Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 48



'' Naura, Lo bisa jelasin apa yang dimaksud ayah aku?'' tanya Arga yang kebingungan.


'' Oh soal itu ya, aku juga bingung cara ngejelasinnya. Tapi beberapa hari yang lalu...''


flashback on


'' Hai sayang, nama kamu Naura kan?'' tanya seorang wanita.


'' Iya Tante, Tante tau nama saya dari mana?" tanya Naura yang penasaran.


'' Saya mamanya Arga.'' ucap wanita itu, dan membuat Naura keget.


'' Apa, Tante mamanya kak Arga. Lalu ada urusan apa Tante mencari saya.'' ucapnya masih dengan sopan walaupun sebenarnya ia sedang kesal.


'' Tenang saja sayang, Tante juga uda tau permasalahan tentang dirimu dan Arga. Kamu tenang saja sayang, Tante akan selalu mendukungmu.'' ucap wanita itu dan membuat Naura merasa heran.


'' Maksud Tante bagaimana ya, aku masih nggak ngerti.'' ucapnya dengan masih kebingungan.


'' Tante akan ceritakan tentang hubungan Arga dan Zia, Arga sebenarnya tidak menyukai Zia. Yang sebenarnya di sukai oleh Arga itu kamu sayang.'' jelas wanita parubaya itu.


'' Tapi kenapa Zia selalu dekat dengan kak Arga Tante?'' tanya Naura yang penasaran.


'' Itu aturan dari ayahnya, karena orang tua Zia dan ayah Arga punya hubungan kerjasama. Karena itu Zia selalu saja menempel pada Arga.'' jelas wanita itu.


'' Oh begitu ya Tan, kalau begitu harapan aku kecil dong. Tapi aku nggak masalah asal kak Arga bahagia.'' ucapnya dengan senyuman kecut.


'' Kamu tenang aja sayang, urusan Ayah Arga biar Tante yang urus. Lagian Tante juga suka sama kamu dan kamu itu adalah anak dari sahabat Tante, jadi tinggal kita serahkan aja sama Arga.'' ucap wanita itu.


'' Apa, Tante sahabatnya orang tua ku. Kalau boleh tau Tante itu sahabat ayah atau bunda ku?'' tanya Naura yang penasaran.


'' Tante sahabatnya bunda kamu, jadi kamu tenang aja. Tante akan selalu mendukungmu, sekarang tersenyum dan lanjutkan hubungan mu dengan Arga!'' ucap wanita itu dan dibalas dengan anggukan oleh Naura.


flashback off


Mendengar cerita dari Naura, Arga langsung memeluk Naura karena ia merasa bahagia. Ia merasa senang karena sang ayah kini tidak masalah kalau dia tidak menjalani hubungan dengan Zia, wanita yang selalu membuatnya kesal karena mengikuti kemanapun ia pergi.


Naura merasa sesak karena pelukan Arga yang terlalu kuat, tetapi ia tidak bisa berkata-kata karena jujur ia juga merasakan kebahagiaan yang kini dirasakan oleh Arga. Ia tau walaupun hubungan mereka pasti akan ada lika-liku yang melanda, tetapi ia akan terus berusaha. Walaupun sang ayah dan mama Arga sudah merestui, tetapi pastinya akan ada tantangan dari orang lain.


'' Gue nggak nyangka, mama dan ayah gue bisa setuju secepat ini. Jujur gue seneng banget.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Mungkin ini sudah takdir.'' jawab Naura dengan tersenyum lebar.


'' Iya, Lo bener. Ini memang sudah takdir, dan gue berharap kita akan terus seperti sekarang ini.'' ucapnya.


Kemudian keduanya tertawa, Leo yang khawatir pada adiknya. Akhirnya ia mengintip di pintu, dan ia bersyukur ketika melihat tawa keduanya. Kini ia yakin kalau sang adik pasti akan jadian.


Dan memang ini yang ia inginkan, agar dia bisa memberi tahukan kepada Naura kalau ia sebenarnya sudah jadian dengan Tania. Ia pun segera menemui Tania untuk memberi tahukan apa yang ia lihat.


'' Sayang.'' panggilnya pada Tania dan membuat Tania kebingungan.


Tania langsung melirik kanan dan kirinya, Iya takut kalau ada yang mendengarnya. Dan akan lebih bahaya lagi, kalau sampai Naura yang mendengarnya. Dia tidak ingin menyakiti hati sahabatnya itu, dan juga ia masih belum sanggup untuk memberitahu siapakah orang yang sempat menyakiti hatinya itu.


Sebab Ia yakin, bila Naura mengetahuinya. pastinya akan ada pertikaian besar, di antara Naura dan juga Leo. Karena itu ia selalu bersikap tidak mengenal Leo di hadapan Naura, dan jujur saja sebenarnya itu sangat menyakitinya. Tetapi ia tidak bisa berkata apa-apa, karena bisa saja akan ada badai besar.


'' Manggili jangan gitu, nanti kalau kedengeran Naura gimana?'' ucapanmu yang masih dengan situasi panik.


'' Nggak apa-apa kalau Naura tahu, lagian sesuai dengan kesepakatan kita. Kalau Naura dan juga Arga sudah jadian, kita akan memberitahukan hubungan kita kepadanya.'' jelas Leo dengan membuat Tania heran.


'' Tunggu, apa Naura dan Kak Arga udah jadian?'' tanyanya.


Leo tidak menjawab, Ia hanya mengangguk pertanda setuju. Tania yang mendengarnya sangat bahagia, ia pun tanpa sadar memeluk Leo. Dan kini mereka menjadi pusat perhatian di situ, tanpa ada rasa malu Leo memeluk Tania dengan sangat erat.


Sekarang kita lupakan tentang mereka, dan sekarang kita melihat Mama dari Arga. Lani yang kini sedang terbaring di rumah sakit, hal yang tidak dibayangkan olehnya adalah sang suami yang kini sedang tertidur di sampingnya ketika ia baru tersadar. Sikap sang suami yang sangat ia rindukan, dan sikap itu sudah lama tidak ia lihat.


Mama lani mengelus rambut suaminya, sang suami yang merasakan ada pergerakan di sekitar rambutnya. Ia pun tersadar dan melihat ke arah wajah sang istri, dia sangat bahagia ketika melihat senyuman di wajah istrinya. Ia pun segera berlari keluar untuk memanggil dokter, tidak butuh waktu lama sang dokter pun tiba. Dokter pun memeriksa kondisi Mama lani, dan dokter mengatakan Mama lani sudah baikan dan bisa dibawa pulang.


Ia pun sangat bahagia, dan ia langsung memeluk sang istri. Ia pun segera menelpon Arga untuk datang ke ruangannya, tidak menunggu waktu lama Arga pun tiba. sang ayah pun menjelaskan tentang kondisi sang mama, tidak kalah dengan sang ayah Arga juga lebih bahagia dari itu.


'' Alhamdulillah, Mama besok sudah bisa pulang.''ucap Arga dengan senyuman.


'' Iya sayang, Mama kan juga mau main-main sama calon mantu.''ucap mama lani dengan melirik ke arah Naura.


Naura yang mendengar perkataan dari mama lani, ia pun tersipu malu. Ia tidak menyangka kalau sang Mama akan langsung menggodanya di hadapi Arga dan juga ayahnya.


'' Sayang tuh diajakin mama main-main.'' ucap Arga dan membuat Naura kebingungan.


Wajah Naura seketika memerah, Iya sungguh merasa malu. Setelah ia digoda oleh sang mama, kini anaknya juga menggodanya. Sang mama dan juga Ayah hanya diam saja, mereka tertawa dalam dia melihat tingkah anaknya yang usil itu.


'' Gimana Sayang, mau temani Mama jalan-jalan kan?'' tanya Mama Arga dengan ekspresi memohon.


'' I-iya Tante.'' ucap Naura dengan terbata.


'' Ih manggilnya kok masih tante, panggil Mama dong biar sama kayak Arga.'' ucap sang Mama dengan ekspresi mengambek.


'' I-iya Tante, eh maksudnya mama.'' ucapnya yang masih kebingungan.