
" iya Kak, memang ada yang salah ya dari gue?" tanya Tania dengan mengamati seluruh tubuhnya.
Yuda tidak menjawab, iya hanya mengamati Tania dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia mengetahui kalau Tania memang cantik. Namun, Ia tidak menyangka kalau Tania bisa secantik ini tanpa menggunakan seragam.
" Kak, Kak Yuda." panggil Tania.
Yuda pun tersadar dari lamunannya, ia pun merasa malu karena melamun di jalanan umum, apalagi di hadapan Tania.
" Eh, iya Tan. Ada apa ya?" tanyanya yang baru tersadar.
" Kakak ini, ngelamun ya? dipanggil dari tadi, kok nggak nyahut." ucapnya dengan kesal.
" Eh maaf Tan, tadi tiba-tiba gue teringat sesuatu." ucapnya sambil memperhatikan wajah Tania dan mengelak.
" Oh yauda, kalau gitu aku minta maaf ya kak. Aku permisi dulu." ucap Tania kemudian melenggangkan kakinya meninggalkan Yuda.
Dalam sekejap Tania menghilang dari pandangan. Yuda pun mencari-cari keberadaan Tania. Namun, tak kunjung bertemu.
" Besok gue harus cari dia, dan secepatnya gue harus tembak dia. Bisa bahaya kalau gue keduluan sama orang lain." ucapnya memperkuat diri agar berani untuk mengungkapkannya esok hari.
Tania yang sudah jauh dari Yuda, ia pun bersyukur karena telah menjauh dari hadapan Yuda.
Tania, tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda. Ia pun akhirnya membantu pemuda itu untuk merapikan buku-buku yang di bawahnya. Alangkah kagetnya ia ketika melihat wajah pemuda itu.
Ia dan pemuda itu saling menatap, kemudian ia ingin berlari menjauh dari pemuda itu. Namun, langkahnya terhenti karena tangannya digenggam oleh pemuda itu.
" Tata dari mana saja kau? gue sangat merindukan lo." ucapnya dengan memeluk Tata.
Tania taman rasa nyaman akhirnya membuka suara. Ia pun membuka semua unek-uneknya yang soalnya ini ya simpan. Ia menjelaskan mengapa ia pergi dari hadapan pemuda itu.
Pemuda itu yang mendengar semua penuturan dari Tania, ia pun juga merasa bersalah padahal apa yang dilihatnya bukanlah kebenarannya. Ia pun akhirnya menjelaskan semuanya kepada Tata.
Tania yang mendengar penuturan dari pemuda itu, iya pun menjadi menangis dan sangat kuat. dan ia memeluk pemuda itu dengan sangat erat karena ia sangat merindukannya.
Tanpa segan pemuda itu pun memeluk Tania balik. Dan iya juga meluapkan tangisnya. Dalam sekejap mereka berdua menjadi tontonan semua orang yang melewati jalanan itu.
Menyadari situasi saat ini, pemuda itu akhirnya membawa Tania dan pergi ke sebuah kafe. mereka mengobrol sambil bercanda dan tertawa.
Rasa yang sudah lama pendam, kini tiba-tiba saja berbunga kembali. Rasa yang sudah lama pergi dalam hidupnya, kini datang dan mewarnai hidupnya lagi.
kesalahpahaman membuat semua menjadi buta, dan memiluhkan hati. Kesalapahahamam yang selalu menjadi duri telah lenyap. Dan kini kebahagiaan datang pada mereka .
Mereka terus-menerus bercerita tentang kehidupan mereka, Tania yang selalu menghindar dan pemuda bernama Leo itu yang selalu mencari walaupun tanpa petunjuk apa pun.
Mendengar kisah perjuangan Leo, Tania sampai terharu. Tanpa sadar derai pun menetes diwajahnya yang cantik. Dan ia bersandar di bahu Leo, hingga membuat baju Leo basa. Leo yang mulai merasakan bajunya basa, ia pun mengelus kepala Tania.
" Sudah jangan nangis, ini semua juga salah gue." ucapnya karena tidak tahan melihat Tania yang menangis, dan hatinya juga terasa sakit.
Tania yang mendengar perkataan Leo, dia pun langsung menatap ke arah Leo. Ia juga melihat mata Leo yang berkaca-kaca, dia juga tahu kalau Leo juga tersakiti.
" Tidak ini bukan salah lo, seharusnya gue juga nggak akrab sama dia. Dan lo nggak akan pergi ninggalin gue." ucapnya demi memeluk Tania.
" Kita mulai dari awal ya, please Tata beri aku kesempatan." ucapnya kembali dengan menatap ke arah mata Tania.
Tania tidak menjawab, dia terus menatap ke arah mata Leo. Dan akhirnya ia mengangguk pertanda setuju. Senyuman indah pun terpancar dari wajahmu, kemudian ia menggenggam dan mencium tangan.
Tania tersipu malu dengan tindakan yang dilakukan oleh. Kemudian ia menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Leo, ia merasa sangat malu karena saat ini dia dan Leo sedang berada di tempat umum.
Leo mengetahui kalau Tania saat ini sedang tersipu malu. Namun, Leo tetap mengeratkan pelukannya kepada Tania. Tak lama Setelah itu mereka pun memanggil waiters, mereka pun membayar sesuai dengan yang dikatakan oleh waiters.
Setelah itu mereka pun pergi keluar dari cafe, mereka menjadi pusat perhatian karena mereka bergandengan tangan. Tania pun masuk ke dalam mobil Leo, mereka pun pergi ke tempat biasa mereka bersama. Sebuah taman yang sangat indah menurut mereka, taman yang dipenuhi dengan rumput hijau dan bunga-bunga.
Di perjalanan menuju taman, Tania selalu tersenyum menatap ke arah Leo. Menyadari tani yang menetapkan arahnya Ia pun memulai percakapan.
" Gue ganteng ya?" ucap Leo dengan tepat menatap lurus ke arah jalan.
" Nggak Biasa aja." ucapnya dengan membuang muka dan melihat ke sisi jalan.
" Yakin nih, kalau gitu gue turunnya di sini. Lo aja yang pergi." ucapnya dengan tampan serius agar Tania merasa takut jika Leo meninggalkannya kembali.
" Janganlah, aku kan masih rindu." ucapnya kemudian menutup mulutnya karena keceplosan.
Leo mendengar ucapan dari Tania Ia pun tersenyum, kemudian ia menghentikan mobilnya di tepian jalan. Tania yang bingung aku mulai bertanya-tanya mengapa beliau menghentikan mobilnya.
" Kenapa mobilnya berhenti?" tanya tanya yang sangat penasaran.
Leo tidak menjawab apapun, Ia pun menatap ke arah Tania. Ia mencubit pipi cabi Tania. Tania pun merasakan kesakitan karena ibunya dicubit.
" Kenapa dicubit sih? kan jadi sakit." ucapnya dengan memajukan bibirnya.
" Adu dia semakin menggemaskan." batin Leo.
" Habis lo gemesin banget, kan jadi pengen. hehehe." ucapnya sambil tertawa.
" Ih nyebelin." ia pun semakin cemberut.
" Udah dong jangan ngambek, kalau ngambek makin tambah cantik loh. Gue kan jadi pengen hidup lagi." ucapnya dengan menatap ke arah tanya.
Tania yang mendengar perkataan, Ia pun menutup dua pipinya. Ia tidak ingin dicubit untuk yang kedua kalinya, cubitan Leo menurutnya sangat menyakitkan.
Tiba-tiba saja ia teringat dengan kata-kata yang baru saja ia sebutkan, kalau iya sangat merindukan Leo. Ia pun mulai merasakan takut yang tak terhingga, dan ia terus menatap ke arah Leo.
Leo yang menyadari kalau ia sedang ditatap oleh Tania, Ia pun menatap kembali ke arah Tania.
" Udah dong jangan tatap gue terus, nanti gue cubit lagi." ucapnya dengan memperhatikan Tania, Tania akhirnya membuang muka ke arah sisi jalanan.