Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 14



Mama Arga hanya memperhatikan dari kejauhan, dan tiba-tiba telponnya berbunyi. Ia awalnya nggan untuk mengangkat telepon tersebut. Namun, ketika melihat nama yang tertulis, ia segera mengangkat telepon tersebut. Ia tidak mau mendapatkan amukan dari sang suami, ya yang menelpon adalah ayah Arga.


" Lo dimana?" tanya ayah Arga dari sebrang telepon.


" Masih di jalan pulang mas." jawab mama Arga yang sudah ketakutan mendengar suara suaminya.


" Yauda cepat, gue uda di rumah." ucapnya dan membuat mama Arga panik.


Telepon pun terputus, mama Arga langsung meminta supir pribadinya untuk melajukan mobil dengan cepat, karena sang suami sudah di rumah.


Ini hal yang aneh dan belum pernah terjadi. Karena biasanya ayah Arga tidak pernah pulang cepat. Ia selalu saja pulang malam atau bahkan terkadang tidak pulang bila ada banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.


Arga dan Naura sangat senang, Naura awalnya berpikir kalau di kota tidak akan seperti di kampung yang masih memiliki udara yang bersih dan segar. Namun, ternyata tempat seperti itu ada, dan sekarang ada di depan matanya. Dan itu semua berkat Arga, kalau bukan karena Arga, mungkin ia tidak akan tau ada tempat seperti yang ia lihat saat ini.


" Makasih ya kak." ucapnya dengan berbisik di telinga Arga.


Mendengar perkataan Naura Arga pun tersenyum, saat ini mereka sangat dekat hingga bau parfum Naura dapat tercium di hidung Arga.


Naura yang merasa heran, karena Arga tidak menjawab. Akhirnya ia menepuk pundak Arga. Arga pun akhirnya tersadar.


" Iya Nau, Lo suka?" jawabnya dengan masih kagok, karena tadi sempat hanyut dalam lamunan hanya karena suara dan parfum Naura yang sangat memberikan keterangan baginya.


" Suka dong kak, tempatnya bagus banget." ucapnya dengan tersenyum, menikmati hamparan padi dan tanaman yang ada di jalan. " Walaupun tidak sebanyak di kampung, aku sangat senang." batin Naura.


Tak terasa waktu sudah sore, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. Motor Arga akhirnya melaju ke arah rumah Naura, di depan rumah sudah ada Leo yang menunggu kepulangan adik barunya itu.


" Kak Leo." sapa Arga dengan senyuman.


Naura langsung turun dan menyalin tangan kakaknya, kemudian ia masuk kedalam.


" Lama ya?" tanya Leo dengan ekspresi datar dan membuat Arga panik.


" Iya kak, maaf." jawab Arga yang merasa bersalah.


Leo tertawa melihat ekspresi di wajah Arga, Arga semangkin kepalang takut dan merasa akan datang hal buruk padanya.


Leo merangkul Arga. " Gimana kencannya?" tanya Leo dengan berbisik.


Arga kaget mendengar perkataan Leo, kemudian ia tersenyum. " Kakak ngasih izin?" tanyanya yang penasaran.


" Masih perlu ditanyakan?" jawab Leo sambil mengedipkan matanya pada Arga.


Arga tersenyum lebar. " Makasih kak, aku janji akan baik-baik menjalaninya. Dan menjaganya, hingga takdir yang memutuskan." jawab Arga yang sangat bahagia dan mencoba meyakinkan keseriusannya.


" Iya, gue percaya. Tapi awas aja, kalau sampai Adek gue menangis karena Lo. Tau kan konsekuensinya." ucap Leo dengan tegas dan membuat Arga sempat menciut lagi. Namun, ia harus tetap berjuang demi cintanya pada Naura.


" Thank kak, kalau gitu gue balik dulu." ucapnya kemudian mengendarai motornya.


Leo pun masuk ke dalam, dan ia langsung menuju ke kamar Naura. Ia ingin tau perasaan sang adik pada Arga, juniornya dulu. Walaupun ia tau Arga sudah jatuh cinta pada adiknya. Namun, ia juga perlu tau perasaan adiknya sendiri.


" Kak Leo, ada apa ya?" tanya Naura yang masih berdiri di depan pintu.


" Boleh kakak masuk?" tanya Leo, ya walaupun sebenarnya ia bisa sembarang masuk, karena Naura adalah adiknya.


" Iya boleh kak." jawabnya dan mempersilahkan Leo untuk masuk.


Leo pun masuk ke kamar Naura, dan duduk di sofa yang ada di kamar Naura. Mereka pun duduk berhadapan.


Naura yang tidak tau apa-apa merasa panik. pikirannya melalangbuana nta kemana, dan ia teringat kalau dia tadi pulang sore dengan Arga. Saat ini ia merasa takut, jikalau Leo memarahinya karena tadi pulang terlalu sore, walaupun tadi sudah izin dengan Leo. Ia tetap merasa takut, bila kakaknya marah padanya.


Terutama di rumah ini, ia hanya dekat dengan ayah, adiknya Vino serta Leo. Sedangan mami dan Sandra selalu saja tampak tidak suka dengan nya. Ia semangkin bertambah takut, dan tidak bisa berkata apa-apa. Kini ia telah pasrah.


Leo pun memulai percakapan, ia mulai menyinggung hubungannya dengan Arga.


" Dek, sebenarnya hubungan mu dengan Arga bagaimana?" tanya Leo yang penasaran dengan hubungan sang adik.


" Maksud kakak bagaimana, aku nggak ngerti?" tanya Naura yang masih bingung dengan pertanyaan sang kakak.


" Adek ada perasaan nggak sama Arga?" tanyanya lagi untuk menjelaskan maksud inti dari pertanyaan sebelumnya.


Bukannya menjawab, Naura justru hanyut dalam lamunannya tentang momen-momen kebersamaannya dengan Arga. Leo yang melihat tingkah adiknya itu menyimpulkan kalau sang adik telah jatuh cinta pada Arga.


" Adek bagaimana?" tanya lagi.


" Jujur Adek nggak tau kak." jawabnya dan membuat Leo sangat kebingungan. Namun, dari gerak-gerik yang di timbulkan oleh sang adik, ia sedang jatuh cinta.


" Kalau Adek lagi bersama dengan Arga, Adek ada ngerasa sesuatu yang aneh nggak?" tanyanya mencari tau.


" Jujur kak, Adek juga nggak tau. Tapi Adek sering tiba-tiba jantung Adek itu berdebar sangat kuat, kayak mau keluar gitu kak " jelas Naura, dan hal itu semangkin memperkuat argumen Leo kalau adiknya ini sedang jatuh cinta.


Hal yang dirasakan oleh sang adik Naura, juga pernah dirasakan olehnya saat bersama dengan sang kekasih Tata, yang saat ini keberadaannya tidak diketahui.


Saat ini Leo tampak sedang hanyut dalam lamunannya tentang Tata. Ia mengingat momen-momen kebersamaannya, dan hal itu membuat ia merindukan Tata. Orang yang sangat ia cintai. Namun, karena salah paham ia menghilang nta kemana.


" Kak-kak Leo kenapa?" tanya Naura yang penasaran, beberapa hari ini Leo sering melamun. Dan hal itu mengganggu pikiran Naura.


" Nggak, nggak apa-apa kok, sampai mana tadi kita?" tanyanya agar Naura melupakan kalau ia baru saja melamun.


" Sampai jantung mau copot kak." jawabnya


" Kau sangat mirip dengannya Nau, walaupun wajah kalian tidak mirip. Tapi sifat dan karakter kalian sama, gue jadi terus teringat dengan nya saat melihat Lo Nau." batin Leo.


" Jantung berdebar ya, kalau dari pengalaman kakak. Itu artinya Lo lagi suka sama Arga, karena saat dekat Arga baru berdebar kan." jelas Leo meyakinkan adiknya.


" Apa iya kak, tapi kok Adek masih nggak percaya ya kak." jawabnya dengan ragu-ragu.