My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 23



Kaki Yuna terpeleset, dan Yuna terjatuh pun kembali ke atas Tuan tang xiahao, Tuan tang xiahao segera menangkap dan memeluk Yuna, dari belakang, sekarang Yuna dalam pelukan Tuan tang xiahao, karena suasana yang mengejutkan, Yuna hanya bisa terdiam, tanpa bergerak sedikit pun.


Tuan tang xiahao:


"sampai kapan kau akan memelukku seperti ini?"


Dengan perasaan malu dan takut Yuna pun berkata.


Yuna:


"maaf Tuan, saya terpeleset tadi, saya akan bangun sekarang"


Yuna pun bangun, di saat Yuna melepaskan Tuan tang xiahao, dengan segera Tuan tang xiahao menarik Yuna kembali ke pelukannya.


Dan Tuan tang xiahao tersenyum, dan berkata


Tuan tang xiahao:


"biarkan aku memeluk mu seperti ini sebentar"


Dan Yuna pun terkejut dan seketika pipinya memerah mendengar jawaban tuan tang xiahao, Yuna pun berkata.


Yuna:


"tapi Tuan?"


Dan Yuna yang melihat Tuan tang xiahao yang memeluk dirinya, ia pun berkata dalam hatinya"di balik sosok Tuan yang dingin ada kehangatan yang sangat besar di jiwanya, dan benar seperti kata Allison, Tuan memperlakukan aku seperti orang yang spesial baginya, Tuan sebenarnya apa yang engkau sembunyikan dari ku?"


Yuna:


"apakah aku akan tertidur seperti ini bersama Tuan?"


Yuna pun memejamkan matanya dan akhirnya Yuna dan Tuan tang xiahao pun tertidur.


Sekitar pukul 4 sore


Yuna akhirnya terbangun dan ia terbangun di atas tempat tidurnya sendiri.


Yuna:


"apa?, dimana aku?, huaommmmm, tidak terasa ternyata sudah sore"


Dan tiba-tiba Yuna mengingat bahwa tadi ia tidur bersama Tuan tang xiahao


Yuna:


"Tuan tang xiahao!??, dimana ia?, pasti sudah pergi syukurlah kalau begitu"


Dan Yuna segera bangun dari tempat tidurnya dan pergi menuju toilet


Setiba di dalam toilet


[Di dalam toilet kamar Yuna]


Dan Yuna pun melepaskan pakaian yang ia kenakan, Yuna seketika terkejut bahwa pakaian yang ia kenakan tadi telah berubah, sekarang yang Yuna kenakan adalah baju tidur.


Yuna:


"apa?, bajuku sudah berubah?, dan siapa yang menggantikannya?"


Dan Yuna mengingat kembali bahwa ia tadi bersama tuan tang xiahao.


Dengan perasaan terkejut...


Yuna:


"jangan-jangan Tuan tang xiahao yang mengganti baju ku?, aduh memalukan sekali, apa yang telah di lakukan oleh Tuan?, Yuna kamu seorang sekretaris yang sangat kelewatan, itu Tuan mu Yuna sadarlah!!"


Dan Yuna pun mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai Yuna pun keluar dari toilet dan ia segera memakai baju, dan setelah beres semuanya ia pun keluar dari kamarnya.


Dan Yuna melihat nenek yang sedang membersihkan dapur, dan Yuna pun segera menghampiri Nenek.


Yuna:


"Nek?"


Nenek:


"lho!!, Yuna"


Yuna:


"Nek, Yuna keluar sebentar ya?"


Nenek:


"mau kemana?"


Yuna:


"mau ke supermarket sebentar"


Nenek:


"ya sudah hati-hati"


Yuna:


"ia Nek, Yuna pergi dulu ya"


Dan akhirnya Yuna pergi.


Di perjalanan, Yuna mendengar ada seseorang yang memanggilnya dari belakang, Yuna pun memalingkan wajahnya, dan bertapa terkejutnya ia bahwa yang memanggilnya adalah kevin.


Dan Kevin pun berlari menuju Yuna, setelah sampai.....


dengan perasaan kebingungan....


Yuna:


"lho!!, kevin? apa yang kamu lakukan disini?"


Kevin:


"saya mau pergi ke supermarket, dan tiba-tiba saya melihat Yuna, jadi saya memanggil kamu"


Yuna:


"oh, tapi sebenarnya tujuan aku adalah supermarket juga"


Dengan perasaan senang Kevin pun menjawab.....


Kevin:


"oh, iya?, berarti tujuan kita sama dong!?"


Yuna:


"iya"


Kevin:


"kalau begitu mari kita pergi bersama-sama"


Yuna:


"ayo"


Dan akhirnya Yuna dan Kevin pun pergi.


Di perjalanan Yuna bertemu dengan seorang anak kecil yang sedang duduk di kursi taman seperti sedang menunggu seseorang.


Yuna:


"kevin kamu di sini dulu sebentar, aku mau ke suatu tempat"


Kevin:


"oh iya"


dengan segera Yuna pun pergi meninggalkan Kevin, dan berlari menuju seorang anak kecil tersebut, setelah sampai...


Yuna:


"hai, siapa namamu?"


Dan anak kecil tersebut memandang yuna dengan penuh ketakutan dan di tambah dengan perasaan kebingungan, dan Yuna yang melihat ketakutan anak kecil tersebut, ia pun duduk di sampingnya.


Yuna:


"hai, nama kakak Yuna, kamu jangan takut, kakak bukan orang jahat lho!"


Aditya:


"nama saya Aditya"


Yuna:


"oh Aditya, nama yang bagus, oh ia kamu sedang apa disini?"


Aditya:


"saya menunggu seseorang"


Yuna:


"siapa?"


Aditya:


"ibu saya"


Yuna:


Aditya:


"ibu saya sudah pergi dua hari yang lalu"


Yuna:


"oh"


Dan Yuna yang mendengar nya jadi kasihan melihatnya, dan ia pun berkata dalam hatinya"bocah yang malang"


Yuna:


"apakah kamu sudah makan?"


Aditya:


"belum"


Dan Yuna yang mendengar jawaban dari anak kecil tersebut, ia pun berkata dalam hatinya"dua hari tidak makan karena menunggu seorang ibu yang mungkin tidak kembali lagi itu tidak mudah, aku harus memberi sesuatu kepada anak ini"


Yuna:


"kamu tunggu disini dulu ya?"


Aditya:


"iya kak"


Dan Yuna pun pergi kembali pada Kevin setelah sampai.


Yuna:


"kevin?"


Kevin:


"iya"


Yuna:


"ada seseorang anak kecil yang kelaparan karena menunggu ibunya, tapi ibunya tidak pernah kembali, kita harus membantunya bukan?"


Kevin:


"oh iya, apa yang harus kita lakukan?"


Yuna:


"kita harus memberi makanan kepada anak tersebut"


Kevin:


"oh ya sudah, mari kita beli"


Yuna:


"ayo"


Dan Yuna dan kevin pun pergi, di perjalanan Yuna menemukan gerobak nasi goreng.


Yuna:


"kevin, apa kita beli nasi goreng saja?"


Kevin:


"oh boleh"


Dan Yuna pun pergi menuju gerobak nasi goreng tersebut, setelah sampai Yuna pun memesan nasi goreng dua bungkus.


kevin yang melihat perilaku Yuna, dan ia pun berkata dalam hatinya"tidak hanya cantik di luar tapi juga cantik di dalam, apakah tuhan mengirimkan sesosok bidadari ini kepadaku, Yuna siapakah engkau sebenarnya?"


Yuna:


"kevin apakah ini saja sudah cukup?"


Kevin:


"………………"


Kevin hanya bisa terdiam dan termenung


Yuna:


"kevin, ada apa?"


mendengar Yuna memanggilnya, kevin pun terkejut..


kevin:


"oh iya, boleh"


Yuna:


"kalau sudah, mari kita pergi"


Yuna dan kevin pun pergi, mereka pergi menuju tempat anak kecil tadi, setelah sampai, Yuna pun memberikan bungkusan nasi goreng tadi kepada anak kecil tersebut.


Yuna:


"ini?"


Aditya:


"wahhh"


Yuna:


"makanlah yang kenyang"


Aditya:


"iya, terima kasih kakak"


Kevin:


"kamu mengabaikan aku Aditya"


Aditya:


"oh paman, terima kasih"


Kevin:


"hahah....., iya sama-sama"


Dan setelah selesai makan


Yuna:


"sudah selesai makannya?, kakak dan paman mau pergi dulu"


Aditya:


"sudah, tapi kakak jangan pergi?"


Yuna:


"lho kenapa?, kakak harus pergi Aditya..."


Aditya:


"kakak jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut kak"


Kevin:


"Aditya, paman dan kakak harus pergi"


Aditya:


"tapi aku tidak ingin sendiri"


Yuna yang melihat keadaan Aditya yang begitu menyedihkan, Yuna pun merasa kasihan, ia pun berkata...


Yuna:


"kakak harus pergi, bagaimana kalau kakak besok kesini lagi?"


Aditya:


"tapi, aku harus tinggal dimana kak,aku tidak mempunyai tempat tinggal"


Yuna yang mendengar jawaban anak kecil tersebut, ia pun berkata dalam hatinya"apa yang harus aku lakukan pada anak ini?"


Yuna:


"kevin gimana ini?, aku bingung sekali"


Kevin yang melihat keadaan anak tersebut pun ia merasa kasihan, dan ia pun menjawab.............


 


...(continued❤)...