
๐ธ๐ธ๐ธ
Pagi datang disambut kicauan merdu burung-burung yang sudah siap untuk bekerja, guna menacari makan untuk anak-anak mereka. Ada pula yang saling kejar-kejaran mungkin saja sedang mandi menggunakan embun pagi yang menyegarkan bagi mereka.
Sedangkan mentari masih bersembunyi, dan enggan menampakkan dirinya. Karena mentari yang bersembunyi dibalik awan-awan hitam, menyebabkan mendung pada bumi.
Aeri mengerjabkan matanya pelan, lalu menguceknya. Ketika membuka mata, pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya.
Aeri berusaha ingin melepaskan diri dari pelukkan presdi Shilin, yang lagi-lagi memeluknya sangat erat.
Aeri merasa sangat lega, karena pada akhirnya ia terlepas juga dari jeratan singa itu.
Aeri yang bangun karena mendapat panggilan alam, segera berlari ke kamar mandi. Karena sudah sangat pagi, ia pun langsung membersihkan diri. Setelah selesai, ia pun segera membangunkan suaminya.
Tumben hari ini suami sibuknya tidak berangkat bekerja pagi-pagi sekali. Sekarang sudah menunjukkan pukul 6 pagi, sedangkan biasanya suaminya berangkat pukul 5 pagi atau bahkan sebelum jam 5 pagi.
"Kak, kak Shilin, bangun kak. Apa kakak tidak berangkat kerja,"ucap Aeri menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
Lama Aeri berusaha membangunkan suaminya. Namun, tak kunjung-kunjung bangun. Aeri pun curiga pada kondisi suaminya itu.
Semakin mendekat, Aeri meletakkan pnggung tanganya dikening presdir Shilin.
"Aaakh, panas-panas,"teriak Aeri mengibas-ibaskan tangnya kepanasan.
"Astaga, kamu sakit kak,"ujar Annin terkejut.
Sedikit berlari, Aeri menuju lantai dasar. Untuk meminta bantuan, dan syukurnya ia bertemu dengan ibu Meilyn. Kalau nyonya besar Mou, sepertinya sibuk mengurusi suaminya sendiri.
"Ibu Meilyn,"panggil Aeri sambil berlarian ringan.
"Ada apa nona, Aeri,"tanya ibu Meilyn heran.
"Bu, Kak Shilin demam. Tubuhnya sangat panas, kita harus membawanya kerumah sakit, bu,"ujar Aeri dengan wajah kuatirnya.
"Benarkah Nona, sebentar ibu akan hubungi dokter Shimming. Kalau lagi demam, tuan muda tidak suka Dibawa kerumah sakit,"jawab ibu Meilyn.
"Nona kembali keatas saja, dan kompres tuan dengan ini, ibu akan segera menghubungi dokter Shimming"tambah Meilyn lagi, memberikan alat kompres canggih didalam kemasan.
"Baik bu, Aeri keatas dulu,"jawab Aeri masuk kedalam lif, kembali menuju kamarnya.
Sampai dikama, ia langsung menempelkan alat canggih itu ke kening suaminya. Tak lupa ia juga memasang semua pakain sang suami yang tadi malam telah terlucuti.
Tak lama, terdengar suara ketukan pintu. Aeri yang paham siapa itu langsung berdiri dan segera membukakkan pinti untuk dokter Shimming.
"Selamat pagi juga, dokter Shimming. Silahkan masuk,"ucap Aeri sopan, lalu mempersilahkan dokter Shimming untuk masuk.
"Ternyata dia masih bisa sakit,"ujar dokter Shimmin, langsung memeriksa keadaan sahabatnya itu.
"Bagaimana keadaannya, dokter Shimming?"tanya Aeri.
"Baik-baik saja, nona. Dia hanya demam, karena kurang istirahat dan terlalu kelelahan,"jelas dokter Shimming.
"Ini obatnya Nona, tolong berikan padanya setelah ia sarapan nanti. Setelah minum obat dan istirahat dia akan segera kembali pulih,"tambah dokter Shimming memberikan obat pada Aeri.
"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu, Nona,"kata dokter Shimming keluar dari kamar itu.
"Terim kasih banyak dokter Shimming,"ucap Aeri tulus.
"Sama-sama, Nona,"jawab dokter Shimming segera berlalu pergi. Belum sempat Aeri menutup pinti kamar, Aeri urung menutup pintu kamar, karena mendenga panggilan seseorang terdengar begitu kuatir.
"Aeri...,"panggil nyonya besar Mou, dengan wajah kuatirnya ia mendekati Aeri dengan disalah satu tangannya membawa mangkuk berisi bubur.
"Iya mom,"jawab Aeri ramah.
"Bagaimana keadaan Shilin, sayang,"tanya nyonya besar Mou kuatir.
"Sekarang agak mendingan, Mom,"jawab jujur Aeri.
"Syukurlahn Oh iya, kamu kasih bubur ini ke Shilin ya. Mom mau kebawah lagi, daddymu juga membutuhkan Mom. Kamu ngggak apa-apa Mom tinggal kan?"ujar nyonya besar Mou.
"Iya Mom, tidak apa,"jawab Aeri, seraya menerima bubur itu.
Bersambung......
Like, komen, hadiah, dan Vote๐๐
Maafkan typonya๐๐
Selamat membaca dan semoga suka๐๐
Saranghae readers๐๐
๐๐ธ