Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 139



" Atau jangan-jangan kamu sudah mengetahui kalau saya adalah pemimpin Mafia." ucap Beni.


" Iya saya sudah mengetahuinya Om, tetapi saya tidak menyangka kalau itu ternyata adalah Om. Dan saya juga tidak menyangka, Om dengan tega membawa anak orang dan membuatnya menjadi anak Om." ucapnya dan Beni pun kaget.


" Apa maksud dari perkataanmu?" tanya Beni.


" Saya mengetahui kalau dia bukanlah Rasya." ucapnya dan Beni pun tersentak.


" Ba-bagaimana bisa kau mengetahuinya?" ucapnya yang terbata.


" Saya sudah tahu dia bukan Rasya, karena dia adalah Alana pacar saya." ucapnya.


" Jadi nama aslinya Alana, maafkan saya. Saya tahu kamu pasti sangat terpukul, tetapi saya tidak ada pilihan lain. Putri saya Rasya telah meninggal, dan jalan satu-satunya agak Saya tidak tergeser adalah mencari seseorang yang mirip dengannya. Dan kebetulan saya menemukannya di tepian sungai, dan pada saat itu dia juga mengalami amnesia. Maafkan saya, karena saya sudah memanfaatkannya, bukannya saya mengembalikannya." ucap Beni dan Rasya yang bersembunyi pun juga mendengarnya.


" Jadi beneran aku bukan Rasya." ucap Rasya yang tiba-tiba saja muncul.


" Karena Rasya yang asli telah meninggal, Kalau begitu kamu menggantikan statusnya saja." ucap Putra.


" Apa maksudmu Putra?" tanya Rasya yang heran.


" Awalnya aku memang ingin mencari tahu keberadaan Rasya, kemudian memastikan apakah kau aman ketika menjadi dia atau tidak. Karena dia telah tiada, maka sekarang kau lebih baik mengambil statusnya saja. Orang tua angkat mu sangat jauh dari kata baik, dan sebenarnya mereka berniat menjual mu." jelas Putra dan membuat keduanya menjadi kaget.


" Sebegitu mengerikannya orang tua angkat ku itu." ucapnya yang kini terjatuh.


" Mereka sungguh orang yang sangat buruk, tetapi apa maksud dari perkataanmu tadi. Jadi Alana ini adalah anak angkat, lalu mengapa wajahnya bisa sangat mirip dengan anak saya." ucap dino yang Beno pikirannya sedang bercampur aduk.


" Orang tua angkat Alana memang sangat buruk, karena itu aku selalu saja berusaha untuk membawanya pergi. Tetapi di hari itu aku dan Alana mengalami kejaran dari orang yang ingin membawa Alana, karena itu aku meminta anak-anak untuk pergi melarikan diri sendirian dan meninggalkanku di dalam mobil. Dan setelah itu aku menerima kabar Kalau dia telah meninggal, di satu sisi aku merasa senang karena niat jahat orang tuanya tergagal kan. tetapi aku sangat sedih karena harus kehilangan Alana, karena jasadnya memang tidak ditemukan hanya ada satu jasad yang ditemukan dengan wajah yang tidak utuh." jelas Putra.


" Jadi pertemuanku dengan Alana karena rencana melarikan diri." ucapnya.


" Benar sekali Om, karena Putri Om sudah tidak ada aku mohon Om mengakui Alana sebagai anak Om sendiri. Dan aku juga tahu kalau Rasya sebenarnya bukan anak kandung Om, karena Rasya dan Alana adalah anak kembar." jelasnya.


" Jadi mereka berdua anak kembar, pantas saja mereka memiliki kemiripan yang hampir 100%. Aku tidak menyangka hal ini bisa terjadi, dan aku tidak menyangka kalau pacarmu yang selalu kau ceritakan yang selalu kau sebut dengan nama Ana ternyata selama ini ada di rumahku." ucapnya.


" Kalau begitu kamu tenang saja Putra, aku bisa menyusun rencana jika suatu hari ada yang mengetahui kalau dia bukanlah Rasya. Sebenarnya Rasya adalah anak dari saudara kembarku, jadi otomatis dia adalah anakku juga. Karena dia adalah saudara kembar dari Rasya, maka dia adalah putriku juga. Dan aku tidak akan membiarkan keluarga jahat itu mengambilnya kembali, bila orang-orang yang ku percaya juga berkhianat. Hal itu juga akan bisa terbantahkan dengan bukti tes DNA, dan pastinya tes DNA menyatakan kami cocok." jelas Beni.


" Terima kasih Putra karena telah membuatku mengetahui semuanya, walaupun Papa ternyata bukan Papa kandungku tetapi ternyata dia adalah paman kandungku. Dan aku sangat bahagia ketika hidup bersama dengannya, dan kini walaupun aku harus berstatus sebagai kembaranku. Setidaknya aku bisa lepas dari keluarga jahat yang mengasuhku selama ini, terima kasih atas perjuanganmu dan atas perjuangan itu aku bisa bertemu dengan papa." ucapnya yang langsung memeluk Putra.


" Kalau begitu bagaimana kalau ada yang mencari tahu tentang Rasya, walaupun tes DNA bisa membuktikan kalau aku dan Papa cocok." ucapnya yang panik.


" Kamu tenang saja sayang, papa akan mengatur agar pemakaman Rasya diganti dengan namamu. Jadi tidak akan ada orang yang curiga, bahkan mereka juga akan terkejut ketika mengetahui kalau kau ternyata memiliki saudara kembar." jelas Beni.


" Om memang ahli dalam menyusun rencana, aku jadi pacarku ya Om." ucap Putra dengan tersenyum.


" Yakin ini cuma pacar aja, nggak mau lanjut ke jenjang berikutnya?" tanya Beni yang menggoda Putra.


" Mau sih Om, tetapi kami kan masih sekolah." ucapnya yang tersipu malu.


" Hahaha, kamu ini bisa saja. Nanti Om akan bilang sama Ayah kamu, jadi begitu tamat kalian langsung saja melanjut ke akad." ucap Beni.


" Papa…" ucap Rasya yang malu.


" Siap laksanakan Om, oh maaf salah maksudnya Papa mertua." ucapnya.


Ketiganya pun tampak sangat bahagia, kini ketiganya pun keluar dari ruangan tersebut. Mereka kini sedang mengobrol di ruang utama, dan tampak Beni tidak ingin melepaskan Rasya. Beni terus aja mengelus halus kepala Rasya, dan hal itu membuat Yina menjadi heran.


" Mengapa Tuan Beni tampak seperti sangat menyayangi wanita itu." ucap Yina.


" Yina, tolong ambilkan minum untuk kami." ucap Rasya yang penuh dengan nada tinggi dan membuat Yina menjadi heran.


" Wanita ini, siapa dia bisa berbicara seperti itu denganku. Kalau saja saat ini sedang tidak di depan Tuan Beni, pastinya wanita ini sudah habis di genggamanku." batin Yina.


" Baik nona." jawabnya kemudian segera pergi menuju dapur.


" Maaf kalau aku lancang Om, sepertinya orang itu memiliki niat buruk kepada Rasya. Mungkin secepatnya Om harus menyingkirkannya, takutnya ia merupakan seorang mata-mata. Saat ini mungkin saja dia bisa dipercaya, tetapi kita tidak tahu di kemudian hari." jelas Putra.


" Yang kau katakan memang benar, dia memang harus segera disingkirkan. Tetapi angan-angan sulit bila aku yang menyingkirkannya, mungkin aku membutuhkan bantuan darimu." ucap Beni yang memang sudah tahu siapa sebenarnya Putra.


" Kalau begitu Om tenang saja, aku yang akan membereskan dia. Walaupun pasukanku tidak terlalu kuat, setidaknya pasukanku banyak yang tidak diketahui." jelasnya.


" Kalau begitu saya serahkan semuanya kepadamu, karena saya tahu ini semua juga demi Rasya. Walaupun dia harus menggunakan status Rasya, setidaknya dia aman dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya." ucap Beni yang langsung memeluk Rasya.