
'' Nyonya masuk rumah sakit den.'' ucap bibik
kini mereka berdua pun ikut panik, dan berlarian. Sekarang gantian bibik yang menenangkan mereka. Setelah mereka tenang, mereka langsung pergi ke rumah sakit tempat mama Arga di rawat.
Sesampainya mereka di rumah sakit, mereka langsung menemukan Arga yang sedang melamun di depan ruangan mamanya. Saat ini hanya ia seorang diri, sedangkan papanya sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis.
Keduanya yang merasa kasihan pada Arga, kini mereka berdua memeluk Arga. Dan pelukan itu menyadari Arga dari lamunannya, tidak lama setelah itu muncul sesosok wanita dan langsung masuk kedalam pelukan Arga. Arga yang tadinya tampak kuat dalam seketika air matanya pun berlinang.
Ya wanita itu adalah Naura, walaupun saat ini ia sedang kesal dengan Naura. Namun, jujur saja pelukan dari Naura kini sangat ia butuhkan. Hanya Naura la wanita setelah mamanya yang dapat memberikan kehangatan padanya.
Leo yang menyaksikan Arga menangis di dalam pelukan Naura, ia semangkin yakin kalau Arga suka kepada Naura. Karena dalam kamus lelaki mereka tidak boleh menangis, kecuali di hadapan wanita yang memang benar-benar ia sayangi.
Hati Leo semangkin tenang untuk melepaskan Naura ke dalam pelukan Arga, dan ia ingin secepatnya memberi tahukan kepada Naura kalau sebenarnya ia dan Tania sudah jadian. Dan ia berharap, Naura tidak akan mengganggu keromantisan mereka berdua. Apalagi dengan beradaan Arga di sisinya.
Namun, hingga kini ai masih bingung. Harus menjelaskan seperti apa kepada adiknya itu, karena kabar tentang kesalahpahaman antara ia dan Tania sudah sampai ke telinga Naura. Dan ia takut dengan amukan dari adiknya itu, yang kabarnya sangat mengerikan. Belum merasakannya saja ia sudah ciut, bagaimana nantinya kalau sampai ia merasakannya.
Tiba-tiba Leo tersadar dari lamunannya ketika ia merasakan ada tepukan di pundaknya, dan itu ternyata adalah Tania. Setelah mendengar kabar tentang mama Arga, ia langsung pergi tanpa berpikir apapun. Bagiannya Arga sudah menjadi temannya, walaupun dia adalah seniornya di sekolah.
Melihat wajah Tania, Leo langsung memeluknya. Dalam sekejap mereka berdua menjadi pusat perhatian, Naura yang melihatnya juga rasanya ingin meledak. Ia mulai menerka-nerka sebenarnya ada hubungan apa, diantara sahabatnya itu dengan sang kakak.
Tania yang menyadari tatapan dari Naura, ia langsung menculit Leo. Leo yang merasa kesakitan pun bertanya.
'' Kenapa gue di cubit?'' tanya Leo seperti tidak bersalah.
'' Kita di lihati semuanya, Naura pun sudah menatap sinis.'' jelas Tania.
Dengan sigap Leo langsung melepaskan Tania dari pelukannya, dan ia pun melihat ke arah adiknya. Dan benar saja saat ini adiknya sedang menatap mereka dengan sinis, Leo pun merasa ketakutan melihat adiknya itu. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi, karena ia tidak sanggup melihat adiknya yang tampaknya sedang marah.
Semuanya merasa tingkah Leo aneh, tetapi tidak dengan Naura yang sudah penuh dengan pertanyaan. Kini Naura sudah mulai menyiapkan kata-kata yang ingin ia ucapkan di hadapan kakaknya nanti, dan ia juga ingin memberikan hukuman kepada Kakaknya itu.
Sebenarnya ia tidak masalah kalau semisalnya kakaknya itu menjalin hubungan dengan sahabatnya, tapi kini mereka bersembunyi atau menutupinya dari ia. Karena itu ia sangat kesal dengan kakak dan sahabatnya itu.
Leo dan Tania pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana, mereka kini sedang berduaan di taman untuk membicarakan tentang hubungan mereka berdua. Mereka juga sudah lelah harus bersembunyi dari Naura, Naura yang cukup peka pastinya juga sudah merasakannya.
'' uda Kak Arga jangan nangis, Kak Arga harus percaya kalau mama Kak Arga pasti kuat.'' ucap Naura memberi semangat kepada Arga.
Mendengar ucapan dari Naura, harga seperti memiliki dorongan semangat. Tanpa sengaja dengan bahagianya ia mencium pipi Naura, dalam seketika kepanikan melanda keduanya. Keduanya tidak bisa mengatakan apapun, mereka hanya diam membisu.
Dion dan Ryan yang menyaksikan itu, mereka pun merasa iri dan cemburu. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari tempat itu, mereka tidak ingin menyaksikan keromantisan antara Arga dan Naura.
Kini keduanya tidak berkata apapun, mereka hanya saling tatap. Bibi yang merasakan hawa tidak enak, Ia pun mulai membuka percakapan. Ia pun mulai menanyakan awal mula kedekatan keduanya, karena tidak mungkin kedekatan mereka tidak diketahui oleh kedua orang tua Arga. Dan hingga kini mereka masih tetap bersama, itu sungguh menjadi PR yang sangat besar bagi bibi.
'' Nama non siapa non?'' tanya bibi mulai berbasa-basi.
'' Nama saya Naura bi.''jawab Naura dengan senang mungkin.
'' Wah ternyata namanya cantik sama seperti orangnya.'' ucap bibi sambil tersenyum dan menatap ke arah Arga.
'' Bibi bisa aja, saya nggak cantik kok bi. semua wanita di dunia ini sebenarnya cantik, namun ketika ia bersama dengan orang yang tepat.'' jelas Naura yang saat ini tengah tersipu malu.
Mendengar ucapan dari Naura, bebek langsung mengedipkan mata ke arah Arga. Bibi tahu sebenarnya perkataan Naura tadi adalah kode keras, tetapi tuan mudanya ini tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Naura.
'' Wah bibi jadi penasaran nih, siapa sih kira-kira yang telah meluluhkan hati non Naura.'' ucap bibi dengan masih memberi kode kepada Arga.
'' Apaan sih bibi, Nggak ada bi saya tuh jomblo.'' ucap Naura karena sudah bosan berbasa-basi.
Mendengar ucapan Naura yang mengatakan jomblo, Arga tambah bingung. Sebelumnya ia tengah melihat Naura sedang berpelukan dengan seorang pria, tetapi di sini ia mengatakan kalau ia sedang jomblo. Pikirannya semakin melarang buana, tiba-tiba saja ia terjatuh pingsan.
Naura yang memang berada di sisinya, ia langsung dengan sigap menangkap Arga. Kemudian bibi segera memanggilkan dokter untuk memeriksakan Arga. Tidak butuh menunggu waktu lama, dokter pun akhirnya tiba. Arga pun segera dibawa ke dalam ruang inap, ketika dokter sudah keluar dari ruang inap. Naura langsung berhadapan dengan dokter, kini wajahnya sangat panik karena ketakutan.
'' Dok bagaimana keadaan keluarga?'' tanya Naura yang sangat panik.
'' Maaf sebelumnya, anda siapa ya? saya tidak bisa berbicara dengan orang lain. Saya harus langsung berbicara dengan keluarganya.'' ucap dokter tanpa mengulur waktu.
Bibi pun segera menyiapkan perekam suara, iya ingin tahu status apa yang akan digunakan oleh Naura. Agar mendapat informasi tentang keadaan Arga.