
'' Aku mendengarnya dari paman aku.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Biar aku tebak, jangan bilang nama paman kamu Sandy?'' ucapnya.
'' Loh kamu kenal dengan paman ku.'' ucapnya yang merasa heran.
'' Ya kenal la, tapi tunggu jangan bilang kalau kau itu Ara anaknya Bu Tiara.'' ucap Kinan yang sudah penasaran.
'' Iya benar aku Ara.'' ucapnya dengan menatap ke wajah Kinan.
Kinan pun langsung memeluk Ara, Ara yang tidak mengetahui siapa Kinan. Ia pun merasa kalau Kinan sangat aneh, kemudian ia melepaskan pelukan Kinan. Kinan pun merasa kalau Ara sudah berubah.
'' Ara kamu kenapa?'' tanya Kinan.
'' Maaf ya Kinan, kita itu baru kenal hari. tapi kenapa kamu seperti sudah kenal aku lama ya?'' tanyanya yang jujur merasa tidak nyaman.
'' Hahaha, Ara kamu nggak berubah. Masih aja jadi penakut, ini aku teman kamu Kiki.'' ucapnya sambil tertawa.
'' Ya ampun Kiki, maaf ya aku nggak ingat. Kamu makin cantik aja, uda beda banget sama kita waktu kecil.'' ucapnya dengan memeluk Kinan.
'' Ya berubahlah, kamu aja berubah Ara.'' ucapnya dengan tersenyum.
Tiba-tiba saja bel berbunyi, dan panitia mengumumkan. Kalau waktu berbincang telah habis, dan kini mereka akan diberikan soal. Tetapi untuk yang pertama mereka akan diberikan soal secara lisan, walaupun mereka menjamin masih secara tertulis.
'' Oke semuanya dengarkan, untuk ujian soal pertama. Saya akan membacakan soalnya, dan untuk semua peserta. Silakan menjawabnya di kertas yang telah disediakan di hadapan anda.'' ucap panitia penyelenggara.
Semua peserta yang mendengar ucapan dari panitia, mereka cukup kaget dan bingung. Baru kali ini ada ujian seperti ini, sungguh sangat berbeda dengan ujian yang sering mereka hadapi. Semuanya tampak tegang, Dan panik. Mereka takut tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dan akan mempermalukan sekolah mereka.
'' Oke Baik, saya akan membacakan soalnya. Bagaimana pendapat anda, jika saat ini anda berada dalam dua pilihan. Antara menjadi perwakilan sekolah, dan menunggu kembalinya ibu anda dari alam bawah sadar?'' ucap panitia tersebut.
Banyak peserta yang tidak mengerti maksud dari pertanyaan itu, tetapi Naura dan juga Kinan sudah mulai menjawab. Mereka yang sudah sering mendapat pelatihan seperti itu, mereka menganggap soal seperti itu sangatlah mudah. Walaupun sebenarnya, soal seperti itu baru pertama kali digunakan dalam OSN.
Semua peserta yang melihat Naura dan juga Kinan, mereka merasa heran dengan kedua peserta itu. Karena keduanya tampak santai dan sudah mulai menulis, sedangkan para peserta lain masih hanyut dalam pikirannya. karena masih belum mengerti makna dari pertanyaan yang dibacakan tersebut.
Tanpa mereka sadari, waktu berlalu sangat cepat. Dan kini waktu menjawab soal, hanya tinggal 5 menit lagi. Semua peserta, menjawab pertanyaan dengan apa yang mereka mengerti. Walaupun sebenarnya mereka tidak mengerti, tetapi lembar jawaban itu harus terisi. Jika lembar jawaban itu tidak terisi, maka skor mereka akan dikurangi.
'' Ayo cepat waktunya tinggal 5 menit, ayo dijawab.'' ucap salah seorang dari panitia.
'' Oke waktunya sudah habis, mbak Dwi tolong kumpulkan.'' ucapan hadiah yang berada di podium, untuk memerintahkan temannya yang mengawasi peserta.
'' Bagaimana sudah semua Mbak Dwi? kalau sudah biar kita lanjut ke soal berikutnya.'' tanya panitia itu.
'' Sudah mbak, silakan dilanjut ke soal berikutnya.'' ucap mbak Dwi.
'' Baik, kalau begitu. Kakak dan Abang, silahkan di bagi soal berikutnya.'' ucapnya.
Semua panitia pun membagikan soalnya berikutnya, Kinan dan Naura mendapat soal yang berbeda. Dan kini keduanya mengerjakan dengan sungguh-sungguh, dan mereka berdua menjadi pusat perhatian kembali karena dapat mengerjakan soal dengan lancar tanpa melihat sekelilingnya.
Semua yang melihat keduanya, merasa kalau kedua orang hebat. Dan mereka merasa kalau keduanya pasti akan menyenangkan olimpiade ini, bahkan para panitia juga berpikir seperti itu. Dan mereka menjadi penasaran dengan Kinan dan Naura.
'' Sepertinya mereka berdua akan menang. lihat aja mereka, begitu tenang menjawab pertanyaan itu.'' bisik salah satu panitia.
'' Iya benar, seperti begitu. Jujur aku jadi penasaran.'' ucapnya.
'' Aku nggak nyangka kalau kamu itu kiki.'' ucapnya.
'' Aku pun juga nggak nyangka kalau kamu Ara.'' balasnya.
'' Namanya struktur waja kita berubah .'' ucapnya.
'' Iya kamu benar Ara, tapi mau gimana lagi. Ya udah jalani aja.'' ucapnya.
Tiba-tiba saja Arga datang menemui mereka, Arga pun heran dengan Naura yang sedang mengobrol bersama seorang wanita asing. Ia pun segera berlari, takut terjadi sesuatu pada Naura. Bukan tanpa sebab Arga berpikiran seperti ini, tetapi karena belakangan ini Naura sering mendapat teror.
'' Lo siapa, dan mau apa.'' ucapnya sambil memeluk Naura.
Kinan pun merasa heran dengan sikap Arga, dan ia memutuskan untuk bertanya langsung pada Naura. Ia sangat penasaran dengan apa yang baru saja terjadi, tepat di hadapannya.
'' Ara, dia siapa. Dan kenapa ia bertingkah aneh?'' tanya Kinan.
'' Ceritanya panjang, tapi intinya dia adalah salah satu sumber kebahagiaan ku.'' ucap Naura, Kinan yang mendengar itu pun tersenyum.
'' Cie, mas ayang ya.'' ucapnya
Naura tidak menjawab, ia hanya tersenyum. Arga yang mendengar perkataan itu menjadi heran dan penasaran dengan orang yang berbicara dengan Naura, ia pun menatap Naura untuk meminta jawaban. awalnya Naura tidak mengerti dan malah Kinan yang mengerti.
'' Aku Kiki, teman masa kecil Ara.'' jelasnya.
'' Pacarmu ini protektif banget ya Ra.'' tambahnya.
Arga yang mendengar penuturan dari Kinan, ia pun hanya tersenyum saja. Dan kini dia telah mengerti siapa sebenarnya wanita yang ada di hadapan Naura, dan kini pikirannya menjadi tenang.
'' Oh lo teman masa kecil Naura, kenalin gue Arga.'' ucapnya memperkenalkan diri.
'' Senang berkenalan dengan mas Arga, orang yang di segani di kota ini.'' ucapnya dengan tersenyum.
'' Lo kenal sama gue?'' tanyanya.
'' Nggak si, cuma pernah lihat wajah kakak aja di internet.'' ucap Kinan.
'' Oh gitu, kalau gitu gue tinggal dulu ya. Sepertinya kalian butuh waktu berdua, karena sudah lama tidak bertemu.'' ucapnya kemudian pergi meninggalkan Naura dan Kinan.
'' Cie, aku nggak nyangka kabar itu benar loh.'' ucapnya.
'' Kabar apa?'' tanya Naura yang memang tidak tau apa-apa.
'' Kabar tentang kedekatan Naura si primadona dan Arga sang pangeran sekolah.'' ucapnya.
'' Ha, aku nggak ngerti Ki.'' ucapnya yang kebingungan.
'' Sini, coba lihat ini.'' ucapnya sambil memperlihatkan situs internet yang menuliskan tetang kedekatan Naura dan Arga.
'' Kok bisa begini, siapa yang posting?'' tanyanya.
'' Ya mana ku tau, yang jelas ini sudah ada di internet.'' ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.