Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 33



Walaupun cinta itu penting, bagi mereka persahabatan adalah yang paling utama. Mereka sudah hampir 3 tahun lamanya bersahabat, karena itu mereka tidak ingin menyakiti satu sama lain. Apalagi semua itu hanya karena seorang wanita.


Bayu mencoba untuk tidak melihat Naura dan Tania. Namun, nta kenapa matanya tidak mau berhenti. Pak Doni yang menyadari kalau Bayu menatap ke arah lapangan, akhirnya ia menemui Bayu yang saat ini berada di depan pintu kelas.


" Sedang lihat apa Bayu?" ucap pak Doni yang baru saja tiba di hadapan Bayu, dan mengagetkan Bayu.


" Bapak, ngagetin aja." ucapnya dengan meletakkan tangan di dadanya.


" Kaget, lagi ngelamun berarti. Sekarang jujur, lagi ngelihatin siapa." ucapan pak Doni dengan tampang yang sangat menyeramkan.


Bayu tidak tau harus menjawab apa. Ia hanya dia membisu dan menatap ke arah Pak Doni, walaupun sebenarnya ia sedang ketakutan.


Ia pun berusaha untuk menguatkan dirinya, dan mulai mengarang cerita kepada Pak Doni. Pak Doni mendengar jawaban dari Bayu. namun Pak Doni masih tidak percaya dengan jawaban Bayu. Ia pun mewanti-wanti Bayu kemudian pergi kembali ke lapangan.


Dari lapangan sorot mata Pak Doni masih tertuju ke arah baju yang berada di depan pintu, Pak Doni penasaran siapa yang sedang diperhatikan oleh Bayu. Ia sangat mengenal Bayu, dari caranya menatap itu menandakan kalau dia sedang memperhatikan seseorang.


Bayu yang tahu kalau ia sedang diperhatikan oleh Pak Doni, Ia pun mencoba mengalihkan perhatiannya. Agar ia tak lagi menatap Naura dan Tania, karena jika ia tetap menatap kedua wanita itu. Pak Doni pasti akan mengetahui siapa yang sedang ia pandang.


Jika Pak Doni mengetahuinya, seisi rumahnya pasti akan dipenuhi dengan keributan. Mamanya pasti akan sangat gembira ketika tahu ia memiliki kekasih. Namun, kini ia tidak ingin memberi harapan, karena hubungannya dengan Tania atau Naura masih belum pasti.


Ia sangat menyayangi mamanya, dan ia tidak ingin mamanya tersakiti. Oleh karena itu, sebelum ada kepastian yang matang. Ia tidak ingin memberitahukan kepada mamanya, karena jika hubungannya kandas nantinya. Orang pertama yang akan bersedih adalah sang mama.


Sang Mama adalah segalanya baginya, terutama sejak kepergian papanya. Hanya mamanya lah yang ia miliki, oleh karena itu ia tidak ingin menyakiti hati mamanya. Dia hanya ingin senyuman yang terukir di wajah mamanya, bukan tangis yang ia buat.


Sejak kepergian papanya, hanya mamanya dan beberapa sahabatnya yang mengerti dirinya. Sejak itu ia menghargai sebuah hubungan, dan ia tidak ingin sebuah hubungan itu kandas di tengah jalan. Dan pastinya akan menyakiti orang yang paling berharga dalam hidupnya, yaitu Sang mama.


Yuda dan Tama adalah teman yang paling berharga dalam hidupnya, Yuda dan Tama selalu berada di sekelilingnya saat suka maupun dukanya. kedua sahabatnya itu tidak pernah meninggalkannya walaupun ia sedang dalam masa sulit, mereka selalu mendukung dan membuat semangatnya semakin membara.


Tidak ada teman yang lebih baik dari kedua sahabatnya itu, karena itu untuk masalah hati ia tidak ingin main-main. Ia tidak ingin menyakiti sang mama dan juga sahabatnya, jika memang sang sahabat menyukai salah satu diantara kedua wanita yang sedang ia tatap tadi, iya rela walau sebenarnya wanita itu yang ia sukai.


Tanpa terasa bel istirahat pun tiba, dan guru yang berada di ruangan kelasnya telah pergi kembali ke dalam ruang guru. Yuda, Tama dan Lusi menghampirinya.


Mereka pun mengajak Bayu untuk pergi ke kantin, mereka makan dengan sangat lahap. Terutama Bayu yang dalam sekejap bisa menghabiskan satu mangkok penuh bakso, ibu kantin menjadi penasaran. Apa yang sebenarnya sedang ada dalam pikirannya.


Ibu kantin tidak mengatakan apa-apa, ia hanya meletakkan pesanan bakso milik Bayu


dan kemudian segera pergi meninggalkan mereka.


Teman-temannya yang merasa heran mencoba mempertanyakannya kepada Bayu, apa yang telah mengganggu pikirannya dan membuatnya menjadi emosi. Namun, Bayu enggan untuk menceritakannya kepada teman-temannya. iya lebih memilih diam saja.


Teman-temannya tidak marah kepadanya, mereka berpikir mungkin Bayu enggan untuk menceritakan kepada mereka. Walaupun mereka bersahabat tetapi sebenarnya mereka memiliki rahasia pribadi yang tidak diketahui oleh siapapun di antara mereka.


Sejak dulu privasi adalah yang paling utama bagi mereka, bagi mereka tidak utama untuk menceritakan masalah pribadi. Banyak masalah pribadi yang hanya mereka simpan sendiri dan tidak diketahui oleh satu sama lain. Dan hal itu adalah hal yang biasa menurut mereka.


Mereka memang sudah mengenal baju dan juga keluarganya. Namun, tidak semua masalah tentang kehidupan pribadi Bayu mereka mengetahuinya. Dan Mereka sudah terbiasa dengan hal itu, bagi mereka Bayu adalah orang yang bersikap barbar. Namun, sebenarnya Bayu adalah orang yang sangat pendiam dan sulit untuk ditebak.


Mereka semua tiba-tiba menjadi teringat momen pertama kali mereka bertemu dengan Bayu. Bayu yang mereka kenal sekarang sangat jauh berbeda dengan Bayu yang mereka kenal dulu. Bayu yang tingkatnya selalu happy dan bisnis semua orang tertawa, itu hanya terjadi di baju yang saat ini. Sangat jauh berbeda dengan Bayu yang dulu yang amat sangat pendiam.


Yuda pun akhirnya memutuskan untuk bercerita, karena bila ada orang yang bercerita di antara mereka. Walaupun suasana hati mereka sedang panas, mereka pasti akan mendengarkannya dengan sebaik-baik mungkin.


" We gue mau cerita." ucap Yuda memecahkan keheningan yang ada di situ.


Semua pemandangan akhirnya menuju ke arah Yuda, mereka sudah sangat penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Yuda.


" kalian jangan natap gue kayak gitu dong, gue kan jadi tegang." ucapnya kepada teman-temannya itu agar mereka semua tidak terfokus menatap ke arah Yuda.


" Ya elah, lo kayak mau cerita tentang cewek aja." ucap Tama dan mengagetkan teman-temannya, teman-temannya merasa kaget mendengar ucapan dari Tama. Namun, tidak dengan Yuda yang kini menjadi tersenyum.


" What, gawat ni lo senyum-senyum. Roman-romannya nih tentang cewek." ucap Tama lagi dengan menatap ke arah Yuda.


Yuda tidak menjawab, iya hanya tersenyum saja. dan mereka semua sudah meyakini apa yang dikatakan tamak adalah kebenaran, semua itu mereka ketahui dengan melihat respon dari Yuda.


" Siapa-siapa, kepo nih gue." ucap Lusi dengan semangat.


" Siapa yang mau lo ceritain yud, gue penasaran. Tapi gue takut mendengarnya, gue takut kalau lo ternyata menyukai orang yang gue sukai." batin Bayu.