Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 46



'' Saya pacarnya dok, jadi bisakah saya mengetahui bagaimana keadaan pacar saya?'' ucap Naura dengan to the point.


Bibi yang mendengar perkataan itu, Ia pun meloncat kegirangan. Kini ia mengetahui status tuan mudanya dan juga wanita cantik yang ada di hadapannya, semakin penasaran cara apa yang digunakan oleh wanita ini untuk mendekati Arga. Ia sudah lama bekerja di kediaman Arga, dan Ia juga sudah mengetahui sifat dan karakter Arga. Karena itu ia menjadi sangat penasaran.


'' Ia baik-baik saja, ia terkena dehidrasi. Hal ini terjadi karena ia kelelahan.'' ucap dokter dan membuat semuanya kembali menjadi tenang.


Naura pun menghalang nafas lega, rasa takut yang tadi berada di dalam hatinya kini mulai terbuai.


'' Kalau begitu saya boleh menjenguknya?'' tanya Naura yang sebenarnya masih enggan karena dokter baru saja keluar.


'' Oh tentu saja boleh, tapi tolong jangan ribut ya. Pasien masih belum sadarkan diri.'' ucap dokter memperingatkan.


'' Baik dok.'' jawabnya kemudian langsung masuk menuju ruangan Arga.


Bibi kini merasa sangat bahagia, akhirnya ada seorang wanita yang bisa mengisi hari-hari tuan mudanya itu. Tuan mudanya yang galak dan juga cuek itu, seketika berubah menjadi lemah lembut di hadapan wanita yang berada di hadapannya. Ia merasa sangat bahagia karena mimpi-mimpi kelam itu Akhirnya telah sirna, dan ia yakin perjodohan antara tuan mudanya dan juga nona sombong itu pasti akan dihentikan.


Walaupun kedua orang tua Arga adalah orang yang tegas, dan sangat mementingkan bisnis. Namun, sebenarnya mereka sangat menyayangi Arga. Bahkan tanpa sepengetahuan Arga, mereka selalu mengutus pengawal untuk melindungi Arga.


Namun, kini yang menjadi masalah adalah status hubungan sosial wanita yang berada di hadapannya, Ayah Arga adalah orang yang selalu menjunjung tinggi kasta. Dan itu juga yang membuat hubungan sosial Arga menjadi sulit, ayahnya tidak pernah mengizinkannya untuk bergaul dengan kaum rendahan atau rakyat jelata. Dan jujur saja itu membuatnya sangat lelah.


Namun entah kenapa sang bibi sangat yakin, Kalau Arga pasti akan jadian dengan Naura. Seperti yang terlihat Naura pastinya akan dengan sangat mudah untuk dekat dengan dunianya, walaupun tetap dekat dengan tuannya akan sangat sulit. Namun, pastinya bisa diperkirakan. Kalau sang tuan lambat laun pasti akan luluh kepada Naura.


Nurah langsung menuju ke dalam dan menemui Arga. Karena sangat paniknya ia langsung memeluk Arga, adapun merasa heran namun ia tidak ingin melepaskan pelukan itu. Arga merasakan kalau tetesan air mata mulai keluar dari mata Naura, dan jujur saja itu membuat Arga sangat bahagia. Karena ternyata Naura sangat memperdulikannya.


'' karya nggak apa-apa kan?'' ucapnya masih dengan meneteskan air mata.


'' Gue nggak apa-apa Nau, udah ya jangan nangis.'' ucap harga dengan mengelap air mata yang tengah menetes.


Naura yang menyadari ucapan Arga, Ia pun langsung mengelap air mata itu. kemudian pura-pura tidak tahu.


'' Apaan sih Kak, siapa juga yang bakal nangis cowok berandalan kayak kakak.'' ucap Naura yang sudah gengsi karena ia ketahuan menangis.


'' Ia bawel.'' ucapnya dengan memeluk Naura.


Naura yang membelakangi Arga, tanpa sadar ia tersenyum dengan sangat lebar. Bibi dengan sigap merekam tingkah Naura, dengan sigapnya Naura sampai tidak menyadari kalau bibi tengah merekamnya.


'' Ternyata non Naura ini sangat cantik, sikapnya juga baik dan lembut. Aku harus memberikan rekaman ini kepada nyonya, agar dunia yakin siapa yang cocok untuk menjadi calon menantunya.'' batin babi dengan tersenyum lebar.


Setelah merekam bibi pun keluar, bibi tidak ingin menjadi obat nyamuk diantara kedua pasangan itu. Ia pun mengunci pintu dengan sangat perlahan, karena ia tidak ingin kalau kedua pasangan itu menyadari kehadirannya.


'' Lo lucu banget tahu kalau lo lagi panik.'' ucap Arga dengan menarik Naura karena dekatnya dan mencubit pipinya.


'' Apaan sih, orang lagi panik malah dibuat bercandaan.'' ucapnya dengan memanyunkan bibirnya.


'' Kakak ini, udah deh mending Naura keluar aja.'' ucapnya dengan melangkahkan kakinya namun seketika tangannya seperti ditarik, dan yah Arga memang sedang menariknya. Tarikan itu langsung menarik Naura jatuh di atas tubuh Arga, merah semua pun terukir di wajah Naura.


Arga pun sangat bahagia, karena melihat dari interaksi Naura. Ia yakin kalau Naura sebenarnya memiliki perasaan juga kepada dirinya, namun tiba-tiba saja bayangan saat di cafe tadi muncul di dalam kepalanya. Iya melihat Naura sedang berpelukan dengan seorang pria, itu membuatnya sangat kesal dan melepaskan Naura.


Naura yang merasakan kalau Arga sudah tidak menggenggam tangannya kembali, Ia pun merasakan hal aneh. Ia pun mulai menatap Arga.


'' Ada apa, tampaknya Kakak sedang marah?'' tanya Naura yang mulai merasakan tingkah aneh dari Arga.


'' Nggak gue nggak marah.'' ucapnya dengan cuek, itu membuat Naura semakin yakin kalau Arga sedang marah padanya.


'' Nggak usah bohong deh Kak, dari tingkat Kakak aja sudah tampak kalau Kakak sedang marah padaku.'' ucap Naura yang meyakinkan.


'' Nggak usah sok tahu deh, kita aja belum lama kenal.'' ucapnya kembali dengan ketus, ketika mendengar perkataan itu rasanya Naura ingin menangis.


'' Apaan sih Kakak ini, kalau memang ada masalah cerita. Nggak usah marah-marah nggak jelas kayak gini, kalau tau kayak gini mending aku nggak usah datang aja tadi.'' ucap Naura yang sudah emosi dengan tinggal Arga.


'' Ma-maaf, gue hanya sedang kesal aja.'' ucapnya dengan menunduk.


'' Lagi kesel sih kesel, tapi nggak aku juga jadi pelampiasannya kali. Memang apa sih yang buat kakak kesel?'' tanya Naura yang sudah penasaran.


'' Se-sebenarnya, tadi gue lihat Lo lagi pelukan sama cowok di cafe.'' ucapnya dengan terbata.


'' Oh jadi karena itu kakak kesal. hahaha.'' ucap Naura kemudian tertawa dengan sangat kencang.


'' kenapa Lo tertawa, gue emosi lu lihatnya.'' job Arga dengan nada cueknya.


'' Cie ada yang lagi cemburu nih.'' ucap Naura mulai menggoda Arga.


'' Siapa yang cemburu, nggak ada ya.'' ucapnya dengan mengalihkan pandangan ke arah lain.


'' Ya Kak Arga lah siapa lagi, masa bapakku. Lagian kan ayahku tadi nggak di situ.'' ucap Naura dengan sedikit bercanda.


'' Gak tau deh terserah, mending lu keluar deh dari sini.'' usir Arga.


'' Yakin ni, nggak mau tahu siapa cowok yang pelukan sama aku tadi?'' ucap Naura yang kini mulai menggoda jiwa penasaran Arga.


'' Yakinlah, lagian juga bukan urusan gue.'' ucap Arga dengan masih ketus.


'' Beneran nih, padahal rencananya aku mengenali dia ke kakak loh. Kebetulan juga dianya lagi ada di luar.'' ucap Naura yang sudah mulai menggoda Arga.