
" Kenapa kalian semua terdiam?" tanya Naura yang merasa heran dengan sikap Tiara dan juga kedua teman Arga.
" Matahari terbit dari barat ya Ry?" tanya Dion kepada Ryan. Namun tak dijawab apapun oleh Ryan, ia juga merasa sangat kebingungan.
" Apaan sih kalian berdua, kalau ngomong yang jelas napa. Kalian coba lihat Naura sama temannya jadi kebingungan dengan sikap kalian." jelas Arga yang sangat emosi melihat tingkah kedua temannya itu.
" Ya habis sikap lo aneh Ga, berbanding terbalik 160 derajat..." ujar Dion yang tiba-tiba saja diselah oleh Ryan.
" Bukan 160 derajat kali, tapi 360 derajat satu lingkaran penuh." ujar Ryan, yang kemudian mendapat angkutan dari Tiara dan juga Dion.
Naura tampak bingung sendiri, dia tak tahu apa yang sedang dibicarakan oleh mereka semua. Iya merasa kalau sikap Arga sangat biasa saja. Namun, tidak dengan yang lain yang merasa sikap Arga sangat aneh. Naura lenyap dalam lamunannya sendiri.
Arga memperhatikan Naura yang sedang sibuk dalam lamunannya, ia menggoyangkan tangannya di depan wajah Naura untuk memastikan apakah Naura memang sedang melamun atau tidak.
Arga mencoba memanggil-manggil nama Naura berkali-kali namun tak mendapat jawaban. Dan itu pertanda kalau Naura sedang sibuk dalam dunia lamunannya.
Naura akhirnya pun tersadar. " Iya Kak ada apa?" jawab Naura dengan tampang masih kebingungan dengan keadaan yang ada di sekitarnya.
Tiara, Dion, dan Ryan tertawa melihat ekspresi di wajah Naura. Mereka tertawa sangat kuat hingga menjadi perhatian siswa dan siswi di situ. Arga sebenarnya juga tertawa namun dia menahannya, dan ia menatap ke arah ketiga orang itu untuk menghentikan tawa mereka.
Mereka bertiga yang merasa takut melihat tatapan dari Arga akhirnya menghentikan tawanya. Naura hanyut dalam pikirannya, iya semakin terheran-heran melihat interaksi empat orang yang berada di hadapannya.
" kalian berempat kenapa sih?" tanya Naura yang sudah tidak tahan.
Tidak ada yang menjawab semua hanya menggeleng, Naura menjadi tambah penasaran namun ia tak tahu harus bertanya dengan siapa.
Tiba-tiba saja makanan datang ke meja mereka, karena orang sudah lapar, ia pun melahap makanan pesanannya. Iya tidak lagi memperdulikan keempat orang yang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Naura makan dengan sangat lahap, harga yang memperhatikan Naura makan jadi ikut lapar.
" Bu saya pesan makanan ini juga ya!" ujar Arga dan teman-temannya pun juga ikut memesan makanan yang sama.
" Oke den, Arga akan ibu siapkan." jawab ibu kantin dan segera pergi untuk menyiapkan makanan mereka.
" Semakin hari ia semakin cantik saja." batin Arga sambil menatap wajah Naura yang sedang memakan dengan sangat lahap.
" Sepertinya Arga sedang jatuh cinta pada Naura." ujar Dion kepada Ryan dengan cara berbisik. Namun bisikan itu terdengar jelas di telinga Tiara.
" Apa?" Teriak Tiara yang kaget dan menggebrak meja dengan sangat kuat. hal itu membuat Naura dan ketiga orang itu ikut kaget.
" Kamu kenapa Ti?" tanya Naura yang merasa heran melihat tingkat Tiara.
" Nggak, nggak apa-apa Nau, kamu lanjut makan aja!" jawabnya dengan singkat untuk menghilangkan perhatian para siswa dan siswi yang menatap ke arahnya.
Mendengar jawaban dari Tiara, Naura pun melanjutkan makannya kembali. Dia sudah tidak mempedulikan tatapan yang mengarah kepadanya, iya tahu kalau tatapan itu karena adanya ketiga kating (kakak tingkat) di mejanya.
" Kak Rian, Kak Dion, apa benar yang kakak bilang tadi?" tanyanya dengan penasaran sambil menatap ke arah Naura dan juga Arga.
" Lo lihat aja sendiri, lihat tuh Arga memperhatikan aurat terus. Bahkan tadi sikapnya sampai berubah jadi lembut, kalau bukan suka apa namanya?" jelas Dion yang membuat Tiara masuk dalam dunia lamunan.
Setelah menatap ke arah Naura dan juga Arga begitu lama, Tiara pun menyimpulkan apa yang dikatakan oleh kedua katingnya yaitu Ryan dan Dion adalah kebenaran.
Makanan yang dipesan oleh DRA akhirnya tiba, mencium aroma dari makanan itu saja sudah membuat gairah dan cacing-cacing di perut Mereka meronta-ronta ingin meminta makan. Mereka dengan lahap menyantap hidangan yang ada di depan mata.
Arga yang biasanya malas untuk makan, kali ini dengan menatap Naura yang makan dengan lahap ia pun menyantap makanan itu dengan sangat lahap tanpa bersisa sedikitpun.
Dion, dan Rian yang melihat piring Arga bersih tak bersisa sedikitpun sangat kaget, mereka berdua tahu kebiasaan Arga yang tidak pernah habis dalam makan. Arga yang sudah terbiasa makan sedikit itu hari ini makan dengan sangat banyak.
Arga sendiri pun sangat terheran, entah kenapa melihat Naura yang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya membuat Arga juga ingin menyuapkan makanan itu sendok demi sendok tidak ia rasakan hingga akhirnya habis.
Tak terasa bel pun berbunyi pertanda waktunya masuk jam pelajaran berikutnya. Naura bergegas berdiri untuk membayar makanannya di meja kasir. Namun, setibanya ia di meja kasir tangannya ditarik oleh Arga. Naura pun akhirnya membalikkan badan dan tanpa sengaja wajahnya terbenam di dalam dada Arga.
Sontak hal itu membuat seluruh siswa dan siswi bersorak, banyak yang mengira kalau mereka berdua akan jadian dan ada juga yang semakin membenci Naura.
Naura yang tersipu malu akhirnya, tidak berkata apa-apa dia langsung melarikan diri meninggalkan Tiara di meja kasir. Tiara ingin mengejar Naura. Namun, ia belum sempat membayar. Jadi ia memutuskan untuk membayar terlebih dahulu.
Tiara pun menyodorkan uang selebaran senilai Rp 100.000 kepada meja kasir. Namun, hendak mengambil selebaran itu, tiba-tiba saja Arga menarik tangan Tiara.
" Uda lo mending kejar Naura aja biar gue yang bayar!" ucap Arga, hal itu semakin membuat banyak para siswa dan siswi yang bersorak meyakini kalau Arga akan jadian dengan Naura. Dan juga banyak siswa yang rasanya ingin menangis, karena orang yang ingin mereka dekati telah diburu oleh Arga sang anak yayasan.
" Makasih Kak Arga, aku akan kejar Naura." ucapnya dengan tersenyum kemudian melenggangkan kakinya untuk mengejar Naura.
" Kak Arga aneh, tapi nggak apa-apa uang gue aman. hehehe." batin Tiara sambil meninggalkan kantin.
Tanpa berpikir panjang Arga menyerahkan dua lembar uang senilai Rp 100.000. Kemudian ia pergi tanpa meminta kembaliannya, hari ini ia sangat senang karena bisa makan semeja dengan Naura. Ia tau kalau 5 porsi makanan yang datang tadi harganya di bawah Rp 100.000. Namun, ia memberikan lebih karena rasa bahagianya.
Dion dan Ryan yang sudah menebang Apa yang sedang ada dalam pikiran Arga, mereka berdua tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
hai guys, sedikit perkenalan.
Nama : Arga Suseno
Status : Kakak Tingkat Naura
Sifat : Cuek, dingin dan egois
Hobby : Basket