Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 6



" Iya ayah, apakah ayah menyukainya?" tanya Naura dengan tersenyum.


" Iya sayang, hanya saja untuk apa kamu memasak. Biarkan para pelayan saja!" perintah ayahnya. Namum, Naura tiba-tiba memasang wajah murung.


" Baiklah Ayah, tetapi Naura masih boleh memasakkan?" tanya Naura


Melihat perubahan di wajah Naura, pak Bagas sangat mengerti. Memasak adalah satu-satunya cara agar dapat mengingat ibunya.


" Oke, tapi jangan setiap hari." ucap pak Bagas dengan tersenyum memandang Naura.


" Oke ayah." jawabnya dengan sangat gembira.


" Naura memang dasarnya cantik, kalau begitu dia harus di awasi. Akan bahaya kalau dia punya teman yang salah." Batin Leo, yang sangat takut Naura salah pergaulan.


" Naura kamu sekolah di mana?" tanya Leo yang membuat semua yang berada di meja makan terkejut.


" Naura bersekolah di sekolah yang sama dengan Sandra Kak." jawab Naura dan mendapat anggukan dari Leo.


" Sudah dapat teman baru di sekolah itu?" tanya Leo lagi ingin memastikan karena ia merasa takut, apa yang ia takutkan akan terjadi.


" Sudah Kak." jawab Naura dengan bahagia.


Setelah pertanyaan itu tidak ada lagi terjadi tanya jawab di meja makan tersebut, mereka segera menyelesaikan sarapan paginya dan bergegas pergi ke tujuan masing-masing.


Sandra segera berlari keluar, kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang dia bisa. Ketika Naura keluar mobil Sandra sudah tidak ada di depan rumah. Naura sangat panik, iya tak tahu akan berangkat ke sekolah dengan mengendarai apa.


Tiba-tiba saja Leo keluar dari dalam rumah, iya yang melihat wajah Naura tampak cemas, dan ketidakadaan Sandra di situ membuat Leo yakin kalau Naura ditinggal oleh Sandra. Leo pun menawarkan diri untuk mengantar Sandra ke sekolahnya.


Naura awalnya enggan menerima tawaran Leo kakaknya. Namun, tidak ada pilihan lain jika ia ingin sampai tepat waktu di sekolahnya. Iya langsung masuk ke dalam Mobil Leo.


Leo yang ng mengetahui kedisiplinan sangat dijunjung di sekolah lamanya itu, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tidak terkira. Karena ia tidak ingin adik barunya ini terlambat dan tidak bisa mendapatkan pembelajaran hari ini.


Naura sangat takut, namun ia tidak bisa berkata apapun. Karena saat ini dia sedang terburu-buru waktu berhubung jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi sedangkan dia memasuki kelas pukul 07.15. Iya juga sudah mendengar dari temannya Tania kalau mereka terlambat mereka tidak akan diperbolehkan untuk masuk. Hal itu juga yang menjadi alasan utama mengapa Naura sangat panik, bahkan wajahnya tampak pucat memikirkan apa yang akan terjadi nantinya.


Leo yang menyadari tingkah Naura, iya menghibur Naura dan mengatakan kalau ia akan sampai di sekolah sebelum pukul 07.15. Tampak sangat jelas wajah gembira Naura ketika mendengar ucapan Leo. Namun, Naura tidak berpikir akan seperti apa kelajuan mobil yang mereka tumpangi.


Akhirnya mereka tiba di sekolah, Naura yang awalnya berwajah panik dan pucat kini tampak sangat bahagia. Sangking bahagianya iya sampai memeluk kakaknya Leo.


Leo yang salting (salah tingkah), teringat kenangan masa lalunya bersama dengan sang kekasih yang sering ia panggil dengan nama "Tata." Bagi Leo Tata adalah seorang wanita yang sangat sempurna, namun tidak bisa di ungkiri semua pada dasarnya adalah kesalahan Leo yang mencoba mencari wanita lain karena Tata sangat sibuk dengan profesinya sebagai model.


Lambat laun hubungannya diketahui oleh Tata dan Tata memutuskan untuk putus dengan Leo. Sejak saat itu Leo tidak pernah bertemu dengan Tata dan Leo tidak mengetahui di mana keberadaan Tata saat ini.


Tata bagaikan hilang ditelan bumi, Leo terus mencari-cari keberadaan Tata karena ingin meminta maaf kepada Tata. Namun, hingga kini usahanya belum tercapai juga. Itu juga yang membuat Leo, memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Namun, kini Leo memutuskan kembali, karena ia mendengar kabar kalau Tata ada Indonesia.


" Tania." panggil Naura sambil melenggangkan kaki menuju Tania.


" Eh, elo ternyata Nau, gue kira siapa tadi." ucap Tania yang baru sadar dari lamunannya.


Sejak kemarin, sejak Tiara tau kalau Naura tinggal di rumah orang yang paling ingin dia hindari, Tiara terus memikirkan pria itu. Bahkan ia sampai terbayang-bayang.


Ya sebenarnya Tiara, masih menyukai pria itu. Namun, ia tak ingin kejadian di masa lalu terulang lagi. Kenangan itu selalu terbayang. Sungguh hal yang membuat frustasi.


Mereka berdua langsung memasuki ruang kelas, berhubung sebentar lagi di pelajaran segera di mulai.


Proses pembelajaran berjalan dengan begitu lancar, hingga jam pelajaran cepat selesai. Naura dan Tiara pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.


Mereka memesan makanan yang biasa mereka makan. Kemudian mereka makan sambil ngobrol sambil tertawa-tawa, tiba-tiba saja DRA datang menghampiri mereka.


Naura dan Tiara menjadi perhatian banyak siswa yang berada di kantin itu. Ada beberapa dari mereka yang takjub karena Naura dan Tiara dapat mengenal DRA, dan ada juga yang iri dan benci karena Naura dan Tiara dekat-dekat dengan DRA.


Semua mata memandang Naura dan Tiara, para DRA duduk di sebelah Naura dan Tiara. berbeda dengan yang lain Naura dan Tiara bukan justru merasa senang tetapi mereka merasa sangat emosi. Tiara memilih diam karena ia tahu siapa mereka, sedangkan Naura berbeda dia merasa privasinya terganggu.


" Maaf ya kakak-kakak kan di tempat lain masih banyak meja kosong ya kenapa kalian duduk di sini?" tanya Naura yang merasa privasinya terganggu dan banyak para siswa yang mencibir dia dan sahabatnya Tiara.


" Kenapa memang nggak boleh?" tanya Ryan dengan wajahnya yang sungguh membuat emosi Naura semakin membumbung tinggi.


Naura semakin ingin meledak rasanya, namun Tiara memegang tangannya agar Naura tidak marah. Menghadapi mereka bertiga tidaklah semudah yang Naura anggap, bisa saja Naura dikeluarkan dari sekolah ini karena mereka adalah anak memegang yayasan.


" kenapa nggak dijawab?" tanya Ryan lagi yang menanti jawaban walaupun dia sudah mengetahui dari sorot mata Naura kalau Naura sedang marah.


" Udah larian nggak usah cari masalah, kamu duduk aja biar aku yang berbicara dengan mereka berdua. Maaf ya bukannya kami tidak sopan tapi di sini sudah tidak ada meja kosong nah yang hanya duduk berdua hanya kalian jadi kami gabung bersama kalian tidak apa-apa kan?" ujar Arga yang menatap Naura dan menanti jawaban.


Mereka yang berada di meja itu merasa kaget melihat sikap Arga, mereka merasa aneh dan mungkin matahari terbit dari sebelah barat itulah yang berada di dalam pikiran mereka saat ini. Mereka semua masuk ke dalam alam khayalan dan merasa kalau ini semua tidak nyata.


hai guys, sedikit pengenalan



Nama : Tania Azhara


Status : Sahabat Naura


Sifat. : Baik, Rama, dan ceria


Hobby : Fotografi