Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 12



" Baiklah anak-anak, karena Zia sudah duduk. Mari kita lanjutkan pembelajaran." ucap Bu Indri.


Bu Indri kembali menjelaskan di depan kelas. Namun, para siswa yang tidak suka dengan sikap Zia, mereka mulai berbisik tentang Zia.


Tanpa terasa waktu pembelajaran sesuai, kabar tentang Zia menyebar ke seluruh penjuru sekolah. Namun, bukan kabar yang membanggakan yang seperti Naura. Karena Zia masuk ke kelas XI ² tidak seperti Naura yang masuk ke kelas XI ¹ atau kelas unggulan.


Kabar tentang Zia yang tidak sopan di kelas menyebar, bahkan Naura yang bisa di bilang belum terlalu kenal dengan orang-orang di sekolah itu juga mengetahuinya. Naura yang muak dengan pembahasan tentang Zia yang tak ada habisnya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan.


" Nau, Lo mau kemana?" tanya Tania yang melihat Naura hendak pergi.


" Aku mau ke permukaan aja. Disini nggak ada tenangnya." jawab Naura, dan kemudian melenggangkan kakinya menuju perpustakaan.


Tania pun di tinggal oleh Naura seorang diri di kantin. Seseorang yang tanpa sengaja mendengar perkataan Naura tadi. Ia langsung mendekati Tania.


" hai kak, boleh nggak aku duduk disini?" tanya perempuan itu.


Tania tidak menjawab dan langsung mengangguk saja.


" Terimakasih kak." ucapnya sambil tersenyum.


Perempuan itu yang sangat penasaran dengan Naura, perempuan yang tanpa sengaja ia dengar disukai oleh kakaknya. Ia mulai mencari informasi.


" Kak, boleh kenalan nggak?" tanya perempuan itu, dengan sangat berharap.


" Ayo mau, ayo mau." ucapnya dalam hati.


" Boleh." jawab Tania singkat, karena ia memang tidak terlalu suka dengan orang baru.


" Kenalin kak, nama aku Hany. Aku anak kelas X ³ kak." jelasnya dengan tersenyum dan mengulurkan tangannya, menunggu Tania meraihnya.


" Gue Tania, anak kelas XI ¹." jawabnya dengan tampang sok cuek dan menjabat tangan Hany.


" Wah, senangnya bisa kenalan sama kak Tania." Hany kembali tersenyum.


Tania yang melihat Hany tersenyum akhirnya juga ikut tersenyum.


" Lo manis banget." ucap Tania dengan tersenyum lebar.


" Kakak bisa aja, Kakak cantik tahu." ucapnya dengan memuji Tania dan berharap dengan ini niatnya untuk dekat dengan Naura akan tercapai.


" Makasih, dengan mendengar omongan lo bisa terbang gue." jawab Tania


Mereka berdua pun kemudian tertawa, dan mereka menjadi pusat perhatian semua siswa dan siswi yang ada di kantin. Arga yang tiba-tiba saja ada di kantin, iya melihat interaksi adiknya dan juga Tania teman Naura. Arga mulai mencurigai kalau adiknya sedang mencari tahu tentang Naura.


" Kakak kenapa sendiri aja, teman-teman katanya mana?" tanya Hany yang penasaran dan sebenarnya dia tahu keberadaan Naura di mana. Namun, ia pura-pura tidak mengetahuinya agar ia dapat mengorek informasi dari Tania.


" Oh temen gue lagi muak, dari tadi nggak bosen-bosannya berita tentang Zia si anak baru yang sombong itu muncul terus. Jadi dia pergi tuh ke perpustakaan." jelas Tania dengan wajah yang tak menyenangkan karena harus menjelaskan tentang Zia.


" Oh, tentang kak Zia yang masuk kelas XI ² itu ya Kak. Kalau melihat dari tingkahnya aku juga heran kenapa kak Zia bisa masuk kelas XI ² yang katanya tuh nggak jauh beda dari kelas XI ¹." jelas Hany mulai memanas-manasi.


" Ada sih kabar yang menyatakan kalau dia itu anak dari salah satu pemegang yayasan. Tapi entahlah, jujur aja gue suka dengan teman baru gue Naura. Naura itu anaknya cerdas dan sifatnya juga bagus bahkan kabar dia masuk kelas unggulan itu sangat-sangat membuat banyak mata terpejam." jelasnya yang menjelaskan ketidaksukaannya dengan Zia dan membandingkannya dengan Naura.


" Jadi Kakak berteman dengan Kak Naura, yang kabar awalnya masuk ke sekolah ini saja sudah menggemparkan seisi sekolah itu?" tanya Hany dengan ekspresi kaget. Namun, tampak sangat nyata.


" Iya dong, gue temenan sama Naura." ucapnya dengan tersenyum.


" Wah jadi pengen ketemu nih sama Kak Naura." ucapnya dengan penuh harapan.


" Nanti deh kalau ada kesempatan gue kenalin lo Hany sama Naura." ucapnya dengan tampang yang penuh percaya diri.


Hany yang mendengar perkataan Tania tersenyum dengan sangat lebar, dan ia sangat menanti-nanti kapan kesempatan itu.


Arga yang tanpa sengaja mendengar kalau Naura sedang berada di perpustakaan, ia pun segera berlari menuju perpustakaan.


Dion dan Ryan yang awalnya heran mengapa Arga berlari. Dan akhirnya mereka menyadari kalau Arga berlari menuju perpustakaan, pikiran mereka mulai connect dan mereka mengingat apa yang baru saja dikatakan oleh Tania.


" Susah deh, kalau punya temen bucin. hehehe." ucap Dion dengan mengeluh.


" Kayak nggak pernah aja lo Di?" ucap Ryan dan tiba-tiba Dion mengangguk.


" Jomblo abadi seperti gue emang belum pernah merasakan yang namanya jadi cinta." jawabnya kemudian tertawa bersama dengan sangat kuat dan menjadi pusat perhatian.


Dilain tempat, sedang ada Naura yang sedang sibuk membaca buku, dan tiba-tiba saja Arga datang dan menghampirinya.


" Hai." ucapnya dan mengagetkan Naura.


" Kak Arga, ngapain disini?" tanya Naura masih dengan kebingungan.


" Ya mau baca buku la." jawabnya singkat, dan memang ia sedang memegang sebuah buku.


" iya juga ya." jawab Naura sambil berpikir.


Mereka berdua menjadi fokus para pengunjung perpustakaan, bahkan penjaga perpustakaan yang tau kalau Arga tak pernah mengunjungi perpustakaan menatap tak percaya.


" Kalau sedang jatuh cinta memang beda." batinnya.


Mereka berdua pun membaca buku bersama hingga jam istirahat habis. Sebelum keluar dari perpustakaan, Arga memanggil Naura.


" Nau, nanti siang ikut aku yuk?" ucapnya dengan memandang Naura.


" Mau kemana ya kak?" tanya Naura yang penasaran.


" Jalan-jalan, kan Lo belum lama di Jakarta. Jadi masih belum tau banyak tempat di sini." ucapnya mencoba meyakinkan Naura Arga mau pergi dengannya.


" Iya juga ya, tapi aku nanti di jemput sama..." ucapnya yang kemudian di potong oleh Arga.


" Kak Leo kan." ucap Arga, dan Naura hanya mengangguk dengan ekspresi kebingungan di wajahnya.


" ka- kak Arga tau dari mana?" tanya Naura yang akhirnya bersuara untuk mencari jawaban dari kebingungannya.


" Lupa ya, semalam kan kita ketemu." jelas Arga.


Naura pun memikirkan apa yang dikatakan oleh Arga, dan kenangan akan semalam tiba-tiba muncul dalam otaknya. Dan saat ia mengingat apa yang dikatakan oleh Leo, ia pun tersipu malu dan wajahnya berubah menjadi merah.


" Lo kenapa Nau?" tanya Arga yang penasaran melihat interaksi Naura.


" Ng- nggak ada apa-apa kak." jawabnya dengan terbata.


Arga pun tambah merasa tingkah Naura aneh. Namun, hatinya berkata lain. " Tambah hari, tambah cantik aja Naura." batin Arga.


hai guys, sedikit pengenalan.



Nama : Hany Suseno


Status : Adik Arga


Sifat : Cek, dan kepo


hobby : Memasak