Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 137



Kini Naura dan juga datang sudah sampai di depan rumah Rangga, Naura pun langsung masuk ke dalam dan Natan pun segera pulang. tanpa mereka sadari ternyata Rangga memperhatikan mereka, tetapi Rangga tidak berkata apa-apa. Ia kini menjadi bingung karena ialah yang meminta Arga untuk putus dengan Naura, tetapi kini Naura justru dekat dengan pria lain.


" Tampaknya gini arah dekat dengannya, apa yang harus kukatakan kepada Arga." batinnya yang melihat kedekatan Naura dan juga Natan dari balkon.


" Kamu sedang memperhatikan apa sayang?" tanya Karin yang kini menghampiri Rangga.


" Kini aku menjadi bingung." jawabnya dan membuat Karin penasaran.


" Bingung kenapa?" tanyanya yang memang tidak mengetahui apa-apa.


" Saat ini Ara sedang dekat dengan lelaki lain, ya memang saat ini ia sudah tidak menjalin hubungan lagi dengan Arga. Tetapi itu semua karena aku, dan kini aku merasa tidak enak dengan Arga." jelasnya dan membuat Karin menjadi bingung.


" Apa maksudmu Mas, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau maksud?" tanyanya Ya memang tidak mengerti.


" Ceritanya panjang sayang, tetapi akulah yang meminta harga untuk menjauh dari Ara. Dan itulah alasan mengapa mereka berdua putus, dan aku berjanji kepadanya kalau ini hanya akan sementara. Tetapi aku tidak menyangka kalau akan terjadi hal seperti ini, ternyata dalam waktu dekat Ara bisa dekat dengan lelaki lain." jelasnya yang bingung.


" Kamu tidak usah memikirkannya, ini semua bukan salahmu. Dan ini juga bukan salah Naura, aku tahu siapa pemuda itu karena Naura sudah pernah menceritakannya kepadaku." jelas Karin.


" Ternyata kamu sudah mengetahuinya sayang, kalau begitu bisakah kamu menceritakan siapa pemuda itu!" ucapnya.


" Pemuda itu bernama Natan, dia adalah teman Naura sejak masih tinggal di Bandung." ucapnya dan Rangga pun cukup terkenal.


" Ternyata mereka sudah kenal sejak masih tinggal di Bandung, kalau begitu hubungan Arga dan Naura pastinya akan kandas beneran. Dan aku pun pasti akan merasa sangat bersalah, tetapi aku juga bingung harus berkata apa." ucapnya.


" Ya lalu mau bagaimana lagi, semua ini tidak kita rencanakan. Dan bahkan kemunculan Natan juga tidak ada yang tahu, bukan hanya kita yang tidak mengetahuinya. Bahkan awalnya Naura juga tidak mengetahui kalau Natan telah tiba di sini, mereka tidak sengaja bertemu di kantin dan mulai menyadari akan kehadiran masing-masing." jelas Karin.


" Yang kamu katakan adalah benar sayang, sepertinya kita harus segera menyelesaikan semua pokok permasalahan. Agar dalam waktu dekat kita bisa menjelaskan semuanya." ucapnya dan Karin pun jadi penasaran.


" Sebenarnya ada masalah apa sih, hingga kau harus memisahkan Naura dan juga Arga?" tanyanya.


" Masalah ini cukup berat, dan masalah ini mengancam para penerus perusahaan-perusahaan besar. Oleh karena itu, aku minta harga untuk sementara menjauh dari Naura. Dan bahkan memintanya untuk menghubungkan kabar kalau ia dan Naura putus, tetapi aku tidak menyangka kalau kejadiannya akan menjadi seperti ini." jelasnya dengan tatapan sendu.


" Apakah hal itu sangat berbahaya?" tanyanya yang memang penasaran.


" Hal ini sangat berbahaya sayang, karena itu kakak-kakakmu juga selalu menjagamu. Dan dia juga meminta aku untuk selalu berada di sisimu, dan memastikan keadaanmu." jelasnya.


" Kalau begitu hal ini sangat berbahaya, karena mereka tidak pernah bersikap seperti ini kecuali bahayanya sangat besar. Dan aku yakin yang kau lakukan menurutmu adalah yang terbaik, karena engkau tidak ingin adikku tersakiti." jelasnya.


" Tapi justru hal itu menyakiti Arga, karena kini Naura sedang dengan dengan orang lain." jelasnya.


" Belum tentu juga mereka jadian, karena mereka adalah sahabat sejak kecil. Bisa saja mereka dekat karena hubungan persahabatan mereka." jelas Karin.


" Yang kamu bilang benar juga sayang, mudah-mudahan memang hal itu yang terjadi. Agar aku tidak terlalu merasa bersalah sama Arga, dan mereka bisa kembali seperti dulu lagi." ucapnya.


" Amin, kita sama-sama berdoa ya sayang." ucapnya.


" Kau kenapa Arga?" tanya Putra yang melihat wajah Arga cemberut.


" Aku tidak apa-apa kok." jawabnya dengan ekspresi datar.


" Tidak usah kau sembunyikan dariku, aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu. Lebih baik kau ceritakan saja kepadaku, daripada kau hanya memendamnya sendiri." ucap Putra.


" Sebenarnya, tadi aku melihat Naura sedang bersama dengan pemuda lain. Dan aku rasa kau juga mengenalnya, karena aku juga sering melihat ia bersama denganmu." jelasnya.


" Jadi kau melihat Naura bersama dengan Natan?" tanya Putra.


" Iya aku melihat mereka, dan tampaknya mereka sangat dekat. Kini aku semakin yakin, kalau hubunganku dengan Naura tidak akan berlanjut kembali." ucapnya.


" Haruskah aku mengatakan kejadian tadi, tetapi aku merasa tidak tegak kepada Arga." batinnya.


" Sepertinya ada yang ingin kau sampaikan, sampaikan saja kepadaku. Tidak usah dirahasiakan lagi, lebih baik aku mengetahui semuanya darimu. Karena akan lebih sakit bila aku mengetahuinya dari orang lain, jadi jangan sembunyikan apapun dariku." ucapnya.


" Baiklah kalau kau memaksa, tetapi sebenarnya aku tidak enak untuk menyampaikannya." ucap Putra.


" Sudahlah, ceritakan saja kepadaku." jelasnya.


" Kau yakin ingin mengetahuinya?" tanyanya untuk memastikan, dan Arga pun mengangguk.


" baiklah kalau itu adalah keputusanmu, sebenarnya tadi di kantin Natan mengutarakan perasaannya." tambahnya dan Arga pun menjadi kaget.


" Lalu apakah Naura menerimanya?" tanyanya yang penasaran.


" Naura belum ada memberi jawaban, karena suasana hatinya saat ini sedang buruk." jelasnya.


" Bagaimana bisa suasana hatinya buruk, apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanyanya yang penasaran.


" Sebenarnya ini berkaitan dengan semalam, ternyata Naura tidak izin kepada kakaknya. Dan oleh sebab itu, ia menjadi khawatir kalau kakaknya akan marah. Apalagi ia pergi ke tempat yang berbahaya, tentunya sang Kakak akan tambah khawatir." jelas Putra.


" Jadi kalian semalam pergi tanpa izin, pantas aja yang merasa takut dengan Kakaknya. Karena ia tidak hanya akan mendapat satu amukan, pastinya ia akan mendapat banyak amukan dari berbagai Kakaknya." jelas Arga dan membuat Putra menjadi heran.


" Bukannya ia hanya memiliki dua orang Kakak ya, mengapa kau berbicara seperti ia memiliki banyak Kakak." ucap Putra yang memang tidak mengetahuinya.


" Kalau dikatakan sebagai garis besar hubungan saudara kandung, sebenarnya ia tidak memiliki Kakak karena dia adalah anak tunggal. Tetapi ia memiliki seorang Kakak sambung, yang merupakan anak tiri dari ayahnya. Kemudian ia juga memiliki dua orang Kakak angkat, dan tentunya dia masih memiliki Kakak sepupu yang selalu mengkhawatirkannya." jelas Arga.


" Aku tidak menyangka ternyata Naura adalah anak tunggal, tetapi sepertinya ia memiliki banyak kakak. Dan kau memang sudah sangat mengenalnya ya, hingga kau bisa mengetahui semuanya." ucap Putra yang tidak mempercayainya.


" Saat ini aku hanya mengetahui hal itu saja, tetapi di balik itu semua masih banyak rahasia yang disimpan oleh Naura. Dan aku tidak pernah memaksakan untuk dia menceritakannya kepadaku, karena aku ingin ia bercerita sendiri. Tetapi aku tidak menyangka akan menjadi hal seperti ini, kini aku dan ia harus berjauhan." ucapnya dengan menatap ke arah Putra.