
Arga dan Naura pun keluar dari ruangan itu, Tania yang melihat mereka langsung memeluk Naura.
" Nau, Lo gpp kan?" tanyanya sambil menangis.
" Uda jangan nangis, aku gpp kok." jelas Naura untuk menghentikan tangisan Tania.
''Tapi tunggu, siapa ya yang panggil kak Arga." tanya Naura yang mulai penasaran.
Tania mulai menghapus air matanya, kemudian ia tertawa dan melarikan diri dari Naura. Naura yang menyadari interaksi Tania, ia pun mulai mengejar Tania.
Arga yang menyaksikan tingkah Naura dan Tania, ia pun tersenyum. Orang yang sebelumnya memanggil Naura, ia pun merasa itu adalah momen yang langkah.
Orang secuek Arga ternyata juga bisa tersenyum. Namun, ia tidak berani berkata-kata karena itu sudah salah. Kalau mengeluarkan kata yang membuat Arga marah, is pastinya akan melakukan hal yang tidak di ketahui orang.
Dan itu pastinya akan sangat bahaya, arah adalah orang yang tidak akan segan melakukan suatu. Dan itulah alasan mengapa tidak ada yang ingin mencari masalah dengan Arga.
Naura dan Tania masih sibuk dengan permainannya, Arga yang melihat kedua sahabat itu menghilang. Ia pun segera pergi meninggalkan orang yang tidak ia ketahui siapa identitasnya itu sendirian.
Arga langsung meluncur ke kelasnya, dan sesampainya ia di kelas ia langsung di interogasi oleh sahabatnya. Kedua sahabatnya itu sudah sangat penasaran, dengan apa yang terjadi pada Naura.
Arga pun menceritakan kejadian yang terjadi, dan siapa yang menyebabkan itu. Sahabatnya itu menjadi ikut emosi, ketika mengetahui kalau semua itu adalah ulah dari Zia.
Leo pun juga datang, ia langsung menemui Naura. Kini sosok Leo menjadi pusat perhatian semua siswa dan siswi, terutama yang sudah mengenalnya. Dalam sekejap seisi sekolah, mengetahui kalau Naura adalah adik dari Leo.
Sosok Naura, menjadi topik terpanas di lingkungan sekolah. Dan ia merasa tidak nyaman dengan sikap orang-orang yang melihatnya. Ia juga ingin marah kepada Tania, karena ia memanggil Leo sang kakak.
sebenarnya Naura senang, karena sang kakak Leo langsung datang ketika mendengar kabar tentangnya. Namun, kini ia menyesal, sebab setelah kedatangan sang kakak. ia mulai menjadi pusat perhatian semua siswa dan siswi, hal itu membuat ia merasa tidak nyaman.
Leo yang mengetahui kalau Naura merasa tidak nyaman, karena ia menjadi pusat perhatian setelah ia datang. Ia pun berniat untuk kembali ke kampusnya.
" Adek, Adek gpp kan?" tanya Leo yang memang sebenarnya khawatir.
" Nggak kak." jawab Naura singkat.
" Kalau memang Adek uda gpp kakak balik ke kampus ya. Tapi ingat, nanti sebelum pulang hubungi kakak ya!" perintah Leo dan mendapatkan anggukan dari Naura.
Leo pun segera pergi meninggalkan sekolah itu, dan ia langsung menuju ke kampusnya. Karena memang sebelumnya ia meninggal pembelajaran saat mengetahui kalau adiknya sedang dalam masalah.
Walaupun Leo adalah karakter yang cuek. Namun, sebenarnya Leo juga sangat menyayangi adik-adiknya. Mungkin itu sulit untuk dipercaya, karena penampilan cuek Leo. Dan tingkah itu juga hanya orang-orang terdekatnya saja yang tau.
Sesampainya ia di kampus, ia langsung di hadang oleh seorang cewek yang bisa di bilang cukup cantik. Dia adalah Yuna, anak dari pemilik yayasan kampus tempat ia berkuliah.
" Hai Leo, dari mana?" tanya wanita itu dengan berbasa-basi.
" Dari sekolah adik gue." jawab Leo dengan ketus.
" Wau dia cool banget." batin wanita itu.
" Hei Yuna, bisa minggir nggak." ucap Leo masih dengan nada ketus nya.
Yuna tersentak karena Leo memanggil namanya. " Dia kenal aku." batinnya dengan tersenyum.
" Lo kenal gue." ucap wanita itu dengan lembut.
" Ya kenal la, siapa si yang nggak kenal Yuna. Anak dari pemilik yayasan kampus ini." jelas Leo.
Yuna semangkin tersenyum lebar, walaupun itu memang hal biasa. Namun, baginya itu bukan biasa. Bukan karena apa, tapi karena itu adalah Leo lelaki yang ia sukai.
" Halo Yuna, bisa tolong menyingkir. Gua mau parkir mobil." ucap Leo dan membuyarkan lamunan Yuna.
Yoona pun akhirnya menyingkir dari hadapan Leo, tidak menunggu waktu lama Leo pun langsung memarkirkan mobilnya. Setelah selesai memarkirkan mobil Leo langsung pergi menuju ke kelasnya, saat tiba di kelas Leo tidak menyadari kalau dia menjadi pusat perhatian seluruh mahasiswa dan mahasiswa yang ada.
Leo yang memang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian ia merasa itu bukanlah hal yang aneh. Namun, kini berbeda karena yang menjadi pusat perhatian sebenarnya bukanlah ia. Melainkan Juna yang mengikutinya dari belakang.
Jujur saja Lea tidak mengetahui kalau Yuna mengikutinya, dan Leo rasanya ingin marah ketika mengetahuinya. Leo tidak mengatakan apa-apa karena saat ini sedang ramai para mahasiswa berlalu lalang, ia tidak ingin menjatuhkan reputasi Yuna di hadapan para mahasiswa dan mahasiswa yang ada.
Yuna adalah salah satu siswi terpandang di universitas ini, hal itu terjadi bukan hanya karena ia adalah anak pemilik yayasan. Namun, juga karena prestasi Yuna yang cukup menjulang tinggi. Sebenarnya walaupun Yuna anak yayasan dia memiliki sikap yang cukup sopan.
Namun, standar kesopanan yang dibicarakan oleh orang-orang itu sangat jauh berbeda dengan standar kesopanan yang dibicarakan oleh Leo. Jujur saja Leo merasa kalau Yuna sangat tidak sopan, bukan tanpa alasan Leo mengatakan hal itu.
Leo mengatakan itu semua, karena sejak awal kedatangannya Yuna sudah selalu mengikutinya. Dan jujur itu sangat membuatnya tidak nyaman, kalau bukan karena universitas itu adalah milik sahabat dari ayahnya. Mungkin saat ini Ia juga sudah keluar dari universitas itu, universitas yang dikatakan cukup bergengsi itu. Sungguh disayangkan memiliki mahasiswa seperti Yuna, itulah yang ada di dalam pikiran Leo.
Ntah kenapa penampilan Leo yang cuek itu membuat Yuna jatuh hati, dan oleh karena itu Yuna selalu membuntuti Leo. Jujur saja Leo sudah muak dengan tingkah Yuna, dan ia sudah tidak ingin melihat wajahnya. Namun, ia tidak bisa berkata apa-apa jika ayahnya sudah berkata "tidak".
Itulah yang menyebabkan dirinya masih berkuliah di kampus itu, walau sebenarnya hatinya sudah tidak ada di kampus itu. Namun, setidaknya ia masih memiliki teman-teman yang mau berteman dengannya dan membuatnya nyaman.
Mereka tidak lain adalah Farel dan juga Irfan, kedua teman Leo ini adalah satu-satunya alasan yang membuat Leo tetap tinggal. Teman yang kocak dan selalu bisa membuatnya tenang, tidak banyak orang yang bisa mendekatinya kecuali kedua orang ini. Yang memang sudah bersamanya sejak di bangku SMA.
Kedua teman Leo ini bahkan juga mengetahui kisahnya dengan Tata, kekasihnya yang ternyata adalah sahabat Naura yaitu Tania. Sejak dulu nama panggilan Tata sudah akrab di telinga mereka, dan itulah yang membuat mereka sangat nyaman untuk bergabung bersama dengan Leo dan Tata.