Naura Abiyasya

Naura Abiyasya
Nau 21



" Ya sudah, sekarang kita lanjutkan pembelajaran kita!" perintah guru itu.


Mereka pun pembelajar dengan sangat serius dan mereka tidak menyadari waktu istirahat telah tiba, dan ibu guru pun keluar dari ruangan kelas. Mereka semua berhambur dari ruangan kelas


Naura dan Tania pergi menuju ke kantin, disana mereka bertemu lagi dengan DRA. Namun, kali ini mereka berdua tidak ingin bergabung dengan ketiga pemuda itu. Dan memilih meja lain.


Ryan dan Dion merasa heran dengan tingkah kedua wanita yang selama ini selalu bersama dengan mereka. Namun, Arga yang sudah mengetahui kejadian tadi pagi hanya diam dan menatap ke arah Naura dan Tania.


" Yan, Lo ngerasa nggak kalah Naura dan Tania berbeda hari ini?" tanya Dion yang penasaran dengan tingkah kedua wanita yang selama bersama dengan mereka.


" Gue kira, cuma gue aja yang ngerasa mereka aneh. kalau lo gimana Ga?" Dion merasakan keanehannya dan mencoba bertanya kepada Arga karena dari tadi Arga tampak cuek sepertinya dia mengetahui sesuatu.


" Udahlah, mereka lagi ada masalah jadi jangan kita ganggu dulu biar mereka tenang dulu." jelas Arga yang membuat jiwa penasaran Dion dan Ryan semakin meronta-ronta, mereka sangat penasaran apa yang saat ini sedang ada dalam pikiran kedua wanita itu.


" Mereka berdua lagi ada masalah apa?" tanya Ryan yang tambah penasaran.


" Entahlah, tadi pagi si Tania langsung masuk dan tidak memperdulikan panggilan Naura. Dan akhirnya aku ditinggal sendirian di parkiran sama naura." jelas Arga dan membuat tawa dari kedua sahabatnya pecah.


" Berhenti jangan ketawa, awas ya kalian nggak gue kasih masuk rumahku lagi nanti." mendengar ancaman dari Arga kedua sahabatnya langsung terdiam.


" Udahlah jangan kayak gitu, habis cerita lo lucu Ga. Jadi kami nggak bisa nahan tawa deh." jelaskan yang mencoba memecahkan suasana agar Arga tidak marah pada mereka.


" Oke kali ini gue maafin, tapi awas kalau sampai terulang. Aku akan jamin kalian akan merasakan...hahaha." Arga mengancam sambil tertawa, dan hal itu membuat bulu kuduk kedua sahabatnya merinding ketakutan melihat tingkah Arga.


" Gue jadi merinding, gah lo nggak bakal buat macem-macem kan?" ucap Dion yang merasa ketakutan.


" Entahlah, lihat saja nanti." jawab Arga sesingkat mungkin, hal itu justru membuat kedua sahabatnya semakin ketakutan dengan Arga.


Mereka berdua sudah lama berteman dengan Arga, dan mereka juga mengetahui sifat Arga. Arga adalah orang yang keras, dan keinginannya adalah perintah. Jika keinginannya tidak tercapai, maka semuanya akan hancur berantakan.


Ancaman yang keluar dari mulut Arga, sudah dipastikan itu pasti akan terjadi. Dan hal itu tidak pernah meleset, karena itu kedua teman Arga merasa sangat ketakutan. Mereka tidak ingin ada hal buruk yang terjadi kepada mereka.


Di sisi lain, tepatnya di meja yang berada agak jauh dengan meja ketiga pemuda itu, sedang ada Naura dan Tania. Tania menceritakan kejadian ia dan pacarnya itu.


Naura yang mengetahui kalau hubungan Tania dan mantan pacarnya itu tidak baik, iya sangat panik dan takut. Iya mengetahui kalau ternyata mantan Tania adalah Playboy, dan hal itu membuat mereka kepalang panik. Di sekolah ini banyak wanita cantik dan takutnya salah satu dari mereka akan menjadi target.


Setelah kepergiannya ketika mengetahui mantannya selingkuh dulu, iya tetap mendengar kabar sang mantan yang telah berubah dan bahkan mencarinya hingga ke luar negeri. Namun, entah kenapa hal itu masih belum membuat hatinya tenang, dan ia masih tidak ingin bersama teguh dengan sang mantan.


Bahkan setelah mendengar kabar kalau ia kembali ke Indonesia, sang mantan juga kembali ke sini. Dan sang mantan tak henti-hentinya mencari dirinya. Namun, karena ia masih tak sanggup Ia terus bersembunyi.


Sebenarnya ia tidak ingin ada privasi antara dia dan Naura. Namun, ia masih belum bisa untuk menceritakan semuanya kepada Naura, tentang siapa sang mantan. Yang selalu membuatnya kepalang panik saat melihat wajahnya.


Sebenarnya banyak yang tidak mengetahui hubungannya dengan sang mantan. Karena dulunya ia dan sang mantan sudah membuat kesepakatan kalau hanya keluarga dan teman-teman dekatnya saja yang mengetahuinya.


Tetapi adik sang mantan tidak mengetahuinya, karena adiknya itu tidak terlalu dekat dengan sang kakak. Jadi ketika awal pertama kali mereka berjumpa, mereka merasa tidak saling mengenal karena memang tidak ada yang mengenalkan mereka satu sama lain.


Dan entah kenapa kali ini ia bertemu dengan orang yang membuatnya nyaman dan kini menjadi sahabatnya, ya orang itu adalah Naura yang kini menjadi sahabat Tania. Dan Naura ternyata adalah adik tiri dari mantannya, oleh sebab itu Tania tidak ingin memberitahu kepada Naura siapa mantannya itu. Karena ia tidak ingin Naura membenci Kakak tirinya itu.


Naura yang mengetahui sebagian cerita tentang sang mantan dari Tania, ia menjadi sebel dan agak benci dengan sang mantan dari Tania. Dan dia bahkan mengatakan akan meninju lelaki itu bila bertemu dengannya, namun sebenarnya lelaki itu selalu ada di sekitarnya. Yah lelaki itu adalah Leo kakak tiri dari Naura.


Tiba-tiba saja saat Maura sedang emosi ada yang menelponnya, dan wajah Naura sangat gembira ketika melihat nama yang tertera. Tania yang memperhatikan sangat panik karena ia takut kalau yang menelpon adalah Leo.


" halo kakakku yang ganteng, ada apa nih jam segini telepon?" tanya Naura dengan sangat bahagia dan tersenyum lebar.


Tania yang ketakutan kalau itu Leo, akhirnya mencoba bertanya kepada Naura dan berharap kalau itu bukanlah Leo.


" Nau, itu kakak lo Kak Leo ya?" tanyanya dengan senang mungkin agar Naura tidak curiga.


" bukan Tan, ini tuh kakak angkat aku namanya Kak Rangga." jelas Naura dan membuat Tania sangat bingung karena ternyata Naura memiliki kakak angkat.


" Lo punya kakak angkat?" ucapnya dengan kaget.


" Iya aku punya kakak angkat, kamu kenapa kaget begitu Tan?" tanyanya karena melihat Tania sangat kaget.


" Ya kaget lah, lo kan nggak pernah cerita kalau punya kakak angkat. Eh tiba-tiba aja sekarang lo baru bilang, kan kita udah lumayan lama berteman Nau." jelasnya dengan nada sedikit emosi.


" Eh maaf Tan aku belum sempat cerita ya, aku minta maaf deh gimana kalau kita video call biar aku kenalin kamu sama kakak aku. Kak Rangga gimana nih?" jelas Naura dan meminta persetujuan dari Tania dan juga Rangga.