
" Ya sudah kalau itu sudah keputusan mu sayang, paman hanya ingin yang terbaik untukmu." ucapnya dengan tersenyum.
Kini keduanya segera pergi ke taman, mereka terus saja berbincang. Hingga tanpa mereka sadari, kini waktu sudah menunjukkan jam 9 malam. Naura pun berniat untuk menelpon Oka, supir kepercayaan Rangga. Tetapi ia di hentikan, dan sang paman yang ingin mengantarnya pulang.
" Kamu mau ngapain?" tanya Sandy yang melihat Naura merogoh sakunya.
" Aku mau telepon sopirnya sekarang nggak." jawabnya dengan lembut.
" Sudah tidak usah telepon, biar paman saja yang antar." jawabnya dengan tersenyum.
" Paman lagi dengan perkataan paman, ini sudah malam loh." jawabnya yang tidak percaya.
" Kalau paman bilang mau antar, ya berarti paman akan mengantarmu." ucapnya.
" Ya udah deh kalau kayak gitu." jawabnya dengan tersenyum.
Kini keduanya langsung berlari menuju mobil Sandy, Naura sangat senang karena ia akan diantar pulang oleh Sandy. Ia tidak bisa menghilangkan senyuman dari wajahnya, ia terus aja menata paman tersayangnya itu. Karena iya hari ini sangat bahagia, setelah sekian lama akhirnya ia bisa bersama dengan pamannya.
Tampa terasa kini mereka sudah sampai di rumah Rangga, Naura pun langsung masuk setelah berpamitan dengan Sandy. Alangkah kagetnya ia, ketika ia masih melihat Riko disana. Padahal saat ini sudah jam 10 malam lebih, ia tidak bersuara dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Naura tampaknya sedang terburu-buru." ucap Riko.
" Dia bukan sedang terburu-buru, tetapi ia nggak mau jadi obat nyamuk." jelas Zia.
" Yang kau katakan benar juga, sikap dan karakternya sepertinya sangat bagus. Bodoh sekali Arga menyia-nyiakan dia." jelas Riko.
" Yang kau katakan memang benar, dia memang sangat bodoh menyia-nyiakan Naura. Aku yakin nantinya dia juga akan menyesal, Naura sangat cantik pasti banyak yang sedang mengejarnya." jelas Zia.
" Yang kau katakan memang benar, aku jadi penasaran dengan alasan Arga." ucap Riko yang memang penasaran.
" Kamu kan sahabatnya, mungkin dia mau mengatakan yang sebenarnya." tebak Zia.
" Yang kamu bilang memang benar beb, nanti aku akan mencari informasi. Nanti kalau udah dapat baru aku kasih tahu sama kamu, Setelah itu kamu bisa kasih tahu ke Naura. Tapi jangan bilang-bilang tahunya dari aku ya, nanti si Arga bisa marah besar sama aku." jelas Riko yang membayangkan wajah marah Arga.
" Kamu tenang aja beb, aku nggak akan kasih tahu siapa-siapa. Lagian aku juga nggak mau merusak hubungan pertemanan mu dan Arga, walaupun sebenarnya aku sangat kesal sama Arga. Tetapi itu semua sudah masa lalu, karena kini kau selalu ada di sampingku." ucapnya dengan memeluk Riko.
Keduanya terus saja sibuk membicarakan tentang Arga, Naura yang sempat mendengar sekilas nama Arga berkumandang. Kini suasana hatinya menjadi kacau, dan akhirnya ia pun memutuskan untuk segera tidur.
...----------------...
Naura kini telah selesai bersiap, Ia pun segera pergi menuju meja makan untuk sarapan. Ia melihat di sekitar, tetapi ia masih belum menemukan kehadiran Zia.
" Zia di mana bi?" tanyanya kepada pembantu yang ada di sana.
" Sepertinya nona Zia masih ada di kamarnya nona." jelas membantu itu.
" Baik nona." jawab pembantu itu kemudian segera pergi menuju kamar Zia.
Tidak membutuhkan waktu lama, kini dia pun sudah turun dengan seragam lengkap. Ia pun langsung menyapa Naura yang berada di meja makan, suasana hati Zia tampak sedang gembira. Hal itu terlihat dari wajahnya yang tak berhenti tersenyum, melihat hal itu Naura hanya menggelengkan kepalanya saja.
" Siap ketemu mas pacar langsung happy ya." ucap Naura meledek Zia.
" Hehehe." jawabnya yang justru tertawa.
" Orang bucin memang beda ya." ucapnya dengan menggelengkan kepalanya.
" Ya namanya aku juga kangen sama pacar aku, setelah beberapa hari aku nggak berjumpa dengannya. Jujur saja aku sedih banget, dan sekarang aku happy karena baru ketemu sama dia." jawabnya dengan tersenyum lebar.
" Iyalah tuh yang bucin, udah cepat sarapan. Nanti kita bisa ketinggalan loh, memangnya kamu mau terlambat?" ucap Naura yang sudah malas membahas hal tentang Riko.
Zia pun segera duduk di meja makan, mereka pun menyantap sarapan pagi yang berupa nasi goreng. Entah kenapa dia merasa sarapan di situ kurang pas di lidahnya, oleh karena itu ia hanya menghabiskan sebagian saja. Setelah selesai sarapan keduanya pun langsung berangkat ke sekolah, dengan diantar oleh pak Oka yang merupakan sopir kepercayaan Rangga.
Jini keduanya sudah sampai di gerbang sekolah, keduanya menjadi sorotan perhatian semua siswa yang berlalu-lalang. Mereka kaget dengan kehadiran keduanya yang bersama-sama, karena sepengetahuan mereka keduanya tidak pernah aku. Padahal semua itu hanyalah argumen mereka berdua, semenjak kejadian Arga pacaran dengan Naura.
Keduanya berjalan bersama menuju ke ruangan kelas, tampak semua siswa memperhatikan keduanya. Terlebih lagi kini keduanya bergandengan tangan, dan sontak saja hal itu membuat semua siswa menjadi. Banyak yang mengira kalau keduanya sudah berbaikan, dan ada juga yang mengira kalau itu semua hanyalah akting semata.
Naura menghentikan langkahnya ketika sampai di depan ruangan kelasnya, kemudian ia pun melambaikan tangannya sebelum memasuki kelas. Dan Zia pun ikut meramaikan tangannya, kemudian Ia juga berjalan menuju kelasnya sendiri. Dalam sekejap, berita kedekatan keduanya tersebar ke seluruh penjuru sekolah.
Kini banyak siswa yang menemui Naura, mereka sangat penasaran dengan kedekatan Naura dan juga Zia. Karena sepengetahuan mereka keduanya selalu saja bertengkar, tetapi hari ini keduanya justru bergandengan tangan memasuki sekolah. Banyak siswa yang menjadi penasaran dengan hal tersebut, dan bukan hanya Naura saja yang dikerubungi oleh teman-teman sekelasnya tetapi begitu juga dengan Zia.
" Ara aku nggak salah lihat kan?" tanya Tania yang langsung menghampiri Naura.
" Memangnya kamu lihat apa?" tanya Naura yang penasaran.
" Aku melihat kau dan juga Zia bergandengan tangan memasuki sekolah." jelasnya.
" Oh, kalau soal itu kamu minta salah lihat." jawabnya dan yang mendengar pun semuanya menjadi kaget.
" Kau sudah baikan dengan Zia?" tanya seorang siswa.
" Memangnya aku bertengkar sama Zia, perasaan aku nggak pernah bertengkar sama dia." ucap Naura yang heran.
" Jadi kau tidak pernah bertengkar sama dia, bukannya dulu kalian sempat bertengkar gara-gara kak Arga ya?" tanya seorang siswi yang tiba-tiba saja angkat suara.
" Oh ternyata soal itu, kami sudah lama kali menutup hal itu. Lagian sekarang dia juga sudah memiliki pacar, dan aku juga sudah tidak menjalin hubungan lagi dengan kak Arga." jelasnya dan sontak saja seisi ruangan kelas kaget.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.