Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 32



Anak buah dari Tirta menyetujui untuk menjaga Tania, mulai esok hari anak buah Tirta akan selalu mengikuti Tania dari belakang. Dan tidak akan diketahui oleh Tania, karena bila Tania tahu ia diikuti ia akan sangat marah besar.


Tiba-tiba saja di si muncul di hadapan Tirta, Tirta pun langsung wajahnya memuja. Ia takut kalau istrinya mengetahui obrolannya dengan anak buahnya tadi.


" Mas kenapa?" tanya Desi yang merasa heran dengan tingkah suaminya.


" Nggak, mas nggak apa-apa." ucapnya dengan sesantai mungkin agar sang istri tidak curiga.


Desi masih tetap merasa kalau tingkah suaminya aneh. Namun, ia tak berkata apapun dan pergi menuju dapur. Waktu yang sudah menunjukkan sore hari membuat ia tidak bisa berleha-leha.


Desi dan Tania kini sedang berada di dapur, mereka berdua sedang menyiapkan untuk menu makan malamnya nanti. Mereka membuat makanan sambil berbincang, dengan seperti itu mereka tidak menyadari kalau semua menunya telah selesai.


Seusai semuanya, mereka berdua langsung membawa menu makan malam ke meja makan. Desi dan Tania masih melanjutkan perbincangannya, walaupun harus menatap wajah Tirta yang tidak mengenakan.


Mereka pun menyelesaikan makan malamnya, walaupun tanpa ada suara dari Tirta. Dengan melihat logat dari mata Tirta, Tania dan Desi sudah mengetahui kalau sebenarnya Tirta merencanakan sesuatu. Namun, mereka tidak mengatakan apapun. Mereka tahu bila rencana Tirta diketahui Tirta pasti akan semakin mewanti-wanti dan akan semakin melancarkan rencananya dengan rapi.


Bila rencana yang dijalankan Tirta sangat rapi, Tania dan juga Desi pastinya tidak akan mengetahuinya. Dan itulah yang membuat mereka berpura-pura tidak mengetahuinya. Namun, sebenarnya mereka sedang menyusun rencana untuk mengetahui apa yang sedang direncanakan oleh Tirta.


Setelah makan Tirta kembali ke ruang kerjanya, Tania dan juga Desi membersihkan ruang makan. Setelah bersih mereka berdua pergi menuju kamar Tania dan mengunci pintunya dengan sangat rapat, mereka tidak ingin khawatir tak mengetahui apa yang akan mereka bicarakan. Dan itu pastinya akan merusak rencana mereka berdua.


" Kak, kakak tahu apa yang sedang direncanakan oleh kak Tirta?" tanya Tania yang sangat penasaran.


" Tidak, jujur kakak juga sangat penasaran. Apa sih yang sebenarnya direncanakan olehnya." ucapnya dengan menatap mata Tania.


" Kalau begitu, tugas pertama kita adalah mencari tahu apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh kak Tirta." ucapnya dengan penuh semangat.


Mereka pun mulai menyusun rencana, mereka terus memperhatikan Tirta. Desi akan selalu memperhatikan Tirta di dalam rumah, sedang mantannya saat kita di luar rumah.


Setelah memutuskan kesepakatan yang mereka buat, Desi pun kembali ke kamarnya. Ia tetap memperhatikan gelagat sang suami yang sangat aneh menurutnya.


Mereka berdua pun diam-diam di kamar, tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pagi hari, Tania berangkat ke sekolah seperti biasa. Ia masih tidak menyadari kalau dirinya diikuti oleh bawahan dari sang kakak.


Pagi ini ia sampai di sekolah dengan senyuman yang lebar, iya sangat bahagia karena permasalahannya dengan sang kekasih telah usai. Dan kini ia telah balikan dengan kekasihnya itu.


Pagi ini ia bertemu dengan Naura di parkiran, ia tersenyum ke arah Leo yang tengah mengantar Naura. Leo pun menghampiri Tania dan memeluknya, Naura yang merasakan keanehan hanya menatap dengan diam.


Naura yang tidak mengetahui permasalahan sebelumnya, ia hanya menatap dan kemudian berhambur dalam pelukan kakaknya dan juga sahabatnya itu. Ia sangat bahagia ketika mengetahui kabar itu.


" Nau nggak nyangka kalau kakak sama Tania bisa jadian, Nau mau tahu dong gimana ceritanya." ucapnya dengan menyatukan kedua tangannya di hadapannya dan juga memohon.


Tania dan Leo saling menatap, mereka berdua masih bingung harus menjelaskan dari mana. Tiba-tiba saja bel sekolah berbunyi, dan hal itu menyelamatkan mereka dari pertanyaan Naura.


" Naura ayo masuk dan udah bunyi." ucapannya dengan menarik tangan Naura.


" Tapi kan aku pengen denger cerita kamu dan kakakku." ucapnya dengan sedikit manja.


" Nanti aja ceritanya, sekarang kita masuk atau kita akan dapat." ucapnya dan membuat Naura hanya menganggap saja.


" Syukur deh udah bel, kalau nggak gue nggak tahu harus serasi gimana. Bisa-bisa gue habis tuh sama Naura." batin Leo yang kemudian masuk ke dalam mobil.


Naura dan Tania akhirnya sampai ke ruangan kelasnya, saat di depan pintu Yuda memperhatikan Naura dan juga Tania. Jujur saja sejak pertemuannya kemarin Yuda sudah jatuh hati kepada Tania.


Yuda berniat untuk menjadikan Tania sebagai kekasihnya. Dan kini Yuda berusaha untuk mendekati Tania, ia terus menatap Tania dari depan pintunya hingga Bayu pun datang dan menghampirinya.


" Yud, lo ngeliatin apa sih, kayaknya serius banget?" tanya baju yang sangat penasaran.


Bayu pun akhirnya mengarahkan matanya ke arah tempat tidur dia memandang, dan ia akhirnya menemukan keberadaan Naura dan juga tanda yang berada di depan pintu ruang kelas mereka. pikiran Bayu sudah mulai menebak kalau sebenarnya Yuda jatuh hati kepada salah satu diantara Naura dan juga Tania.


" Lo suka sama yang mana?" ucapnya dengan menyenggol bahu Yuda.


Yuda tidak menjawab pertanyaan dari Bayu, iya langsung masuk dan duduk di mejanya. Tidak lama setelah duduk guru pun datang ke ruangan kelas itu, Bayu yang masih penasaran dengan apa yang dilihat oleh Yuda tadi ia pun berniat untuk menanyakannya kepada Yuda.


Namun, ia mengurungkan niatnya ketika guru itu masuk ke dalam ruangan. Dan ia pun kembali ke tempat duduknya sendiri, walaupun saat ini jam pelajaran tengah berlangsung. Pikiran Bayu tidak bisa hilang dari kejadian yang ia lihat tadi pagi.


Ia terus memikirkannya hingga tidak konsen dalam pelajaran, guru itu yang sangat marah karena Bayu tidak memperhatikan pelajaran dengan baik. Akhirnya guru itu mengeluarkan Bayu dari ruang kelas.


Bayu berdiri di samping pintu ruang kelasnya, awalnya iya kecewa karena harus keluar dari kelas. Namun, kini ia bersyukur karena ia dikeluarkan dari kelas. karena pada saat ini ia dapat melihat anak kelas XI ¹ yang sedang berolahraga.


Ia terus menatap ke arah Naura dan Tania yang selalu bersama, kecantikan kedua wanita itu membuatnya terpanah. Dan ia berniat untuk memiliki salah satu diantara mereka. Namun, kini ia masih belum ingin memilih. Karena ia mengetahui kalau salah satu dari sahabatnya telah jatuh hati kepada salah satu dari kedua wanita itu, karena itu ia tidak ingin menghancurkan hati sahabatnya.