Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 39



Proses pembelajaran pun berjalan dengan lancar, ibu guru sangat senang dengan keadaan kelas hari ini. Apalagi dengan perubahan ketiga orang, yang menurutnya sangat membantu proses pembelajaran.


Bel pun akhirnya berbunyi, kini guru itu keluar dari ruangan jelas. Bayu pun akhirnya mendekati sahabatnya itu, ia sangat penasaran karena sahabatnya itu menghilang. Dan ketika kembali, mereka tidak seperti biasanya.


Akhirnya mereka menceritakan kalau mereka tadi sempat ketiduran di perpustakaan dan mereka ternyata duduk di dekat Naura dan Tania. Kemudian mereka juga menceritakan, tentang kejadian Lusi bersama dengan Naura dan Tania.


Bayu yang mendengar pernyataan dari mereka, ia pun tertawa dengan terbahak-bahak. Dan mereka menjadi pusat perhatian banyak siswa di kelas itu, ada beberapa yang merasa kalau tingkah Bayu aneh dan ada juga yang merasa bersyukur karena bisa melihat Bayu tertawa.


Merasa di perhatikan akhirnya Bayu menghentikan tawanya, dan ia pun menyimpulkan perubahan tingkah ke-tiga sahabatnya itu pasti ada hubungannya dengan Naura dan Tania. Karena sebelumnya mereka bertemu dengan kedua wanita cantik asal kelas XI ¹ itu. Dan jujur sebenarnya ia juga ingin menyaksikan apa yang disaksikan oleh para sahabatnya itu.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin, terutama ketiga sahabatnya itu yang memang belum sempurna makan di jam istirahat sebelumnya. Dan pastinya mereka sudah sangat lapar.


Tanpa pikir panjang setelah sampai di kantin mereka langsung memesan makanan, dan tanpa sengaja mereka juga melihat Naura dan Tania yang tampak sedang kebingungan mencari meja kosong. Tanpa meminta persetujuan dari ketiga lelaki yang ada di mejanya, ia langsung membawa Naura dan Tania ke meja mereka.


Ketiga lelaki itu tampak kaget, dan ada juga yang sedang tersipu malu. Ya dia adalah Yuda yang memang sedang jatuh hati pada Tania. Ketiga sahabat itu merasa menjadi obat nyamuk ketika melihat wajah Yuda yang tidak pernah berhenti melihat wajah Tania.


Lusi akhirnya memecahkan keheningan, karena ia menanyakan kepada Naura dan Tania ingin memesan makanan apa. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk memesan nasi goreng, karena sebenarnya mereka memang sudah lapar.


Tidak perlu menunggu waktu lama, akhirnya pesanan mereka pun tiba. Tanpa pikir panjang mereka pun menyantap makanan yang ada di meja makan, semua menyantap dengan lahap. Kecuali Yuda yang matanya masih terfokus pada Tania.


Tania yang sudah mulai menyadari kalau ia diperhatikan oleh Yuda, ia pun merasa tidak nyaman dan berniat untuk mengajak Naura pergi dari kantin.


" Nau, kita balik ke kelas yok." ajak Tania dengan berbisik di telinga Naura.


Naura yang mendengar perkataan dari Tania, ia tampak bingung harus mengatakan apa kepada Lusi dan teman-temannya. Namun, ia juga sudah mulai merasa tidak nyaman. Ia tau kalau dari tadi Yuda terus memperhatikan Tiara, oleh karena itu ia juga ingin segera pergi.


Naura masih sibuk ingin memberi alasan apa pada Lusi yang teman-temannya, sebenarnya ia bisa saja beralasan apa pun. Namun, mereka berdua tidak bisa sembarangan. Karena nantinya itu akan berakibat fatal bagi mereka, alasan utamanya adalah mereka berdua masih kelas XI.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Naura.


" Permisi, mau manggil kak Naura." ucapnya dengan tersenyum.


Naura tampak bingung, ia tidak mengenal siapa yang menggilanya. Namun, untuk pergi dan menghindar dari Yuda. Ia pun mengiyakan perkataan perempuan yang menemuinya.


" Oh oke, Ti kau ikut aku nggak?" tanya Naura dengan mengedipkan matanya.


Tania yang melihat kedipan Naura, akhirnya ia pun mengangguk. Dan kemudian mengikuti Naura pergi. Mereka berdua melambaikan tangannya. Keempat orang yang ada di situ pun menjawab dengan anggukan.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan keempat orang yang menurut mereka bertingkah aneh, mereka berdua pergi mengikuti orang yang memanggil mereka. Sebenarnya mereka tidak mengetahui siapa yang memanggil, hanya saja demi menjauh dari Lusi dan teman-temannya mereka harus mengikuti orang itu.


Mereka berdua pun berhenti di depan ruangan olahraga, wanita itu meminta Naura untuk masuk. Namun, tidak mengizinkan Tania untuk ikut.


" Maaf aku hanya menjalankan perintah saja." ucap wanita itu dengan tampang ketakutan.


" Udahlah Tan, kamu nggak kasihan sama dia." ucap Naura untuk menenangkan hati Tania.


Mendengar ucapan Naura, Tania mulai untuk menenangkan dirinya. Amarahnya perlahan-lahan mulai mereda, Naura pun akhirnya masuk kedalam.


Sebenarnya Naura juga merasa takut. Namun, ia tidak bisa berkata-kata. Apalagi setelah melihat reaksi wanita yang memanggilnya tadi, Naura cukup tenang. Karena kejadian seperti ini memang sudah biasa ia hadapi.


Pintu pun tertutup, Naura sempat terkaget-kaget. Tania yang berada di luar pun menjadi ketakutan, ia terus memanggil nama Naura.


" Nau, Naura. Lo denger gue?" teriak Tania yang sedang panik


" Iya, aku dengar. Kamu tenang aja Tan, nggak usah cemas." balas Naura dengan berteriak.


" Mana bisa gue begitu, Lo masih di dalam. Dan gue nggak tau apa sebenarnya yang ada di dalam ruangan itu." ucap Tania kembali.


" Uda kamu tenang aja, aku janji akan keluar dengan aman." ucapnya dan perkataan itu mulai menenangkan hati Tania.


Wanita yang memanggil Naura tadi, ia merasa bersalah. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Naura berada di dalam sendiri, awalnya ia berfikir begitu. Namun, nta kenapa tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Naura sudah menebak dari awal, semua ini pasti di rencanakan.


" Hai Naura." ucap seorang wanita yang sebenarnya ia tidak kenal.


" Ka-kamu, kenapa kamu ginian aku. Apa mau mu sebenarnya?" tanya Naura yang bingung.


" kemauan gue cuma satu, yaitu Lo jauhi Arga." ucap wanita itu dengan semangat.


" Hahaha, jadi semua ini karena kak Arga. Hadu kasihan banget si kamu, berbuat seperti ini hanya untuk mengemis cinta." ucap Naura dengan tertawa, seperti sedang meledek.


Wanita itu pun merasa kesal, dan ia berniat untuk memukul Naura. Namun, tiba-tiba saja pintu terbuka. Ya yang datang ternyata adalah Arga, Arga langsung memeluk Naura. Dan ia menjadi sangat emosi pada wanita itu.


" Zia apa ini, Lo uda keterlaluan tau nggak." ucap Arga yang di penuhi dengan amara.


" Gue tu ngelakuin ini, karena gue cinta sama Lo Ga." ucap Zia dengan berteriak.


Arga tidak memperdulikan teriakan Zia, ia langsung membawa Naura untuk pergi dari ruangan itu. Naura melihat ke arah belakang dengan mata sinis


Zia tambah benci dengan Naura, karena Naura bisa mendapatkan hati Arga. Padahal menurutnya ia lebih cantik dari Naura, ia samangkin ingin menyelidiki Naura.