
" Oh jadi kau Arya, Alana sering cerita tentang mu." ucap pemuda itu.
" Ya, dan aku yakin. Kau pasti Putra pacarnya Alana Kan." ucap Arya.
" Iya benar, aku Putra. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Putra yang memang tidak mengetahui apa-apa.
" Ceritanya panjang, tapi beberapa bulan yang lalu. Alana mengalami kecelakaan, dari kecelakaan itu Alana dinyatakan meninggal." jelas Arya dan Putra pun terkejut.
" Kau senang bercanda kan?" tanya Putra yang tidak percaya.
" Seandainya semua itu hanya candaan, pastinya aku akan sangat bahagia saat ini." jelas Arya.
" Jadi semua itu kebenaran." ucapnya yang masih terkejut dan tanpa sadar berderai air mata.
" Iya semuanya benar, tapi aku merasakan kejanggalan pada kecelakaan itu." jelas Arya dan membuat Putra pun menatapnya dengan serius.
" Kejanggalan bagaimana?" tanyanya yang memang tidak tahu menahu.
" Kecelakaan yang dialami tidak terlalu parah, tetapi Alana menghilang. Karena dia menghilang, dia dinyatakan telah meninggal. Tetapi aku merasa, kalau Alana sebenarnya masih hidup." jelas Arya.
" Tampaknya sok sangat yakin dengan itu, awalnya aku tidak yakin. Tetapi setelah melihat Rasya, aku juga merasa kalau dia adalah Alana. Tetapi aku tidak memiliki bukti yang kuat, karena itu aku masih sangat bingung." jelas Arya.
" Bagaimana kau bisa sangat yakin, ya walaupun awalnya aku juga meyakini itu." ocha Putra yang juga penasaran.
" Aku dan Alana sama-sama anak panti asuhan, dan aku mengetahui kalau Alana sebenarnya memiliki saudara kembar. Kalau tidak salah tebak, Rasya seharusnya adalah kembaran Alana. Tetapi, tidak mungkin ada anak kembar yang sangat mirip sifat dan karakternya." jelas Arya dan membuat semua yang di situ kaget.
" Alana anak panti asuhan?" tanya Putra yang tidak percaya.
" Iya benar, nama kecil Alana adalah Arsyila. dan kembarannya Asvita, atau yang saat ini kita kenal dengan nama Rasya." jelas Arya.
" Kalau begitu, kenapa kau bisa mencurigai Rasya adalah Alana?" tanya Putra yang masih bingung.
" Aku sangat dekat dengan mereka berdua, dan aku mengetahui sifat dan karakter mereka. Tetapi sifat Rasya sangat berbeda dengan Asvita kecil, walaupun aku sudah lama tidak bertemu dengan Asvita. Tetapi aku masih teringat dengan sifat dia, dan sifat yang aku lihat saat ini adalah sifat Arsyila atau Alana." jelas Arya.
" Apakah mungkin itu memang Alana, tetapi kenapa dia menggunakan status Rasya?" ucap Naura yang tiba-tiba saja ikut bicara.
" Itulah yang sedang aku selidiki saat ini, dan aku ingin meminta bantuan dari kalian. Itu sih jika kalian tidak keberatan, karena aku yakin dibalik ini semua pasti ada hal yang sangat mengerikan dan berbahaya." jelas Arya dan semuanya pun mengangguk.
" Kau tenang saja, aku akan melakukan apapun agar Alana nah kembali kepadaku." ucap Putra yang sangat percaya diri.
" Aku percaya denganmu Put, dan aku rasa kau memang adalah orang yang tepat untuk Alana." ucap Arya dengan tersenyum.
" Aku juga akan membantu kalian, walaupun aku tidak mengenal Alana. Tetapi dia adalah temanmu, yang artinya temanmu adalah temanku juga." ucap Natan dan membuat Arya tersenyum lebar.
" kau yakin?" tanyanya untuk memastikan.
" Thank you Natan, kita memang baru kenal. Tetapi kau adalah teman terbaikku, setelah Alana nggak ada aku baru kali ini menemukan orang yang sama seperti Alana. Tetapi aku yakin, bila kita berusaha dengan keras. Alana pasti kembali bersama dengan kita, kau juga harus kuat ya Putra." jelas Arya.
" Kami juga akan ikut membantu." ucap Naura dan mengagetkan semuanya.
" Tidak usah Naura, ini sangat berbahaya." ucap Arya.
" Hal ini tidak akan berbahaya, kau tenang saja Arya." ucapnya dengan tersenyum.
" Kenapa kau sangat yakin?" tanya Putra yang juga ikut angkat bicara.
" Coba kalian lihat ke arah jam 12." ucap Naura dengan sedikit berbisik, dan mereka pun menoleh ke arah tempat yang ditunjukkan.
" Astaga, mereka itu siapa?" tanya Arya dengan sedikit berbisik juga.
" Kalian semua tenang aja ya, itu hanya bodyguard yang diutus oleh kakakku. Jadi bila aku ikut, kita juga akan mendapat bantuan yang cukup besar." jelas Naura dengan tersenyum.
" Itu bodyguard mu, sebenarnya kau ini siapa?" tanya Putra yang juga kaget.
" Untuk saat ini, aku tidak bisa menjelaskan siapa aku. Tetapi suatu saat nanti, aku akan memberitahu kalian siapa aku." jelas Naura.
" Jangankan kalian, aku yang sudah lama kenal dengan Ara saja masih belum mengetahui siapa jati diri dia. Dia adalah sosok misterius, tetapi sebenarnya bukanlah orang biasa. Dandannya obrak-abrik kayak anak gembel, tapi sebenarnya dia adalah anak konglomerat." jelas Natan.
" Apakah kau bisa dipercaya?" tanya Putra.
" Kau tenang saja Putra, Ara adalah orang yang paling bisa menjaga rahasia. Karena aku sudah banyak menyimpan rahasia kepadanya, tetapi hingga kini ia juga belum pernah membocorkannya sedikitpun. Padahal kalau dia mau, dengan membocorkan rahasiaku dia sudah memiliki banyak uang yang berlimpah." jelas Natan dan membuat semuanya jadi penasaran siapa sebenarnya Natan.
" Aku jadi curiga, jangan-jangan Arya dan Putra juga menyimpan banyak rahasia. Dan jangan-jangan kalian juga bukan anak orang biasa, karena kalian sepertinya mengetahui selak beluk dunia yang rumit." ucap Tania.
" Ya ampun Tata, hal itu sudah pasti. dari dandanannya saja sudah menandakan, kalau mereka ini bukan orang biasa. Karena itu aku dengan santai menunjukkan bodyguardku, kalau tadi mereka orang biasa. Aku nggak akan mungkin menunjukkan bodyguardku pada mereka, karena pastinya mereka akan ketakutan dan menjauh dariku." jelas Naura dan Tania pun mengangguk.
" Yang kau bilang itu sangat benar, jangankan tentang mereka. Tentang dirimu saja sangat misterius, kau dan kak Desi sama-sama misterius. tapi kau sangat berbeda dengan kak Desi, kak Desi bukanlah orang yang teliti. Kau adalah orang yang sangat teliti, dan bahkan mengetahui hal-hal kecil yang ada di sekitarmu." jelas Tania dengan tersenyum.
" Tampaknya kalian adalah orang-orang besar, apakah aku pantas bergabung dengan kalian." ucap Putra yang berpura-pura merendah.
" Apa perlu aku ungkap jati dirimu." ucap Arya yang memang sudah mengetahui siapa sebenarnya Putra.
" Kau tau siapa aku?" tanya Putra.
" Tentu aku mengetahui siapa dirimu, karena aku tidak mau kalau Alana dekat dengan orang yang salah." jelas Arya dan Putra pun mengangguk.
" Kau memang sahabat yang baik, tapi aku tidak menyangka kok sampai sedetail itu." ucap Putra dengan menggelengkan kepalanya.
" Itu semua harus dilakukan, karena aku tidak ingin sahabat terbaikku bersedih." jelas Arya.