu, nanti aku kabari lokasinya ya." ucapnya dengan tersenyum.
" Ok." jawabnya, kemudian langsung pergi meninggalkan Yuna.
Kini Leo pergi menemui teman-temannya di kantin, dan terlihat Leo sedang kesal saat ini.
" Kau kenapa?" tanya Farel.
" Pakai nanya lagi, kau kan tau apa yang membuat aku kesal." ucapnya yang ketus.
" Sudah pasti tentang Yuna kan." ucap Irfan.
" Ya begitulah, dan jujur aku sangat malas satu kelompok dengannya." ucapnya.
" We, kenapa seperti Leo sedang kesal?" tanya seorang mahasiswi yang ada di sekitar meja mereka.
" Kau belum dengar kabarnya ya?" tanya mahasiswi yang ada di depannya.
" Kabar apa?" tanyanya.
" Ya ampun, kau pasti belum dengar. Hari ini Leo mendapatkan satu kelompok dengan Yuna." jelasnya.
" Apa, aku nggak salah denger kan?" tanya mahasiswi itu.
" Nggak, makannya suasana hati Leo menjadi tidak enak." ucapnya.
" Jangankan Leo, kalau aku satu kelompok dengannya aku pun malas." ucapnya.
" Aku pun juga begitu." jawab yang satunya.
" Pasti mereka sedang membicarakan tentang kau dan Yuna yang satu kelompok." ucap Farel.
" Ya apa lagi, itu kan berita yang lagi buming." ucap Irfan.
" Udalah nggak usa di bahas, aku lapar." ucapnya yang malas.
...----------------...
Tania dan Naura kini sedang menyusun rencana, dan mereka kini sudah berada di parkiran kampus. Kini keduanya melihat Leo sedang bersama dengan Yuna, karena kesal akhirnya Naura pun datang. Ia sengaja menabrakkan dirinya kepada Yuna.
" Au sakit." ucap Naura.
" Nggak usa pura-pura deh, kau pasti mau dekati Leo kan. Plak." ucapnya dengan menampar Naura.
Ayo nantikan kelanjutannya, jangan lupa like, share, dan komen ya teman-teman ☺️