
πΈπΈπΈ
Dari balik horden, Annin mengintip mobil presdir Shilin keluar dari halaman mansion. Setelah kepergian suaminya, barulah Annin keluar dari kamarnya. Hari ini ia begitu bosan, melangkahkan kakinya Annin menuju kamar ibu meilyn. Tidak ada siapa-siapa dikamar itu, lalu Annin mendengar suara kucuran air yang berasal dari dalam kamar mandi. Annin keluar dari kamar ibu meilyn, karena ibu meilyn tengah membersihkan diri.
Membawa kakinya, Annin menuju taman belakang. Sangat sepi disana, tidak seperti biasanya. Biasanya selalu ada pelayan yang membersihkan kebun bagian belakang. Tapi entah kenapa hari ini sangat sepi.
Annin tampak menikmati sinar matahari pagi, dan juga menghirup udara segar. Ketika akan menghembuskan nafasnya, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekapnya dari belakang. Tak lama Annin pun tak sadarkan diri.
Ketika sadar, begitu terkejutnya Annin. Karena saat ini ia berada di dalam sebuah ruangan yang sangat gelap. Dengan tangan dan kakinya diborgol dengan besi yang kokoh. Dan juga mulutnya yang dibekap dengan lakban.
Dilantai kotor dan dingin itu, Annin terus berusaha menggerakkan tubuhnya, berharap borgol besi itu bisa lepas dari tangan dan kakinya. Tenaganya yang tak cukup banyak, membuatnya begitu kesulitan. Apalagi ia belum makan apa-apa sedari malam. Annin mulai ketakutan. Pikirannya begitu kalut saat ini, perasaannya mulai tak menentu.
Annin tak dapat berbuat banyak, borgol itu sangatlah kuat. Ia tak akan pernah bisa lepas darinya.
Tak lama pintu pun terbuka, dan Annin mendengar teriakan-teriakan yang tak asing baginya.
"Om lepaskan saya, om-om mau bawa saya kemana lagi. Saya mohon lepaskan saya, "teriak seseorang yang Annin kenal, begitu histeris.
Saat pintu itu terbuka lebar. Barulah Annin bisa melihat perempuan pemilik suara yang ia kenal.
Mata Annin membulat sempurna, saat melihat seorang perempuan yang diseret paksa dengan perutnya yang sudah sangat membulat.
"Hemp.... Hemp.....,"hanya suara itu yang lolos dari mulut Annin. Annin terus berusaha untuk memanggil nama perempuan itu, tapi mulutnya yang diperban tak bisa membuat suaranya keluar.
Lalu, 4 orang pria berwajah menyeramkan itu melempar Perempuan itu kelantai.
"Aaaaaakh.... " Beruntung Annin menyanggah tubuh perempuan itu, sehingga tak tersentak kelantai. Jika sampai perempuan itu terhentak kelantai, bisa saja ia akan mengalami pendarahan dan keguguran.
πΈπΈπΈ
Sementara itu, diperusahaan. Presdir Shilin langsung mengamuk, ketika ia mendapat kabar bahwa Annin istrinya menghilang.
Begitu sampai, presdir Shilin dan sekretaris Chao langsung menuju ruang cctv. Presdir Shilin dan juga sekretaris Chao begitu terkejut saat melihat pengawas cctv dirumahnya sudah tak bernyawa. Sekretaris Chao langsung memperbaiki cctv, yang kemungkinan telah diretas.
Sedangkan predir Shilin menerima informasi dari ibu meilyn, bahwa semua pengawal yang berada di mansion telah dilarikan kerumah sakit diduga keracunan makanan.
Presdir Shilin mengepalkan tanganya kuat, ia sudah bisa menebak siapa yang telah menculik istrinya.
Presdir Shilin tak menyangka bahwa Mike akan bertindak sampai sejauh ini.
"Tuan lihatlah ini, "panggil sekretaria Chao pada tuannya.
"Ternyata benar, tuan. Yang menculik nona Annin adalah tuan Mike, "ucap Sekrataris Chao.
"Cepat lacak dimana istriku berada, aku pernah menempelkan alat pelacak ditubuhnya, "ucap presdir Shilin, membuat sekretaris Chao mulai memainkan jarinya diatas komputer canggih disana.
Bersambung.......
Like, komen, hadiah, dan Voteee ππ
Rate bintang 5, pleaseeee ππ
Selamat membaca dan semoga tegang... ehhh, suka maksudnya π π π
Maafkan typonya πππ
Yuk mampir, dijamin suka Dehπππ
ππΈ