Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 69



'' Eh maaf Kak.'' ucapnya dengan sopan.


'' Lo ngelamuni apa sih, dari tadi dipanggil. jangankan nyaut, pun kagak.'' ucapkan ya yang kesal.


'' Nggak kok Kak, aku nggak ada ngelamuni apa-apa.'' jawabnya dengan lembut, tetapi Tania masih tidak mempercayainya.


'' Jujur aja, lo nggak akan kami apa-apain kok.'' ucapannya dengan menatapnya dengan sinis.


'' Udalah Ta, mungkin yang dikatakan Hany itu benar. Lagian kemungkinan dia pikirin urusan pribadi, kalau hal itu kita kan nggak bisa ikut campur.'' ucapnya dengan lembut.


'' Iya juga sih, ya udabdeh. Ayo sekarang kita pergi, keburu susah bawa si Naura.'' ucap Tania dengan menatap ke arah Arga.


Ketiganya pun segera pergi meninggalkan tempat tersebut, kini mereka pergi menuju taman. Hany yang belum pernah melihat taman tersebut, Iya pun tersenyum lebar ketika melihat teman itu.


''Wow aku nggak nyangka ada taman di sekolah kita, dan lokasinya juga jarang diketahui.'' ucapnya dengan tersenyum dan melihat seisi taman.


'' Jadi sekarang lo senang, tapi sekarang bukan saat bersenang-senang. Kita harus introgasi Ara, mengenai teman masa kecilnya dan juga kakaknya.'' ucapannya dengan menatap Naura dengan sinis.


'' Ampun deh kalian, kalian penasaran ya sama teman masa kecil aku?'' ucap Naura.


'' Tentunya penasaran dong, lo juga kan Hany.'' ucapnya dengan sinis, dan Hany hanya mengangguk saja.


''Oke kalau kalian penasaran, aku akan cerita tentang kisahku dan juga teman masa kecilku itu.'' ucap Naura.


flashback on


Naura dan Kinan berteman dengan baik, dan mereka satu kelas. setiap harinya mereka akan belajar di rumah Naura, karena bunda Naura yaitu bunda Tiara adalah guru les dari Kinan dan juga kakaknya.


'' Bunda tugas aku udah siap.'' ucap Dimas.


'' Oke bawa kemari ya Dimas, biar Bunda periksa.'' ucap Bunda Tiara dengan lembut.


Dimas pun segera membawa buku tugasnya, Ia pun mengatakannya di meja Bunda Tiara. dengan segera, Bunda langsung memeriksa tugas Dimas.


'' Bunda seneng banget deh kalau begini.'' ucapan mutiara dengan tersenyum.


'' Apa yang membuat Bunda senang?'' tanya Kinan yang baru saja muncul.


'' Ya Bunda senang, terutama sama kamu Dimas. Kamu selalu saja mengerjakan tugas dari Bunda dengan baik.'' ucap sang Bunda.


'' Kalau sama Kinan Bunda?'' tanya Kinan dengan tampang sedih.


'' Bunda itu senang sama kalian berdua, baru kali ini Bunda ngajar les. Siswanya itu sepintar kalian, dan benda juga senang. Karena kalian mau berteman dengan anak bunda, padahal kalian orang berada. sedangkan Bunda hanya orang biasa.'' ucap Bunda, dan membuat Kinan dan juga Dimas meneteskan air matanya.


Keduanya langsung berlari untuk memeluk Bunda Tiara, mereka tak kunjung berhenti menangis. Hingga tiba-tiba saja Naura datang, ia pun merasa heran. Karena saat ia memasuki ruangan, sang Bunda dan juga Dimas dan Kinan sedang menangis. Ia langsung menghampiri Bundanya, karena ia sangat khawatir.


'' Bunda kenapa?'' tanyanya dengan nada khawatir.


'' Bunda nggak kenapa-kenapa sayang.'' ucapnya dengan tersenyum.


'' Terus kenapa Bunda nangis?'' tanya Naura dengan menatap wajah Bundanya.


'' Bunda hanya terharu, karena status sosial yang kita miliki dan juga keluarga mereka. Jujur itu sangat berbeda jauh, tetapi mereka berdua masih mau berteman dengan dirimu sayang.'' ucap Bunda dengan tersenyum.


Kemudian mereka berempat berpelukan, dan sejak saat itu hubungan mereka semakin akrab. Tanpa terasa sudah 6 bulan berlalu, dan kini kedua orang tua Dimas dan Kinan memutuskan untuk pindah ke kota. Mereka pun mengucapkan kata perpisahan, dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu.


flashback off


'' Wah kami jadi penasaran nih sama Kinan, kira-kira lo bisa pertemukan kami dan dia nggak ya?'' tanya Tania yang memang sangat penasaran dengan sosok Kinan.


'' Bisa, aku akan atur waktu kalau begitu.'' ucapnya.


'' Tapi tunggu dulu, tadi dari cerita lo menjelaskan status hubungan sosial. Di situ seperti menceritakan kamu anak orang miskin, kan sebenarnya lo anak PT.Starla?'' tanyanya yang merasa bingung.


'' Ceritanya panjang banget, tapi dulu itu kami belum bangun PT.Starla.'' ucapnya.


'' Loh kok belum bangun, tapi kan PT itu uda lama dipegang sama ayahnya Kak Desi. Ya memang sih dulu namanya bukan PT.Sarla kata Kak Desi.'' ucapnya yang semakin penasaran.


'' Aku nggak tau harus jelasin dari mana, tapi kalau kamu memang mau lebih tahu. Biar Kak Desi aja yang jelasin, karena aku juga bingung harus gimana.'' ucapnya yang memang sedang kebingungan.


'' Ya udah deh kalau kayak gitu, tapi lo bisa bikin janji kan sama teman lo itu Ra?'' tanya Tania.


'' Tenang aja, nanti aku atur waktu biar kita bisa ketemu sama mereka. Tapi awas kalian kalau sampai kepincut sama Kak Dimas.'' ucap Naura dengan menatap sini Tania dan juga Hany.


'' Iya.'' jawab mereka serentak.


Naura pun langsung mengambil teleponnya, Ia pun menghubungi nomor Kinan. Tidak butuh waktu lama, Kinan pun langsung mengangkat telepon dari Naura.


'' Halo, siapa ya?'' tanyanya dari seberang telepon.


" Halo juga." jawabnya dengan lembut.


" Ara, ini kamu Ra?" tanyanya dari seberang telepon.


" Iya ini aku." jawab Naura.


" Ih aku senang banget dengar suara kamu, kamu udah sampai sekolah kamu Ra?'' tanyanya.


'' Alhamdulillah, aku udah sampai sekolah. Kalau kamu gimana Ki?'' tanya Naura.


'' Sebenarnya aku udah sampai rumah sih, hehehe.'' ucapnya sambil tertawa.


'' Enak banget ya udah sampai rumah, aku malah di sekolah nih dikepung.'' ucapnya dengan nada kesal.


'' di kepung, dikepung sama siapa?'' tanya Kinan yang sangat khawatir.


'' Sama teman-teman aku, diinterogasi aku. Biasalah mereka ingin tahu kegiatan di sana, dan aku mau minta maaf sama kamu...'' ucapnya yang menggantung.


'' Eh tunggu, Kenapa minta maaf?'' tanyanya dengan menghentikan omongan Naura.


'' Itu tuh si Arga, tadi mukanya mangut-mangut. Jadi mereka penasaran, jadi mau nggak mau. Aku jadi cerita tentang pertemuan aku bersama kamu dan Kak Dimas.'' ucapnya dengan perlahan karena takut Kinan marah.


'' Oh begitu, kalau itu nggak usah minta maaf. Biasa kali cerita sama teman tentang kisah masa lalu.'' ucapnya.


'' Masalahnya, mereka jadi ingin bertemu sama kamu dan Kak Dimas.'' ucap Naura.


'' Oh jadi begitu, kalau begitu aman. Nanti aku atur waktu biar kita bisa ketemu.'' ucap Kinan dan membuat Naura sangat bahagia.


'' Makasih ya, aku kira kamu bakal marah.''


'' Untuk apa aku marah Ara, aku dan kak Dimas justru senang. Karena kami bisa mengenal teman-teman kamu, dan kami bisa menepati janji kami kepada Bunda Tiara.'' ucapnya.


'' Aku jadi sangat bahagia, aku jadi tahu deh kenapa Bunda sangat sayang sama kalian. Ternyata kalian nggak cuma pintar, tetapi kalian baik dan penuh kasih sayang.'' puji Naura.