Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 129



" Kau sedang ngobrol apa sama Tante?" tanya Putra yang penasaran.


" Kami sedang membahas mengenai Rasya, dan juga tau karena si Rasya ini aku harus putus dengan Naura. Padahal aku sangat mencintai Naura, tetapi demi keselamatan dia aku terpaksa melakukan ini." jelas Arga.


" Ya aku tau apa yang sedang kau maksud, memang semuanya sangatlah sulit. Mana aku juga masih belum tau dia itu Rasya atau Alana, sungguh aku sangat merindukan Alana." ucap Putra.


" Yang sabar ya Put, insyaallah semuanya bisa berakhir secepatnya." ucap Arga.


" Yang kau katakan memang benar, kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan cinta kita kembali." ucapnya.


" Dan semua itu membutuhkan kerja keras yang tidak sedikit, jujur saja aku masih kurang yakin untuk melakukannya sendirian. Kini hanya engkaulah harapanku Putra, aku tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi." ucapnya dan Putra pun mengangguk.


" Rencananya besok kami ingin bergerak untuk mencari tahu kebenaran siapakah itu Rasya, kau mau ikut atau tidak?" tanya Putra.


" Ikut, eh tapi tunggu dulu. Naura pastinya akan ikut bersama kalian bukan, kalau begitu aku tidak bisa ikut bersama dengan kalian." ucap Arga yang baru menyadari kalau Naura akan ikut mencari kebenaran.


" Aku juga baru ingat, kalau Naura juga akan ikut bersama dengan kami. Kalau begitu kau pergi bersama dengan tim yang lain, dan saat aku sudah mendapatkan bukti aku akan memberitahukannya kepadamu. Dan mudah-mudahan saja semuanya dapat bermanfaat, dan engkau dapat balikan dengan Naura." ucapnya yang menatap Arga dengan tatapan teduh.


" Kalau begitu aku sangat berharap kepadamu Putra, aku masyarakat timku juga akan ikut mencari kebenaran. Aku mohon jaga Naura, jangan sampai dia terlibat dalam bahaya." ucap Arga.


" Kau tenang saja Arga, Naura pasti aman bersama dengan kami. Lagian aku tidak hanya berdua saja mencari informasi dengannya, masih ada yang lain yang ikut bersama dengan kami." jelasnya dan Arga pun mengangguk.


" Iya aku sudah mengetahui apa yang ingin kau artikan, tetapi tetap saja aku sangat khawatir kepada Naura. Ingin rasanya aku berada di sampingnya, tetapi semuanya kini tidak mungkin. Aku telah mengakhiri hubunganku bersama dengannya, dan kini aku sudah tidak memiliki hak untuk mengaturnya kembali." jelasnya yang tanpa sadar meneteskan air mata.


" Sudahlah jangan bersedih lagi, kau melakukan semua ini juga bukan tanpa sebab. Sekarang kita sama-sama berusaha untuk mengakhiri semuanya, agar kita bisa kembali ke kehidupan kita yang kita jalani seperti biasa. Kisah ini sungguh sangat melelahkan, dan kisah ini juga sangat membingungkan." jelas Putra dan Arga pun mengangguk.


" Aku memang melakukan semua ini demi Naura, tetapi hingga kini ia masih belum mengetahuinya. Dan bahkan kini ia juga sudah mulai membenciku, jangankan untuk bertemu mendengar namaku saja dia sudah tidak mau." jelas Arga yang memang telah tersakiti.


" Yang sabar ya Arga, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk dirimu." ucap Putra yang memang tak tahu harus berbuat apa-apa.


...----------------...


" Tampaknya kau sedang sibuk?" tanya Zia yang melihat Naura sedang memasukkan barang-barang ke dalam tas.


" Ya begitulah." jawabnya santai.


" Memangnya kau mau ke mana?" tanya Zia yang penasaran.


" Aku dan teman-temanku sedang ingin menyelidiki seseorang, katanya seseorang ini memiliki saudara kembar. Tetapi entah kenapa sosok yang di sini tidak seperti dengan dirinya, malah sosoknya saat ini lebih mirip dengan saudara kembarnya." jelasnya dan Zia pun menjadi sangat penasaran.


" Yah benar, dia memang merupakan siswa di sekolah kita. Dan bahkan kehadirannya juga sempat menggemparkan seisi sekolah." ucapnya.


" Biar aku tebak, jangan bilang itu Rasya." tebak Zia.


" Yang kau katakan memang benar, dia adalah Rasya teman sekelas ku." jawabnya.


" Tetapi apa gunanya kamu menyelidiki dia, dan tadi kau sempat bilang dia seperti bukan dirinya. Dirinya yang di sini lebih mirip dengan saudara kembarnya, memangnya dia punya saudara kembar ya?" tanya dia yang sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Rasya.


" Rasya itu sebenarnya adalah anak angkat, aku memiliki teman yang bernama Arya dan dia adalah teman dari Rasya dan juga kembarannya sewaktu di panti asuhan. Arya mengatakan sifat Rasya lebih mirip dengan kembarannya yaitu Alana, karena itu kami mencurigai kalau dia bukan Rasya tetapi Alana. Karena hingga kini keberadaan Alana masih belum diketahui, dan kabar yang kami ketahui adalah ternyata Rasya mengalami kecelakaan tetapi tidak ada yang mengabarkan ia selamat atau tidak. Sedangkan ia justru menjadi siswa baru di sekolah kita, bukankah hal ini sangat aneh." jelasnya.


" Yang kau katakan memang benar Naura, aku juga menebak kalau dia pasti adalah Alana. Tetapi mengapa dia mau menjadi Rasya ya, atau jangan-jangan ada terjadi sesuatu kepada dia." jelasnya dan Naura menjadi penasaran.


" Apa maksud perkataanmu itu?" tanyanya yang memang tidak bisa mengartikannya.


" Bisa saja si Alana ini juga mengalami kecelakaan, dan dia mengalami amnesia. Karena keluarga Rasya sangat membutuhkan orang untuk dikenal oleh publik, jadi mereka mengambil Alana yang sedang amnesia dan mengatakan kepada publik kalau dia adalah Rasya. sedangkan keberadaan Rasya yang asli masih belum ditemukan, dan mereka masih saja terus mencari keberadaannya." tebak Zia dan membuat Naura menjadi berpikir kembali.


" Yang kau katakan ada benarnya juga, apalagi keluarga Rasya adalah keluarga yang cukup terkenal. Yang sesuai dengan aturan publik mereka harus memperkenalkan penerusnya kepada publik, dan bila penerus mereka tidak ada maka akan digantikan oleh keluarga dari pihak sepupu. Kini masalah mulai terpecah, kalau begitu yang bersama kita selama ini bukanlah Rasya tetapi Alana. Lalu pertanyaannya saat ini, di mana keberadaan Rasya yang asli?" ucap Naura yang sudah berpikir dengan sangat matang.


" Tak kusangka kau dapat menangkapnya dengan cepat, jadi perlu bantuan dariku tidak?" tanya Zia yang memang sangat ingin menyelidiki semua ini.


" Kalau begitu kau ikut saja Zia, kebetulan besok kami akan berangkat sepulang sekolah. Tapi sih itu kalau kau tidak keberatan ya, apalagi sekarang kamu sudah jadi bucinnya si Riko." ucap Naura dan dia hanya tertawa saja mendengar penuturannya.


" Jangan marah dong Naura, lagian bucin itu kan hal yang wajar. Namanya juga orang pacaran, bertingkah seperti itu sudah biasa." ucapnya ada Naura pun mengangguk.


" Aku tahu apa yang kau maksud, tetapi ketika masih di tingkat bucin maka dia akan sangat memperhatikanmu. Dan hal yang akan kita lakukan ini cukup sangat berbahaya, aku jadi tidak yakin dia akan mengizinkanmu untuk pergi menyelidikinya." jelas Naura dan Zia pun mengangguk.


# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.


1. Rela Walau Sesak


2. Derai Yang Tak Terbendung


3. Sepahit Sembilu


4. Azilla Aksabil Husna