
" Perkenalkan namaku Naura." ucapnya dengan menjabat tangan Farel dan irfan secara bergantian.
Irfan sempat menggenggam tangan aura cukup lama, Leo yang melihat Itu tampak sangat marah. Ia langsung meraih tangan Naura dan juga Irfan.
Naura mempersilahkan semuanya untuk minum, kemudian Naura membawa Tania untuk pergi menuju kamarnya. Naura ingin menceritakan tentang Farel dan Irfan kepada Tania, Jujur saja ia masih merasa tidak nyaman dengan kedua sahabat kakaknya itu.
Dan ia juga ingin mempertanyakan mengapa sahabatnya itu bisa sangat dekat dengan sahabat kakaknya, iya sangat penasaran apakah sahabatnya juga memiliki hubungan spesial dengan sang kakak. Sejauh ini sahabatnya memang mengetahui nama sang kakak. Namun, sahabatnya tidak mengetahui wajah sang kakak.
Karena itu Naura mencurigai, bisa saja sang sahabat Tania bertemu dengan sang kakak di tempat lain tanpa sepengetahuannya. Dan mereka telah menjalin hubungan kasih, yang hingga kini masih disembunyikannya kepada sahabatnya ini.
Naura sudah lelah untuk benarkah, oleh karena itu ia berniat untuk bertanya kepada sahabatnya itu. Akhirnya mereka sampai di kamar Naura yang berada di lantai 2, mereka masuk dengan begitu saja tanpa mempedulikan siapapun.
Mereka berdua langsung terduduk di tempat tidur milik Naura, Naura yang sudah tidak sabar langsung saja memulai pembicaraan. Ia sangat ingin mengetahui apa sebenarnya yang disembunyikan sahabatnya ini.
" Tan aku boleh tanya nggak?" ucapnya untuk memulai pembicaraan.
" Mau tanya apa?" tanya Tania yang sudah mulai penasaran.
" Tapi jangan marah ya dan jawab jujur." Naura ingin memastikannya.
" Iya janji, tapi apa ini?" Tania tambah dibuat penasaran oleh Naura.
" Sebenarnya aku penasaran." ucap Tania yang tiba-tiba terhenti.
" Penasaran, penasaran tentang apa?" tanya Tania yang ikut penasaran.
" Aku belum siap ngomong Tania, dengerin dulu aku ngomong." jelas Naura yang sudah emosi.
" Eh maaf, kalau gitu lanjut la Nau." ucapnya untuk menenangkan Naura.
" Sekarang kamu jujur, sebenarnya kamu kenal sama kakak aku dan teman-temannya dari mana?" tanya Naura yang penasaran.
Mendengar penuturan dari Naura, Tania tampak panik. Ia bingung harus menjelaskan seperti apa kepada Naura sahabatnya itu, ia pun terpikirkan untuk membohongi Naura. Walaupun sebenarnya ia tidak tegah, tetapi ia masih belum ingin sahabatnya ini mengetahui hubungannya dengan Leo. Apalagi ia sempat menceritakan kebusukan Leo yang sebenarnya adalah Kesalahpahaman.
" Sebenarnya aku mengenal kak Leo dan teman-temannya itu karena dulu pacar kak Irfan adalah teman satu agency ku." jelas Tania yang memang benar kenyataannya, walaupun masih ada sambungannya yang tidak ingin ia ceritakan.
" Oh ya, terus gimana. sekarang kak Irfan masih pacaran nggak sama temen mu itu?" tanyanya yang mulai penasaran.
Tania tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya saja. Naura yang mengerti maksud dari Tania, ia hanya mengangguk saja dan tersenyum.
" Terus gimana, kamu kok bisa dekat dengan mereka. Kan kak Irfan dan pacarnya itu uda putus." tanya Naura kembali dengan wajah penasaran.
" Ya kan yang uda putus itu teman gue, jadi gue nggak ada masalah dong sama mereka." jelas Tania yang sebenarnya sudah bingung, ia tidak tau menjawab apa.
Tiba-tiba saja pintu kamar Naura di ketuk dari luar, ia pun segera membukanya. Tania merasa bersyukur karena ia tidak tau harus menjelaskan apa kepada sahabatnya itu.
" Adek, jangan di kamar aja dong. Farel dan Irfan itu mau ketemu sama adek, nanti mereka kecewa loh sama sikap adek." jelas Leo yang sebenarnya sudah mendapat chat dari Tania yang sedang kebingungan.
" Iya juga ya, kalau gitu ayo kita turun!" ajak Naura.
Mereka semua pun turun ke bawah untuk menemui Farel dan Irfan. Farel dan Irfan tampak terpukau melihat penampilan Naura yang cukup memukau menurut mereka.
Mereka memang mengetahui kecantikan Naura. Namun, tidak menyangka Naura bisa secantik ini ketika memakai pakaian biasa.
Naura langsung menghampiri mereka yang masih hanyut dalam lamunannya. Leo yang menyadari kalau teman-temannya itu sedang hanyut dalam dunia hayalan.
Ia pun berniat mengerjai kedua temannya itu, ia pun menjewer kedua telinga temannya itu. Sontak keduanya kaget, dan menjerit. Kemudian Leo tertawa, sedangkan Naura dan Tania hanya tersenyum.
Keduanya yang menyadari tawa dari Leo, mereka pun menatap ke arah Leo dengan ekspresi marah. Keduanya kemudian mengedipkan mata pertanda sepakat, Leo yang merasakan filing nggak enak. Ia pun berlari menjauh dari kedua temannya, dan benar saja farel dan Irfan mengejarnya.
Naura dan Tania tertawa melihat tingkah ketiga sahabat itu, tiba-tiba saja Tiara teringat masa awal mereka bertemu.
flashback on
Saat itu ia sedang berada di taman, ia sedang kesal karena sang kakak Tirta ingkar janji padanya. Ia yang sedang kesal, akhirnya menendang kaleng soda yang ia lihat di jalan. Dan kaleng itu mengenai kepala seseorang, ya itu adalah Leo.
" Siapa ini yang menendang kaleng, kalau berani lawan langsung. nggak zaman pakai lempar-lempar segala." ucapnya dengan nada marah
Tania yang melihat ekspresi di wajah Leo, ia sangat takut. Namun, tidak mungkin kabur karena orang tuanya selalu mengajarkannya untuk bertanggung jawab. Tania pun akhirnya memberanikan diri untuk menemui Leo, walaupun sebenarnya ia takut.
" Pe-permisi." ucapnya dengan terbata.
Ketiganya yang awalnya memasang ekspresi marah, seketika berubah dengan senyuman. Tetapi mereka juga merasa heran dengan tingkah wanita cantik yang mendatangi mereka, yang seperti sedang ketakutan.
Mereka melihat wajah cantik wanita yang sedang tertunduk itu, rasa penasaran mereka tambah melanda. Akhirnya salah satu dari mereka memutuskan untuk bertanya.
" Ada apa ya kak?" tanya Leo yang penasaran.
" Sa-saya mau minta maaf." ucapnya kembali masih dengan terbata.
" Minta maaf, untuk apa ya?" tanya Leo yang tidak tau.
" Oh, atau jangan-jangan Lo yang menendang kaleng itu." ucap Irfan dengan nada tinggi, dan membuat Tania ketakutan.
" I-iya, maaf ya. A-aku nggak sengaja." ucapnya dengan ketakutan dan ingin menangis.
" Irfan, mata Lo itu. Nggak Lo lihat, dia uda mau menangis." ucap Farel yang kasihan dengan Tania.
Namun, mendengar perkataan dari Farel bukannya ia menghentikan tatapannya. Ia justru tambah menatap dengan tajam, dan akhirnya Leo dan Farel kesal dengan Irfan. Keduanya pun menatap Irfan dengan sangat tajam. Irfan yang mulai takut dengan keduanya, ia pun melarikan diri dari hadapan kedua sahabatnya itu.
Farel dan Leo mengejar Irfan, mereka berlarian hingga menjadi pusat tontonan banyak orang. Tania yang awalnya ketakutan, ia pun menjadi tertawa melihat ketiga orang yang sedang kejar-kejaran itu.