Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 60



'' Sepertinya adik Lo uda setuju tu.'' ucap Dion.


'' Ya begitulah, sekarang tinggal keluarga besar gue.'' ucapnya dengan tanpa ekspresi.


'' Kalau keluarga besar Lo, gue nyera deh. Susah menghadapinya, dan bisa bahaya juga ke kita.'' ucap Ryan sambil membayangkan apa yang akan terjadi.


'' Iya gue tau kok, memang susah menghadapi keluarga besar gue. Dan butuh perjuangan yang besar, apalagi kakek gue. Lo tau kan, dia cuma mau gue sama Zia. Sedangkan gue nggak suka sama Zia, dan gue sukanya sama Naura.'' ucapnya dengan menatap ke arah Naura.


Tiba-tiba saja Naura merasa seperti sedang diawasi, kemudian ia melihat ke sekeliling kanan dan kiri. Akhirnya ia pun menemukan Arga dan juga kedua temannya, ia pun mengetahui siapa yang sedang mengawasinya. Ia tidak berkata apa-apa, ia hanya tersenyum menatap ke arah Arga.


Tania yang merasa tingkah Naura aneh, Ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah pandangan Naura. dan dia pun dapat menemukan Arga dan kedua temannya, dan kini Tania mulai berargumen kalau Arga lah pacar Naura.


'' Cie yang lagi tatap-tatapan sama ayang.'' ucapnya dengan menyenggol bahu Naura.


'' Apaan sih kamu Ta, ini tuh di sekolah jangan macam-macam.'' ucap Naura memperingati Tania.


Arga dan teman-temannya yang sempat mendengar perkataan Tania, Arga tampak hanya tersenyum. Sedangkan kedua temannya seperti kaget, Mereka pun menanyakan kepada Arga apakah benar Arga dan Naura sudah jadian.


'' Lo udah jadian Ga?'' tanya salah satu dari mereka.


'' Iya, hehehe.'' ucapnya sambil tertawa, dan sontak saja kedua temannya kaget. karena Arga tidak memberitahu kepada mereka, dan mereka terpaksa harus mendengar dari sahabat pacarnya itu.


'' Lo nggak asik Ga, bestie cewek lo aja tahu. Masa kita yang besti lu nggak tahu.'' ucapnya dengan nada tinggi dan membuat mereka menjadi sorotan perhatian di kantin tersebut.


'' Mana ada dia kasih tahu bestie nya, bestinya hanya menerka saja. Yang tahu itu cuma aku dan pamannya, hanya paman yang menjadi saksi.'' sontak keduanya kaget, mereka tidak menyangka kalau Arga seberani itu. Arga menyatakan Kalau iya menyukai Naura di hadapan sang paman.


'' Gila lo Ga, lo ngapain perasaan lo di depan pamannya?'' tanya Ryan yang penasaran.


'' Ya mau gimana lagi, daripada gue kehilangan dia. Karena dia mau dibawa pergi dari Indonesia teman-temannya, coba Lo ada di posisi gue. Gue yakin Lo juga akan ngelakuin hal yang sama.'' ucap Arga dan membuat keduanya heran.


'' Memang dia mau dibawa ke mana?'' tanya Dion yang penasaran.


'' Ya mana gue tahu, yang intinya dia mau dibawa sama pamannya ke luar negeri. Dan kalau dia pergi, gue sama siapa dong.'' jelas Arga.


'' Ya ampun makin bucin aja lo, sumpah gue jadi enek tau nggak.'' ucap Dion.


'' Udalah Di, sabar aja. nanti kalau ketemu ayang juga kita sama, hehehe.'' ucap Ryan sambil tertawa.


'' Iya-iya, tapi nggak di hadapan kita juga kali dia begini. Gue kan merasa jadi obat nyamuk, emang lo nggak ngerasa jadi obat nyamuk?'' tanya Dion yang langsung menatap ke arah Ryan.


'' Ya terus mau gimana lagi, udah nasib tahu. Setidaknya kulkas 10 pintu mencair aja alhamdulillah, dan Kita nggak harus menahan hati gara-gara dia.'' balas Ryan dan mendapat angkutan dari Dion.


'' Ya Lo memang nggak ngapa-ngapain kita, tapi lo selalu bikin kita sakit hati. It's gue belum siap ngomong, yang bikin kita sakit hati itu. Karena banyak cewek yang ngerumuni kita, tapi nggak ada satupun yang mau sama kita berdua. Mereka semua itu, cuma mengharapkan lo kulkas 10 pintu.'' ucap Dion dan sontak Arga tertawa.


'' Maaf bro mau gimana lagi namanya Gue ganteng.'' ucapnya dan membuat kedua temannya emosi.


Rian dan Dion tampaknya ingin marah kepada Arga, tetapi tiba-tiba saja bel berbunyi. Dan dalam seketika kantin menjadi sepi, mereka semua yang berada di kantin langsung pergi menuju ruang kelas. Naura dan Tania langsung pergi menuju kelasnya, setibanya ia di kelas. Ia sudah dinantikan oleh kepala sekolah, dan kemudian ia langsung dibawa ke ruang kepala sekolah. Dan dalam sekejap, Arga pun juga sudah tiba.


'' Baiklah Arga dan Naura, saya berharap kalian bisa menyiapkan diri kalian. Karena esok hari adalah hari perlombaan, saya harap kalian bisa membawa orang tua kalian masing-masing.'' ucap kepada sekolah.


Keduanya hanya mengangguk, walaupun Naura merasa bingung harus membawa siapa. Tetapi ia masih tetap bersemangat, karena kini ada sang kakak yang selalu menyayanginya. Dan bahkan ia juga mendapatkan saudara yang sangat peduli dengannya.


'' Baik pak.'' jawab mereka serentak, dan kemudian pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah.


'' Gue antar ke kelas yuk.'' tawar Arga.


'' Nggak usa, nanti kita jadi bahan pembicaraan teman-teman aku.'' ucapnya dengan lembut.


'' Yuada kalau Lo belum siap, gue juga ngerti kok.'' ucapnya dengan mengacak-acak rambut Naura.


'' Ih jangan gitu, nanti rambut ku berantakan.'' ucapnya.


Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing, sampai-sampai mereka tidak mengetahui kalau ada yang sedang memfoto mereka berdua. Dan dalam sekejap forum sekolah di banjiri oleh banyak komentar yang menjelek-jelekkan Naura, bahkan ada yang mengatakan Naura pansos.


Naura pun sampai di kelasnya, ia yang tidak mengetahui situasi. Ia memasang tampang biasa dan langsung duduk di kursinya, kini ia mengikuti pelajaran hingga jam istirahat. Saat jam istirahat, Naura dan Tania pergi lagi ke kantin. Dan kini mereka menjadi pusat perhatian, dan Tania yang tidak suka dengan pandangan dari mereka. Ia langsung menatap mereka balik, dan mereka langsung menghindar.


Saat mereka sudah duduk, tiba-tiba saja Hany datang. Ia pun langsung menunjukkan topik yang sedang hangat di perbincangkan di forum sekolah, dan alangkah kagetnya Naura. Ketika ia mengetahui kalau ialah yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka.


'' Hal ini, foto ini.'' ucapnya dengan terbata.


'' Ara Lo nggak apa?'' tanya Tania.


'' Nggak Ta, aku cuma kaget aja.'' ucapnya.


'' Kaget ya, yauda. Sekarang Lo bisa jelaskan nggak, ini foto kapan di ambil?'' tanya Tania.


'' Foto ini tu di ambil tadi pagi, saat aku dan kak Arga di panggil ke ruang kepala sekolah.'' ucapnya.


'' Tapi coba lo lihat, hashtag-nya. Disini dikatakan, Lo dan Arga uda lama pacaran. Dan Lo di anggap sebagai penjilat, tegah banget mereka.'' ucap Tania, yang sudah mengepalkan tangannya. Seperti ia ingin memukul seseorang.