
Kini mereka sudah sampai di depan rumah, mereka berdua pun langsung masuk ke dalam. Alangkah kagetnya mereka ketika melihat Jarot sudah ada di dalam, Jarot langsung menatap keduanya secara bergantian. Kini keduanya menjadi ketakutan dengan tatapan Jarot, keduanya sangat kebingungan.
" Kalian berdua habis dari mana?" tanya Jarot.
" Kami habis jalan-jalan Ayah." jawab Naura dan Zia pun mengangguk.
" Kalau jalan-jalan, kenapa harus pulang malam sih. Ayah khawatir tahu, Ayah sampai rumah tetapi kalian tidak ada di rumah." ucap Jarot dengan menjewer kedua telinga putrinya itu.
" Ini semua pasti gara-gara Naura, putri kesayangan kita tidak mungkin main sampai malam-malam." ucap Putri ya memang tidak suka dengan Naura.
" Mama salah, justru aku yang ngajak Naura jalan-jalan. Habisnya aku bosan di rumah, itu pun ngajak Naura capek banget." ucap Zia yang justru membela Naura dan kini Putri menjadi kesal.
" Ada apa dengan dirimu sayang, tumben putri Ayah bosan di rumah." ucap Jarot dengan mengelus rambut Zia.
" Ya bosen aja Ayah, di sini tuh nggak ada apa-apa. Jadi akhirnya aku ngajak Naura keluar, itu pun dia susah banget buat diajak keluar. Untungnya aku tahu tempat yang bagus, kalau aku tadi pergi nggak tahu arah dan tujuan si Naura nggak mau ikut." ucap Zia yang justru memukul dengan Naura.
Plak
" Sakit tau." keluh Naura.
" Jangan disiksa dong Naura nya, nanti dia nggak mau lagi lho nemenin kamu." ucap Jarot dengan tersenyum.
" Seru tahu jahili Naura Ayah, Naura ini orang yang gak mudah pekaan. Jadi enak banget ngerjain dia, Ayah tahu nggak. Tadi pas kami pergi keluar, ada cowok yang dekati kami. Teruskan aku perhatiin tuh sorot matanya, ternyata itu cowok suka sama Naura Ayah. Tapi Ayah tahulah si Naura gimana ya, si Naura datar banget dan gak ngerespon itu cowok Ayah." ucap Zia yang kesal.
" Biar Ayah tebak, pasti kamu jadi kesal sekaligus ngakak." tebak Jarot dan Zia pun tersenyum.
" Ayah sama Zia sama aja, senang banget godain aku." ucapnya kemudian langsung pergi menuju kamarnya.
" Naura tunggu…aku ikut Naura dulu ya Ayah." ucapnya kemudian langsung mengikuti Naura menuju kamarnya.
" Pinter banget bohongnya ya, tapi untungnya Ayah percaya sama kita." ucap Naura dengan tersenyum.
" Tentu dong, lagian tapi seperti itu tuh memang enak dibahas sama ayah. Tapi yang aku bilang tadi bener loh, ada cowok yang suka sama kamu tapi kamu nya nggak peka." ucap Zia.
" Nggak usah ngomong yang aneh-aneh deh, memangnya siapa yang kamu maksud?" tanya Naura yang gini justru menjadi penasaran.
" Ya si Natan lah, siapa lagi coba cowok yang perhatian sama kamu." ucap Zia.
" Ya ampun Zia, aku sama Natan nggak ada hubungan apa-apa. Ya aku memang dekat sih sama dia, tapi aku dekat sama dia udah sejak lama. Dan aku udah menganggap dia kayak saudara aku sendiri malah, karena aku juga sudah dekat dengan keluarganya." jelas Naura.
" Tidak ada pertemanan antara pria dan wanita, percayalah di antara keduanya pasti salah satu dari mereka menyimpan hati. Dan aku yakin Natan suka padamu, dan apalagi coba kau kan sudah dekat dengan keluarganya. Jadi kau pasti sudah kenal dengan semua sana keluarganya, apalagi yang perlu dipertimbangkan kau tinggal menjalin hubungan aja bersama dengannya. Aku jamin hidupmu pasti akan sangat bahagia, karena engkau menjalin hubungan dengan orang yang memang sudah mengenal hidupmu." jelas Zia dan Naura mencoba memikirkannya.
" Yang kau katakan ada benarnya juga, tetapi aku masih tidak yakin kalau Natan menyukai diriku." ucapnya ya memang tidak percaya.
" Boleh sih, tapi bagaimana caranya?" tanya Naura yang sangat penasaran.
" Kau tenang saja Naura, serahkan semuanya pada diriku. Kau hanya tinggal terima beresnya saja, dan aku yakin kau pasti akan berterima kasih pada diriku." ucapnya dengan tersenyum.
" Ya udah deh kalau gitu aku percaya sama kamu, tapi jangan buat aku kecewa ya. Jujur aku masih takut untuk mengenal cinta, kau tahulah kisah asmara aku bersama dengan Arga." jelasnya yang tanpa sadar meneteskan air mata.
" Kamu tenang saja Naura, kau adalah saudaraku. Jadi aku tidak akan mengecewakanmu, dan aku yakin Nathan pasti bisa membahagiakanmu. Bahkan jauh lebih daripada Arga, yang sangat rugi karena telah menyingkirkan dirimu dari hatinya." ucap Zia dan kini keduanya pun berpelukan.
" Terima kasih ya Zia, tak kusangka kamu bisa sebaik ini kepada diriku. Padahal dulunya Kita pernah jambuk-jambakan, dan itu semua juga gara-gara si Arga." ucap Naura.
" Sudahlah Naura, itu semua hanyalah masa lalu. Kini kita adalah saudara, jadi kita harus saling melengkapi. Dan lupakan saja kisah mulai jambak-jambakan itu, karena kisah itu telah kita tutup sama seperti hubunganmu dengan Arga yang telah usai." jelas Zia.
" Yang kau katakan memang sangat benar, dan kini aku harus membuka lembaran baru. Masa hanya kamu dan Riko saja yang bahagia, aku juga harus bahagia dong." ucapnya.
" Nah gitu dong, buang jauh-jauh nama Arga dalam hidupmu. Dan mulailah isi hidupmu dengan nama Natan, karena aku yakin dia adalah pria yang sangat baik." ucapnya dengan mencubit pipi Naura.
" Aku akan mencoba apa yang kau katakan, karena aku yakin kau pasti tahu yang terbaik untuk diriku. Dan pilihanmu pastilah adalah yang terbaik, karena kau adalah saudara dan juga sahabatku." ucapnya dengan tersenyum.
" Iya dong, siapa dulu Zia gitu loh. Dan aku akan segera menyusun rencana, agar kau dan Natan dapat segera jadian." ucapnya yang sangat bahagia.
" Tidak usah buru-buru Zia, bila aku udah Natan memang berjodoh pasti kami akan ditakdirkan untuk bersama." ucapnya.
" Tidak bisa begitu sayangku, takdir memang sudah ditentukan oleh sang pencipta. Tetapi kita juga harus berusaha untuk mencapai takdir kita sendiri, walaupun apa yang kita rencanakan belum tentu adalah rencana takdir. Walaupun misalnya nantinya kamu dan juga Natan tidak berjodoh, setidaknya kamu sudah cukup merasakan kebahagiaan bersama dengannya." ucap Zia dan Naura pun mengangguk.
" Yang kau katakan memang benar, aku tidak boleh hanya diam saja. Kalau begitu kapan rencananya kita mulai?" tanyanya yang kini antusias.
" Besok saja, tapi aku boleh gabung kan sama tongkrongan kalian?" ucapnya.
" Tentu saja boleh dong, kan kau sudah menjadi sahabatku. Jadi teman-temanku juga teman-temanmu, kapanpun kamu ingin bergabung dengan kami aku juga tidak masalah." ucapnya dengan tersenyum.
# Ikuti terus kelanjutannya dan jangan lupa like, share, komen serta selalu dukung nafras ya teman-teman. Dan baca juga karya-karya nafas yang lain.
1. Naura Abyasya
2. Derai Yang Tak Terbendung
3. Sepahit Sembilu
4. Azilla Aksabil Husna