
Mendengar tawa dari Tania, mereka pun menghentikan aktivitas mereka. Dan kemudian pergi menuju ke arah Tania.
Tania yang awalnya tertawa sambil memejamkan matanya, ia terkaget-kaget ketika membuka mata karena ia di kerumuni oleh ketiga pemuda itu.
Flashback off
" Tan, Tan, akhirnya kamu sadar. Ngelamuni apa si kamu?" tanya Naura yang sudah bosan memanggil nama Tania.
Tania yang baru tersadar dari lamunannya, ia panik tidak tau harus menjawab apa.
" Ya pasti Tiara lagi memikirkan ayang nya." ucap Irfan dengan tersenyum dan seperti memberi kode kepada Leo.
Leo pun tersipu malu, Naura tampak bingung. Ia merasa, ia adalah orang satu-satunya yang tidak mengetahui apa-apa. Ia pun merasa kesal dengan kakak, sahabat, dan teman-teman sang kakak.
" Sebenarnya ini semua ada apa si?" tanya Naura yang sudah kesal.
" Mau tau aja, atau banget. hehehe." ucap Farel sambil tertawa.
" Is nggak enak, semuanya nyebelin." ucap Naura dengan melipat kedua tangannya dan kemudian pergi meninggalkan semuanya.
" Kalian ini, lihat tu adik gue jadi ngambek." ucap Leo, kemudian ia pergi mengikuti Naura.
" Gue salah ya?'' tanya Farel yang kebingungan dengan situasi saat ini.
" Sebenarnya Lo nggak salah kak, cuma Naura memang lagi sensitif aja. Apalagi dia memang uda mulai curiga dengan hubungan gue dengan Leo." jelas Tania, Farel dan Irfan hanya mengangguk saja.
" Terus Lo nggak mau coba jelaskan hubungan Lo dengan Leo ?'' tanya Irfan yang penasaran.
" Untuk saat ini belum, karena Naura uda sempat dengar cerita gue dan Leo yang bertengkar." Tania mencoba menjelaskan kembali.
" Terus gimana lagi?" Farel juga jadi penasaran.
" Gimana, gimana. Uda pasti saat ini si Tania bingung, Lo pasti nggak tau mau bilang gimana ke Naura kan?" tanya Irfan yang sudah mencerna perkataan Tania.
" Iya bener, gue bingung dan nggak tau cara berbicara dengan Naura." jelas Tania yang sudah frustasi.
'' Uda Lo tenang aja, kita pasti bantuin Lo untuk menyembuhkan hal ini sementara. Tapi Lo harus cari cara untuk bicara dengan Naura." jelas Irfan dan mendapat anggukan dari Farel.
'' Kak sebenarnya, tadi gue sempat bilang kalau awal mula gue kenal dengan Leo, dan kakak berdua itu karena...'' ucap Tania yang tiba-tiba terhenti.
" Karena apa? jangan buat penasaran dong.'' Farel tambah penasaran.
'' Tadi, gue cerita kalau awal mula kita ketemu itu. Karena kak Irfan pacaran sama teman aku. hehehe." ucap Tania sambil tertawa, kemudian melarikan diri.
'' Ta-Tania.'' teriak Irfan sambil mengejar Tania.
Farel menjadi kebingungan, ia tidak tau harus membantu siapa. Antara Tania dan juga Irfan, akhirnya ia memutuskan untuk tidak memihak siapapun. Dan kemudian pergi mengikuti mereka, karena ia masih penasaran dengan kelanjutan cerita keduanya.
" Sebenarnya apa yang dikatakan Tania itu semuanya benar, tapi Irfan kan uda lama putus dari si... udalah lupain aja." batin Farel.
Keduanya berlarian dan di ikuti Farel dari belakang, dan ternyata kini mereka sudah berada di tempat yang sama dengan Leo.
'' We, kalian disini?" tanya Leo yang panik.
" Itulah yang mau gue bilang, gue nggak nemuin Naura. Tolong bantu cari dong.'' ucapnya dengan wajah paniknya.
Tanpa banyak tanya, mereka langsung membantu mencari Naura. Yang saat ini tidak mereka ketahui keberadaannya.
Disisi lain, saat ini Naura sedang bersama dengan kedua kakaknya. Ya mereka adalah Rangga dan juga Reza, kini mereka sedang duduk di sebuah restoran dengan keadaan menangis.
Rangga dan Reza sangat panik ketika melihat adik kecil kesayangan menangis, mereka mencoba untuk mempertanyakan kepada adiknya itu. Karena mereka sangat takut terjadi suatu pada adiknya.
" Adek, Adek kenapa?" tanya Rangga yang sedang ketakutan.
Bukannya menjawab, Naura semangkin menangis.
" Reza bantuin dong, gue takut ni terjadi sesuatu sama Naura." ucap Rangga yang meminta bantuan pada adiknya itu.
Reza pun memeluk adiknya untuk menenangkannya. Namun, bukannya berhenti suara tangisan Naura semangkin bertambah kuat. Keduanya jadi kepalang panik dan tidak tau harus berbuat apa.
Setelah menangis cukup lama, akhirnya tangisan Naura berhenti. Ia pun berniat untuk menceritakan pada kakaknya.
" Sebenarnya aku nangis karena ulah Kak Leo dan juga teman-temannya." ucap Naura kepada kakaknya.
" Apaa?'' teriak keduanya.
" Memang apa yang uda di buat sama Leo, kakak sambung Adek itu?" tanya Rangga yang sudah di limpahi emosi.
" Tenang kak, sekarang coba kita dengarkan penjelasan dari Naura." ucap Reza untuk meredakan emosi Rangga.
Naura pun akhirnya menceritakan kronologi kejadian pertengkaran antara ia, sang kakak Leo dan teman-temannya.
Keduanya yang mendengar perkataan Naura kini menjadi emosi, tetapi bukan hanya emosi saja yang meliputi mereka. Mereka juga merasa penasaran Apa yang sebenarnya disembunyikan, jujur kemungkinan ini adalah terakhir kalinya mereka bisa bebas berbicara dengan Naura.
Terutama untuk Reza yang akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri, karena itu hari ini adalah momen yang sangat membahayakan bagi mereka. tetapi entah kenapa mereka malah menyaksikan tangis adik kecilnya itu, dan rasanya Mereka ingin memukuli orang-orang yang telah menyakiti adiknya.
Rangga pun mengambil teleponnya, dan ia berniat untuk menghubungi Leo. Namun, saat Rangga baru saja ingin mengecek nomor di handphonenya. Naura langsung mengambil teleponnya.
'' Kakak mau ngapain?" tanya Naura yang memang tidak tau apa yang ingin dilakukan oleh Rangga.
'' Ya mau telepon Leo la." ucapnya dengan wajah penuh emosi.
'' Jangan kak, jangan telepon kak Leo.'' ucapnya dengan menyatukan kedua tangannya pertanda memohon.
'' Kenapa dek, dia harus dikasih pelajaran.'' Rangga masih murka.
'' Masalahnya kak Leo itu nggak tau kalau Adek kenal sama kakak, coba kakak pikirkan apa yang akan terjadi nantinya.'' jelas Naura.
Keduanya pun hanyut dalam lamunannya, mereka benar-benar memikirkan apa yang dikatakan oleh Naura. Mereka juga menebak-nebak apa yang akan terjadi selanjutnya, setelah Leo mengetahui hubungan mereka dan Naura.
Setelah pertimbangan yang cukup panjang, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menelpon Leo. Kemudian mereka menelpon kekasihnya untuk berkenalan dengan Naura sesuai dengan jadwal yang telah mereka susun.
Tidak membutuhkan waktu lama, kekasih Rangga dan Reza pun tiba. Kedua wanita itu kaget ketika melihat kecantikan Naura, mereka tidak menyangka kalau Naura sangat cantik. Awalnya mereka memang sudah mendengar kabar tentang Naura yang sangat mengejutkan untuk banyak pihak. Tetapi tetap saja mereka kaget ketika bertemu dengan Naura.
Mereka berdua duduk di samping pasangannya masing-masing, dan bukannya senyuman yang terlihat di wajah mereka. Tetapi sesuai yang tidak bisa dijelaskan, dan akan sangat rumit untuk menjelaskannya.