
๐ธ๐ธ๐ธ
Seminggu berlalu, tapi tuan Yong masih belum menemukan solusi untuk segera mengambil putranya dari tangan tuan Nora.
Tuan Yong tau jelas bagaimana sifat Nora. Nora memang dekat dengannya, tapi setelah penolakkanya untuk menjadi penerus gang NORA. Sejak saat itulah, Nora marah padanaya dan mereka sudah lama tak lagi menjalin hubungan komunikasi.
Ditambah lagi dengan penolakkan Daddynya untuk diajak bekerja sama. Itu semakin memperbesar kemurkaan seorang Nora kepada keluarga Mou.
Yong tau jelas apa maksud Nora mengambil putranya. Apalagi kalau bukan untuk dilatih agar menjadi penerusnya yang akan semakin kuat.
Nora yang memang di diagnosa tidak akan punya keturunan, terus membujuk Yong untuk mengambil posisinya kelak. Penolakkan tuan Yong, membuatnya bertindak sejauh ini. Hingga memgambil putra tuan Yong untuk dijadikan penerusnya.
Gangster NORA merupakan sekolah bagi tuan Yong. Karena disalah dia belajar tentang dunia kemafiaan.
Nora juga sudah ia angap sebagai guru. Tapi setelah ia tau, bahwa ternyata Nora juga berurusan dalam hal yang diilegalkan, saat itulah tuan Yong mundur.
Tidak ada yang bisa dilakukan untuk saat ini. Selain menunggu info dari Nora yang pasti akan menghubunginya. Untuk mengatakan apa yang ia inginkan. Jika melawan Nora, itu sama saja dengan menyerahkan nyawanya sendiri. Bukan hanya nyawanya, tapi juga nyawa para anggota gang CruelBlood.
Tapi, tuan Yong punya perhitungan sendiri, jika selama saktu yang ditentukan ia tidak menerima kabar dari NORA maka Yong harus berani bertindak dan pasti akan menimbulkan resiko untuknya. Tapi, apapun akan ia lakukan demi menyelamatkan putranya, yang bahkan belum pernah ia lihat bagaimana rupanya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Di mansion utama. Semua anggota keluarga Mou, termasuk tuan besar Aldrich yang masih belum pulang kerena dalam masa perjuangan cintanya untuk kembali membujuk Meilyn agar kembali padanya.
Semuanya berkumpul diruang tamu, tampak Aurel dan putrinya begtu disayang dikeluarga itu. Apalagi nyonya besar Mou, ia sangat perhatian pada Aurel dan juga cucunya.
Annin juga merasa sangat bahagia melihat adik kesayanganya bahagia. Setelah sekian lama akhirnya mereka kembali dipertemukan dalam satu keluarga yang sangat mencintai mereka.
Kini, Annin berada disamping kiri Aurel. Sedangkan nyonya besar Mou berada disamping kanan Aurel.
Annin terus tersenyum menatap Aurel, begitu pula Aurel yang tersenyum membalasnya. Tapi entah kenapa ada sebuah rasa Iri dihati Annin ketika melihat anak dari adiknya itu.
Walaupun Annin selalu menepis rasa iri itu. Tapi, tak dapat dipungkiri bila hatinya terasa perih. Apalagi bila mengingat bayinya yang telah tiada.
Bukan apa-apa, Annin pun juga merasa bahwa nyonya besar Mou tak lagi memperhatikannya. Bahkan nyonya Mou sangat jarang memangilnya, nyonya Mou selalu sibuk dengan Aurel dan Cucu kesayanganya.
Dan rasa yang mengganggunya ini, membuat Annin gelisah dan merasa tak enak hati. Bgaimana bisa dia cemburu pada adik kesayanganya sendiri.
"Annin, kamu juga harus cepat Hamil ya! Biar keluarga Mou semakin rame. Lihatlah Girren, dia imut sekali ya, yaampun lucunya,"tanpa nyonya Mou sadari ucapannya itu membuat Annin merasa tidak berguna dan juga merasa gagal. Annin selalu menyalahkan dirinya atas kepergian bayinya. Ditambah lagi dengan ucapan mertuanya yang seakan menuntutnya untuk segera memiliki bayi seperti Aurel.
"I-iya Mom, Annin akan berusaha,"jawab Annin tersenyum masam.
"Bagaimana kalau kamu dan Shilin pergi bulan madu. Siapa tau kalau pulang nanti kamu akan hamil. Mom dulu begitu, setelah pulang dari bulan madu langsung hamil Shilin. Biar nanti Mom yang atur semuanya. Masalah Garren, Mom yakin Yong bisa menyelesaikannya sendiri,"ucap nyonya besar Mou pada Annin.
"Annin hanya mengikuti saja, Mom,"jawab Annin malu.
**Bersambung........
Like, komen, hadiah, dan Voteeee๐๐๐
Selamat membaca dan semoga suka๐
Maafkan typonya๐
Terima kasih kepada reader semua, Othor sayang kalian. Tanpa kalian semua othor bukanlah apa-apa๐๐๐
Saranghae reader๐๐**