My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
Episode 108



🌸🌸🌸


Sampai dirumah sakit, Annin, Aurel dan bayinya, langsung ditangani oleh dokter.


Kelima pria itu menunggu didepan ruangan UGD dengan raut wajah tegang bercampur kuatir masing-masing.


"Dad, bagaimana ini dad? Mike membawa putraku dad. Aku terlambat menyelamatkan putraku, "ucap tuan Yong, dengan setetes air mata mengucur tanpa ia sadari.


"Tenanglah nak, kita akan segera menemukan putramu. Yang terpenting sekarang, keadaan istrimu dan juga putrimu, "ujar sang daddy berusaha menenangkan putra bungsunya.


Sedangkan presdir Shilin terduduk dikursi dengan dengan wajah kusutnya. Mendengar adiknya Yong yang menyebutkan kata anak, saat itulah ia kembali mengingat calon bayinya, yang belum sempat lahir kedunia.


Lain lagi dengan tuan besar Aldrich, saat ini ada rasa bahagia sekaligus rasa kuatir pada sang putri yang kini masih ditangani oleh dokter.


Ketika ia melihat wajah sekretaris Chao. Ia pun Meraba wajahnya, ia merasa struktur wajah sekretaris Chao, mempunyai kesamaan dengan struktur wajahnaya. Dan perasaan aneh yang ia rasakan ketika memandang sekretaris Chao, sama dengan perasaan aneh yang datang, ketika ia memandang wajah Annin dan juga mantan kekasihnya Meilyn.


Apa yang terjadi padanya, kenapa sedari tadi pandanganya tak bisa ia alihkan dari sekretaris Chao yang kini duduk disamping tuannya.


Deeeg..., jantungnya berdebar kencang, ketika sekretaris Chao, membalas tatapannya dengan senyuman yang samar.


Tak lama, Nyonya besar Mou datang bersama dengan Meilyn disampingnya.


Deeeg...,ketika menatap Meilyn ternyata jantungnya masih berdegub dengan kencang. Ia masihlah sangat mencintai Meilyn, walaupun dulu ia sudah membuka hatinya untuk menerima Ha Aerum. Namun nyatanya, Cintanya pada Meilyn belum pernah pudar sedikit pun.


Tapi ada gelenyar aneh dihatinya, kenapa saat menatap sekretaris Chao hatinya juga berdegub kencang. Apa ada yang salah pada dirinya. Apa yang terjadi padanya.


Meilyn menundukkan wajahnya ketika tuan besar Aldrich menatapnya. Walalupun Cintanya besar untuk Aldrich, tapi rasa bencinya kini mendominasi. Mengingat betapa teganya Aldrich memutuskan hubungan disaat ia sedang mengandung anaknya. Hingga ia hidup terpontang-panting, hanya demi sesuap nasi. Meilyn mengepalkan tanganya untuk meluapkan kekesalan yang melandanya saat ini.


"Pah, bagaimana keadaan Annin?"tanya nyonya besar Mou.


"Masih ditangani, Mom"jawab tuan besar Mou menatap istri tercintanya.


"Bagaimana keadaan istri saya dok? "pertanyaan serentak dari kakak adik itu.


"Yong, siapa yang istrimu? "tanya Nyonya besar Mou heran pada anak bungsunya itu.


"Tenanglah Mom, Yong memang sudah punya istri, "jawab tuan besar Mou.


"Apppp....., "ucap nyonya besar Mou tak selesai, karena mulutnya ditutup oleh sang suami.


"Kita dengarkan dulu apa kata dokter, "ucap tuan besar Mou.


"Saya akan mulai dari Nona Annin dulu ya, kondisi Nona Annin sudah membaik. Nona Annin hanya mengalami luka ringan dan dehidrasi ringan. Dan sekarang kondisinya sudah cukup stabil,"jelas dokter itu, membuat presdir Shilin merasa lega begitupun yang lainya.


"Istri saya, bagaimana dok? "tanya tuan Yong kuatir.


"Keadaan Nona Aurel juga sudah stabil, hanya saja ia perlu dirawat intensif selama benerapa hari untuk masa pemulihan pasca melahirkan. Dan untuk bayinya juga dalam kondisi yang sangat sehat. Jadi tidak ada yang oerlu dikhawatirkan,"jelas dokter itu, membuat tuan Yong merasa lega. Tapi berbeda dengan nyonya besar Mou yang kini memasang raut wajahnya yang begitu bingung.


Bersambung.......


Like, komen, hadiah, dan Voteee πŸ™πŸ˜Š


Rate bintang 5 juga πŸ™πŸ˜Š


Selamat Membaca dan semoga suka πŸ’—


Maafkan typonya πŸ™


Love You reader 😍😘


πŸ’—πŸŒΈ