
Leo pun termenung mendengar perkataan Tania. Ia membayangkan jika ia dan Tania akan menjadi topik berita esok hari, sebenarnya ia tidak apa. Namun, ia memikirkan tentang karir Tania. yang mungkin akan runtuh, jika kabar kedekatannya dengan Tania menyebar luas.
Ia pun akhirnya menyetujui apa yang dikatakan oleh Tania. Tania akhirnya pulang ke rumah dengan sendiri tanpa dijemput oleh Leo.
saat Tania ingin pulang, Ia pun bertemu dengan Lusi. Lusi menawari untuk mengantar Tania pulang, Tania yang merasa kalau memang tidak ada yang akan menjemputnya. Akhirnya ia pun pulang bersama dengan Lusi.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil Lusi bersamaan, tidak perlu menunggu waktu lama mobil Lusi langsung melaju dengan kecepatan yang cukup kencang menuju rumah Tania.
Tidak perlu menunggu waktu lama, mobil Lusi sudah sampai di depan rumah Tania. Lusi merasa terheran ketika mengetahui rumah Tania, ia mengira selama ini Tania adalah orang biasa. Namun, tidak disangka ternyata Tania memiliki rumah yang cukup besar. Dan jujur saja hal itu membuatnya takjup dan tambah penasaran siapa sebenarnya Tania.
Ia yang awalnya takut kalau orang tua dari Yuda tidak akan merestui hubungannya dengan Tania, kini rasa takut itu pun hilang. Setelah ia mengetahui tempat tinggal Tania, dan tanpa perlu dijelaskan Ia juga sudah tahu kalau Tania adalah anak orang berada.
Ia semakin tambah semangat untuk menyatukan Tania dan juga sahabatnya Yuda. Namun, ia masih harus mencari tahu apa kata Nia memiliki pasangan atau pun tidak, walaupun selama ini ia tidak pernah melihat pasangan dari Tania. Namun, ia masih tidak percaya kalau Tania tidak memiliki pasangan.
Jangankan Tania, biasa aja banyak yang tidak mengetahui kalau ia memiliki pasangan. Dan hal pasangan memang adalah privasi, dan itu tidak bisa kita tanyakan secara pribadi. Jikalau iya dekat dengan Tania ia tidak masalah untuk menanyakannya. Namun, situasinya kini tidak sama. Karena ia dan Tania sangat jauh dari kata dekat.
Ia dan Tania tidak pernah bertegur sapa, mereka hanya saling mengetahui kalau mereka satu agency saja. Dan hal seperti itu juga tidak hanya terjadi padanya dan juga Tania tapi terjadi juga padanya dan semua anggota di agensi tersebut. Apalagi sikap Tania yang cuek dan misterius, membuat banyak para model enggan untuk mendekatinya.
Jangankan orang lain, iya saja enggan untuk mendekati Tania. Kalau bukan karena sahabatnya Yuda, mungkin kejadian hari ini tidak akan ada saat ini. Dan mungkin ia tidak akan pernah tahu siapa sebenarnya Tania.
Tania pun turun dari mobil Lusi dan ia mengajak Lusi untuk masuk ke dalam rumahnya, Lusi merasa sangat takjub melihat rumah Tania. Dan ia pun berkenalan dengan Desi kakak ipar dari Tania, dia sangat bahagia ketika melihat wajah dari Desi yang sangat cantik.
Desi yang mengetahui kalau Tania sudah pulang, Ia pun merasa kalau Desi membawa pulang Naura. Karena yang selama ini sering datang ke rumah ini adalah adik sepupunya Naura. Namun ternyata bukan dan Desi pun bertanya-tanya siapa wanita tersebut.
Desi dan Lusi berkenalan, Lusi sangat kaget ketika mengetahui siapa itu Desi. Dia tidak menyangka kalau Desi yang merupakan kakak ipar dari Tania ini ternyata adalah seorang supermodel go internasional.
Akhirnya mereka berbincang-bincang banyak, dan akhirnya Lusi pun mengetahui kalau Naura ternyata adalah adik sepupu dari Desi. Ia pun mulai menyusun rencana agar dapat dekat juga dengan Naura, karena jika ia juga dekat dengan Naura maka jalannya untuk membantu temannya Yuda untuk dekat dengan Tania akan semakin dekat.
Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, akhirnya Lusi memutuskan untuk pulang. Ia pun berpamitan dengan Tania dan juga Desi. Mobil Lusi segera pergi menjauh dari rumah Tania, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Lusi pun sampai di rumahnya sendiri.
Ia masih saja memikirkan tentang status Tania, awalnya ia mengira kalau Tania adalah orang biasa. Namun, tidak disangka ternyata Tania adalah orang berada. Itu merupakan kabar baik bagi temannya Yudha. Namun, ia menjadi merasa bersalah kepada Tania. Atas anggapannya selama ini.
I menjadi merasa bersalah kepadatannya, dan ia juga ingin menjalani hidup seperti Tania. Yang tampak sederhana padahal sebenarnya memiliki segalanya, iya menjadi tambah penasaran seperti apa kehidupan Tania sebenarnya.
ia ingin menjadikan Tania menjadi panutan hidupnya, dan iya yakin bahwa sikap dan karakter Tania lah yang menjadi peran utama kenapa sahabatnya Yuda jatuh hati kepada Tania. Sikap dan kelembutan Tania dan kesederhanaannya pasti membuat orang tertarik kepadanya, di balik sikapnya itu ternyata dia adalah anak orang berada. Itulah poin yang jarang dimiliki oleh anak-anak orang berada.
Lusi masih hanyut dalam pikirannya tentang Tania, dan tanpa terasa Ia pun terlelap. Keesokkan paginya ia kembali ke sekolah dengan gembira, iya mulai bercerita kepada Tama tentang sifat dan karakter Tania yang ia temui kemarin.
" Tama, gue nggak nyangka lo..." ucapnya yang tiba-tiba terpotong oleh ucapan Tama.
" Nggak nyangka kenapa lusi?" tanya Tama di sela-sela percakapannya.
" Lo ya tam, gue tuh belum siap cerita. Main potong aja." ucap Lusi dengan memanyunkan bibirnya.
" Ia deh maaf, jadi boleh dilanjut ceritanya." bujuk Tama dengan mencubit pipi Lusi.
" Sakit tahu Tam, ya udah deh gue lanjutin. Ceritanya tuh gini, kemarin kebetulan gue lagi satu shoot sama Tania." jelas fungsi dan membuat sama semakin penasaran, Tama hanya mengangguk saja.
" Dan asal lo tahu, gue sempat nganterin Tania ke rumahnya. Sumpah tau nggak, ternyata Tania itu anak orang berada." jelas Lusi kembali.
" Apa, Tania anak orang berada. Lo bercanda kan lus?" tanya Tama dengan ekspresi kagetnya.
" Gue nggak bercanda Tama, memang itu yang gue lihat. Gue juga sempit ngobrol lagi sama kakak iparnya, dan asal lo tahu ternyata kakak ipar setannya itu kakak sepupunya si Naura." jelas Lusi dan membuat Tama semakin terkaget-kaget.
" Kalau begitu bisa dijelaskan kalau Si Tania sama Naura itu ada hubungan saudara ya, walaupun bukan saudara dekat. Dan mereka juga bestie an, kalau dilihat dari sifat dan karakter mereka. m6ereka berdua tidak jauh berbeda, aku jadi tambah penasaran deh seperti apa sih kehidupan mereka berdua." jelas Tama yang kini hanyut dalam pikirannya, karena mulai penasaran dengan kehidupan Tania dan juga Naura.
" Ia gue juga jadi tambah penasaran, karena itu lo mau bantuin gue kan?" bujuk Lusi dengan menarik tangan Tama.