
" Sejak kapan Naura menjadi adik angkat pak Rangga?" tanya Leo.
" Kalau soal itu aku nggak tau, tapi katanya sudah sejak kecil sih." jawab Tania.
" Sejak kecil?" tanyanya yang tidak percaya.
" Iya, katanya dulu papinya pak Rangga pernah menjalin hubungan dengan bundanya Naura. Tetapi mereka tidak melanjutkannya karena adik pak Rangga yang paling kecil tidak setuju." jawab Tania.
" Lalu sekarang bagaimana?" tanyanya.
" Apanya?" tanya Tania balik.
Hubungan Naura dengan adik pak Rangga?" tanya Leo.
" Kalau soal itu aku nggak tau." jawabnya.
" Masa Naura nggak pernah cerita, aku nggak percaya beb. Ayolah beb, jangan sembunyikan dari ku." ucapnya yang mencoba membujuk Tania.
" Sebenarnya hingga sekarang Naura masih belum pernah bertemu dengan adik pak Rangga yang paling kecil, apalagi pak Rangga sudah membangun perusahaan sendiri. Dan keluar dari rumah keluarga Talfika, jadi menurutku itu adalah hal yang wajar." jelas Tania.
" Astaga, lalu apakah aman ia tinggal di rumah itu. Bagaimana kalau sih Rangga itu hanya berpura-pura baik saja dan sebenarnya ia ingin menyakiti Naura." ucap Leo yang panik.
" Kakak tenang saja, pak Rangga tidak mungkin seperti itu. Lagian pak Rangga juga sudah memiliki pacar." jelas Tania.
" Pak Rangga yang galak itu sudah memiliki pacar, aku nggak salah dengar kan?" tanya Leo yang masih tidak percaya.
" Kalau kau tidak percaya, kau bisa lihat postingan WhatsApp Naura. Kebetulan ia semalam memposting wajah pacar pak Rangga, dan mungkin masih ada sampai sekarang." jawab Tania yang sudah bosan dengan pertanyaan-pertanyaan dari Leo.
Leo pun segera membuka handphonenya, dan benar saja Naura memang memposting pacar Pak Rangga. Leo sempat terkesima dengan kecantikan pacar Pak Rangga, tetapi kemudian ia tersadar kalau ia sudah memiliki Tania. Dan kini ia menjadi tenang, karena pikiran-pikiran negatifnya telah menghilang.
" Jangan marah dong sayang." ucapnya dengan membelai kepala Tania.
" Habis kau ini, sikit-sikit Naura terus." ucapnya dengan memanyunkan bibirnya.
" Kau kan tahu, kalau Naura sudah menjadi adikku. Jadi aku juga harus bertanggung jawab atas dirinya, dan bila terjadi sesuatu kepada dirinya pastinya aku akan merasa bersalah." jelasnya dan kini Tania pun berbalik langsung memeluknya.
" Ya sudah kalau begitu, aku tahu kau adalah orang yang tegas dan bertanggung jawab. Oleh karena itu aku bisa merasa nyaman denganmu, dan orang tuaku juga bisa merestui hubungan kita." jelasnya dengan tersenyum.
" Terima kasih sayang, kau memang paling mengerti diriku." jawab Leo.
" Aku masih belum banyak mengerti tentang dirimu, tetapi setidaknya sikapmu sudah membuat diriku tenang. Tetapi mungkin saat ini yang harus lebih kau perhatikan bukanlah Naura, karena Naura telah mendapatkan penjaga yang sangat menyayanginya. Dan sifatnya juga tidak jauh berbeda dengan dirimu, tetapi yang harus kau khawatirkan saat ini adalah Sandra." jelas Tania.
" Yang kau katakan memang benar, dan saat ini Sandra sedang menjadi PR bagiku. Sikapnya yang tidak suka diatur, dan selalu menentang membuat diriku menjadi pusing. Hingga kini aku masih memikirkan cara, agar Sandra bisa berubah menjadi lebih baik." jawabnya.
" Setidaknya kau sudah berusaha dengan baik, mudah-mudahan saja dalam waktu dekat Sandra bisa berubah. Dan ia bisa membanggakan dirimu, bukan menjatuhkan dirimu." jelas Tania dan Leo pun mengangguk.
...----------------...
" Hacin." terbatuk.
" Kau tidak apa-apa sayang?" tanya Miko yang merupakan pacar Sandra.
" Sepertinya ada yang sedang membicarakanku, dan kalau aku pikir sepertinya ini adalah kak Leo." jawab Sandra.
" Ih kamu beb, sakit tahu." jawab Sandra dengan memajukan bibir dan juga melipat tangannya.
" Sekarang sikit-sikit ngambek ya, tapi nggak apa-apa. Kau membuatku semakin cinta padamu, dan aku tidak bisa melupakanmu." rayu Miko.
" Gombal, tapi gombalannya telah bisa buat aku melayang. Belajar dari mana sih pacar aku ini." ucap Sandra dengan tersenyum kemudian mencubit kedua pipi Miko.
" Nggak ada belajar kok, semuanya tiba-tiba muncul ketika melihat wajahmu." jawabnya dan membuat Sandra tersipu malu.
" Masa, semua itu sulit untuk dipercaya." ucapnya dengan tersenyum.
" Ya udah deh, mau percaya atau tidak. yang terpenting cintaku hanya untukmu, dan aku tidak akan pernah berhianat." jawabnya.
...----------------...
Kini Naura tampak sedang bersedih, Iya duduk termenung di dalam kamarnya. Karin yang tanpa sengaja lewat di depan kamar Naura, ia pun melihat ekspresi murung itu. Dan kemudian ia langsung masuk ke kamar Naura, dan menanyakan apa yang terjadi pada Naura.
Tok
Tok
Tok
" Eh rupanya kak Karin, masuk aja kak." jawab Naura, dan Karin pun segera masuk kemudian duduk di samping Naura.
" Kau sedang ada masalah ya?" tanya Karin.
" Tidak kok kak." jawabnya dengan nada serak.
" Tidak usah berbohong, kau habis menangis kan?" tanya Karin dengan tatapan sinis.
" Nggak kok Kak, Naura tidak menangis." jawabnya dengan tersenyum.
" Kau tidak bisa membohongiku Naura, atau Ara adik kesayanganku." ucapnya dan tanpa sadar tangis Naura tambah kuat.
" Ternyata kakak memang sudah memahamiku." jawabnya.
" Tentu sudah dong, sudahlah jangan menangis. Sekarang ceritakan sama kakak, sebenarnya apa yang membuatmu menangis. Jangan dipendam sendiri, kakak akan berusaha membantumu. Kan sudah pernah Kakak bilang, anggaplah kakak sebagai kakak kandungmu. Bukan sebagai kakak iparmu, ya walaupun Rangga bukanlah Kakak kandungmu. Tetapi Rangga sudah sangat menyayangimu, bahkan melebihi adiknya sendiri." jelas Karin.
" Sebenarnya Ara baru putus kak." ucapnya dan Karin pun segera memeluknya.
" Apakah kau ada masalah dengannya?" tanya Karin untuk memastikan.
" Aku dan kak Arga tidak ada masalah, tetapi tiba-tiba saja ia memutuskan diriku. Aku tidak tahu apa alasannya, dan dia tidak mau menjelaskannya." jelas Naura dan Karin pun juga ikut bingung.
" Apakah kau sudah bertanya kepadanya?" tanya Karin untuk memastikan.
" Sudah Kak, tetapi kak Arga masih belum menjawabnya. Aku menjadi bingung, apa yang harus aku lakukan. Aku dan keluarga sudah menjalin hubungan hampir 1 tahun, dan entah kenapa ia menjadi berubah." jelas Naura.
" Atau kah mungkin karena dorongan keluarga, apakah hubunganmu sudah diketahui oleh kedua orang tuanya?" tanyanya kembali untuk memastikan.
" Hubungan kami sudah diketahui oleh kedua orang tua keluarga, walaupun diawalnya terjadi perdebatan besar. Tetapi akhirnya kedua orang tuanya pun menyetujui, dan sejak itu kami mulai menjalin hubungan. Dan di sela-sela itu kami juga mendapatkan tantangan, mulai dari harus memutuskan pertunangan ke Arga. Hingga akhirnya kami bersatu, walaupun hingga kini masih ada saja yang mengganggu." jelas Naura dan Karin pun mengganggu.