
Rasya pun menjadi penasaran, kini ia menjadi tau kalau ternyata Putra bukanlah orang biasa. Tetapi ia tau kalau Putra sangat menyayanginya, dan dia tidak perduli dengan statusnya. Walaupun ia yakin kalau Putra pastinya adalah orang yang berbahaya, karena Papanya bahkan sampai takut.
Putra pun menelpon seseorang, yang kini diyakini oleh Rasya adalah orang kepercayaan Putra. Dan ia pun tidak ingin ikut campur, walaupun sebenarnya itu semua demi dia. Tetapi ia tidak ingin mengetahui sebuah hal yang akan membuatnya memberi Putra, karena dia sudah sangat menyayangi Putra walaupun mereka baru bertemu kembali.
" Semuanya sudah saya atur, jadi Om dan juga Rasya tenang saja." ucapnya dengan tersenyum.
" Syukurlah kalau begitu Putra, mudah-mudahan saja rencana kita tidak ada yang mengetahuinya. Agar Rasya tetap aman, dan hubunganmu dengannya akan berjalan dengan sangat lancar." ucap Beno.
" Mudah-mudahan saja Om, sekarang kita sama-sama berdoa saja. Agar rencana kita dapat berjalan dengan lancar, dan orang-orang jahat itu tidak akan bisa menemukan Rasya." ucapnya.
Mereka pun terus membincangkan rencana mereka, agar status Alana sebagai Rasya tidak akan terbongkar. Dan orang-orang jahat yang mengejar Alana tidak akan bisa menemukannya, dan mereka bisa hidup dengan tenang secara bersama.
Tanpa mereka sadari kini sudah waktunya petang, Putra pun menerima telepon dari Arga yang memintanya untuk pulang. Akhirnya Putra pun meminta izin kepada Beno, karena dia memang harus segera pulang. Hal itu juga akan berbahaya kepada dirinya, bila sampai Ayah dari Arga mengetahui dia bertemu dengan Beno.
" Saya harus izin pulang Om, kebetulan Arga sudah menelepon." jelasnya dan Beno pun mengangguk.
" Kalau begitu kamu hati-hati di jalan Putra, kamu harus secara jeli melihat sekitar. Entah mengapa feelingku mengatakan ada orang yang sedang mengawasi kita, dan hal tersebut bisa sangat berbahaya bagi kita." jelasnya dengan berbisik agar Rasya tidak mendengarnya.
" Om Beno tenang saja, aku akan segera mengurus semuanya. Dan hal yang Om khawatirkan Tidak akan pernah terjadi, yang aku inginkan hanya satu. Yaitu om menjaga rahasia dengan baik, karena aku yakin orang tua angkat Alana pastinya sedang mencarinya." jelasnya yang sudah mencurigai kalau orang tua dari Alana memang memata-matai mereka.
Putra pun segera pulang menuju rumah Arga, di tengah perjalanan ia pun dijegat oleh segerombolan orang. Ia sudah menebak hal ini akan terjadi, tetapi ia tidak menyangka hal itu terjadi dengan begitu cepat. Ia sampai tidak bisa menghubungi anak buahnya terlebih dahulu, dan akhirnya ia pun dibawa pergi oleh gerombolan tersebut.
Putra diletakkan di sebuah gudang kosong, dengan mulut yang ditutupi dan tangan yang terikat. Tiba-tiba saja muncul lah seorang pemuda, dan Ia pun segera menemui Putra. Ia langsung memukul dengan Putra dengan sangat kuat, dan menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam.
" Putra Gema, pemimpin baru perusahaan Gema." ucapnya dengan mengitari Putra dan kemudian membuka penutup mulut Putra.
" Siapa kamu sebenarnya, mengapa kamu menggangguku?" tanya Putra yang penasaran.
" Kamu tidak perlu tahu siapa aku, tetapi aku sangat membencimu. Karena ulah darimu aku gagal menikah dengan Alana, dan bahkan ia telah pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya." jelasnya yang emosi.
" Sepertinya aku sudah mengetahui siapa kamu, kamu pasti Kiki Sujaka. Anak dari bapak Jaka yang akan menikah dengan Alana, tetapi rencanain mu itu batal karena Alana pergi bersama denganku. Tetapi kepergian Alana untuk selamanya bukan masalahku, karena itu adalah salah anak buahmu." jelas Putra.
" Ternyata kau sudah mengetahui siapa aku, dan sepertinya aku juga tidak perlu menjelaskan dengan repot-repot. Ini semua adalah kesalahan kamu Putra, seandainya kamu tidak pergi membawa Alana mungkin kejadian tersebut tidak akan pernah terjadi. Dan saat ini Alana pastinya ada di sampingku, untuk menemani keseharianku sebagai istriku." jelasnya.
" Aku bukannya mencari masalah Putra, hanya saja aku masih tidak terima dengan kepergiannya. Dan aku yakin ini semua karena ulahmu, karena itu aku ingin balas dendam kepadamu." ucap Kiki.
" Percuma saja kamu melakukan ini kepadaku, sampai kapanpun Alana tidak akan pernah kembali. Dan apa yang kamu lakukan ini hanyalah sia-sia saja, alias tidak berguna sama sekali." ucap Putra dengan tersenyum.
" Apa yang aku lakukan memang tidak akan mungkin membuahkan hasil, karena apa yang aku inginkan memang sudah pergi dari dunia ini. Tetapi setidaknya aku masih bisa membalaskan dendamku kepadamu, orang yang telah membuatnya pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya." ucap Kiki yang langsung menjambak rambut Putra.
" Aku rasa kamu sudah gila Kiki, Apa yang kamu lakukan ini hanyalah sia-sia saja. Sampai kapanpun Alana tidak akan pernah kembali ke sisimu, dan aku rasa kamu juga sudah dijadikan alat oleh orang tua angkat Alana." jelasnya dan membuat Kiki terkejut.
" Apa maksudmu dengan orang tua angkat?" tanyanya yang memang tidak mengetahuinya.
" Nggak usa pura-pura nggak tau deh." ucap Putra.
" Aku memang nggak tau, sebenarnya siapa yang kau maksudkan?" ucapnya yang memang tidak tau.
" Ya ampun, jadi kau memang nggak tau. Kasihan banget kau, asal kau tau ya. Alana itu anak angkat Pak Roni dan Ibu Sisil." jelasnya dan Kiki pun terkejut.
" Kau sedang bercanda kan?" tanyanya untuk memastikan lagi.
" Aku tidak sedang bercanda, dan asal kau tau ya. Mereka sama sekali tidak perduli dengan kematian Alana." jelas Putra.
" Itu tidak mungkin, buktinya mereka sangat menyayanginya." ucapnya.
" Kamu sudah tertipu Kiki, semua itu hanyalah settingan mereka agar kamu mau membantu mereka. Tetapi yang sebenarnya mereka tidak pernah memperdulikan keberadaan Alana semenjak Putri mereka lahir, atau yang lebih Kamu kenal dengan nama Windy." jelas Putra.
" Ini sangat tidak mungkin, aku tidak yakin kalau selama ini mereka hanya akting saja di depanku." ucapnya dengan menggelengkan kepala.
" Kalau kamu memang tidak mempercayainya, aku tidak merasa keberatan dengan itu. Tetapi bila kamu memang ingin mencari tahu tentang hal tersebut, kamu bisa datang ke panti asuhan Balqis. Tempat di mana mereka mengadopsi Alana, dan di sana kamu juga bisa mengetahui siapa seseorang yang selalu bersamaku beberapa hari ini." jelas Putra dan kini Kiki pun menjadi penasaran.
" Apakah yang dikatakan oleh Putra ini adalah benar, tetapi aku masih tidak yakin dengan apa yang dia katakan." batin Kiki.