
" Siapa sih sebenarnya kakaknya Naura, kenapa sepertinya kau sangat takut dengan dia?" tanya Dion.
" Aku masih belum bisa menceritakan Siapa dia, tetapi kakak pasti akan mengetahuinya. Dia bukan orang biasa, dan sebenarnya kakak juga mengenalnya." jelas Tania dan membuat keduanya tambah penasaran.
" Kasih tahu inisialnya aja dong, kami sangat penasaran." ucap Ryan.
" Kakak angkat Naura itu berinisial R, dan dia sangat menyayangi Naura. Naura sudah mengenalnya jauh sebelum aku mengenal Naura, karena itu aku tidak tahu banyak tentang kehidupan mereka berdua. Bahkan kabarnya kakak angkatnya itu sangat dekat dengan almarhumah bundanya, karena itu kakaknya merasa memiliki tanggung jawab atas Naura." jelas Tania.
" Kalau begitu Naura pastinya lebih dekat dengan kakaknya ini, lalu kenapa ia tinggal bersama dirimu bukan dengan kakak angkatnya?" tanya Ryan yang merasa heran.
" Naura bisa tinggal denganku itu karena kakak iparku, kakak iparku itu adalah kakak sepupunya Naura. Karena itu ia tinggal bersama denganku, tetapi untuk beberapa waktu ini ia akan tinggal bersama dengan kakak angkatnya. Seperti yang kakak tahu, saat ini kakak iparku sedang hamil. Karena itu Naura memilih untuk tinggal bersama kakak angkatnya, itu sih yang aku dengar dari kakakku. Lagian itu lebih aman, karena untuk sementara waktu kakak iparku tidak akan memikirkan tentang Naura." jelas Tania.
" Itu yang disampaikan oleh kakakmu?" tanya Dion yang masih penasaran.
" Iya kak." jawabnya.
" Ternyata, Naura memiliki kakak angkat yang sangat hebat. Kalau begitu aku harus mencari tahunya, karena bisa saja kakak angkat Naura menggagalkan rencanaku. Dan aku tidak akan terima kegagalan, apa yang aku mau harus aku miliki." batin Rasya yang memang dengan sengaja mengikuti Tania.
" Tampaknya ada yang sedang disembunyikan oleh kakakmu, perkataan kakakmu sangat ambigu. Dan banyak makna tersirat di balik perkataan itu, bisa saja yang dicemaskan bukanlah Naura. Tetapi yang dicemaskan adalah kalian berdua, oleh karena itu Naura dititipkan oleh kakak angkatnya. Agar beban kekhawatirannya bisa mengurang, dan bisa disimpulkan bahwa saat ini nyawa kalian berdua sedang terancam." ucap Ryan dan membuat Tania menjadi ketakutan.
" Maksud kak Ryan bagaimana? tolong jangan buat aku ketakutan dong kak." ucap Tania yang kini ketakutan.
" Inilah makna tersirat yang dapat aku simpulkan, tetapi ini belum tentu benar. Karena kita masih belum mengetahui situasi yang asli, dan apa yang kukatakan ini bisa saja hanyalah omong kosong." jelas Ryan dan Tania pun mulai tenang.
" Apa jangan-jangan mereka mengetahui situasiku, tetapi sepertinya hal itu tidak mungkin. Karena tidak ada yang tahu kalau aku sudah pergi ke Indonesia, mereka hanya mengetahui kalau saat ini aku sedang berada di Singapura." batin Rasya.
" Tetapi yang kakak katakan bisa saja kebenaran." ucapkan ya dengan mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
" Maksud kamu apa, bukannya kamu tadi tidak percaya?" tanya Dion yang merasa heran.
" Mungkin kakak juga mengetahuinya, saat ini ada sebuah perusahaan yang sangat misterius. Perusahaan itu sangat berkembang dengan pesat, dan bahkan ada yang mengatakan perusahaan itu memiliki bisnis gelap. Perusahaan itu juga menghancurkan banyak perusahaan besar di sekitarnya, dan mungkin saja karena itu kakakku menjadi khawatir denganku dan Naura." jelas Tania.
" Ngomong-ngomong tentang itu, aku jadi teringat. Orang tuaku juga menceritakan tentang perusahaan itu, dan mereka juga memintaku untuk menjaga adikku. Ya katanya buat jaga-jaga aja, karena mereka masih belum tahu apakah perusahaan itu memiliki hubungan dengan bisnis gelap atau tidak. Dan katanya kalau memang memiliki hubungan dengan bisnis gelap, maka mereka akan dengan mudah menghancurkan lawan-lawannya tanpa diketahui oleh siapapun." jelas Dion yang mengingat perkataan kedua orang tuanya.
" Jadi perkembangan perusahaan sudah mempengaruhi mereka, pokoknya mereka nggak boleh tau kalau aku pemilik perusahaan itu." batin Rasya.
" Terus adikmu dimana sekarang?" tanya Ryan.
" Dia sedang ada les sekarang." jawab Dion.
" Sepertinya kau harus pergi untuk menemui adikmu, aku tiba-tiba merasa takut." ucap Ryan.
" Sudahlah, lebih baik kau segera melindungi adikmu." ucap Tania.
" Kalau begitu aku pergi dulu." ucapnya kemudian langsung pergi meninggalkan cafe.
Dion pergi meninggalkan cafe, kini yang berada di sana tinggallah Tania dan juga Ryan. Mereka pun melanjutkan pembahasan tentang Naura dan juga Arga.
" Jadi adi menurutmu, apa yang harus kita lakukan untuk Naura dan juga Arga?" tanya Ryan.
" Sebelumnya kita harus mengetahui kondisi mereka, dan kita harus menyelidiki apakah semua ini berhubungan atau tidak. Dan bila keduanya berhubungan, barulah kita mencari solusi bersama untuk keduanya. Tetapi bila keduanya tidak berhubungan, maka kita harus mencari solusi masing-masing." jelas Tania dan Ryan pun mengangguk.
" Yang kau katakan itu sangat benar, kalau begitu aku akan menyelidiki tentang Arga. Dan kau selidiki tentang Naura, semoga secepatnya kita akan menemukannya." jelas Ryan.
Keduanya pun menyepakati hal tersebut, mereka pun kemudian keluar dari cafe. Tania kini menunggu Leo untuk menjemputnya, dan kini Leo pun tiba di depan cafe. Rasya yang melihat Leo Ia pun menjadi terpana, tetapi ia masih kukuh untuk mengejar Arga.
" Maaf ya, aku lama." ucap Leo.
" Iya nggak apa-apa, aku ngerti kok. Tumben sendirian, ke mana yang lain?" tanya Tania.
" Farel dan Irfan sedang ada kesibukan, nggak mungkin lah mereka meninggalkan kesibukan mereka hanya demi ikut dengan kita. Lagian kalau sama kita mereka jadi obat nyamuk, mendingan juga mereka ngerjain tugas." jelas Leo dan Tania pun mengangguk.
" Wah, ternyata pacarnya Tania ganteng juga. Tapi aku nggak boleh, cintaku hanya untuk ayang Arga." ucap Rasya dengan tersenyum.
" Yang kau bilang memang benar sih, dan itu adalah yang terbaik." jawabannya kemudian langsung masuk ke mobil.
" Beb, tumben sendiri. Di mana Naura? biasanya kan kalian selalu bersama." ucap Leo yang merasa heran.
" Naura sudah tidak tinggal denganku lagi, ya walaupun untuk hanya beberapa bulan." jelas Tania dan membuat Leo kaget.
" Lalu dia tinggal di mana?" tanya Leo yang penasaran.
" Naura kini tinggal di tempat kakak angkatnya, kamu tenang saja Beb. Naura aman kok di sana, dan bahkan dia tampaknya lebih happy." jelas Tania.
" Memangnya siapa sih kakak angkatnya, dan kenapa kau bilang tampaknya dia lebih happy?" tanya Leo yang penasaran.
" Nama kakak angkat Naura itu Rangga Talfika." jelas Tania.
" Rangga Talfika, bukankah dia bos mu di agensi?" tanyanya untuk memastikan.
" Iya benar, dan karena itu aku bilang dia lebih happy. Karena pak Rangga sangat menyayanginya, dan bahkan pak Rangga menganggap Naura seperti adik kandungnya sendiri." jelasnya dengan tersenyum.