My Boss Is My Husband

My Boss Is My Husband
part 40



Alya berbicara lagi dengan menundukkan kepalanya kebawah


"aku tidak tahu, apa maksud dari sikap mereka yang seperti itu, setiap aku melakukan sesuatu mereka menganggap salah, aku diperlakukan seperti itu karena aku adalah teman mereka dahulu, sebelumnya mereka tidak seperti itu, dan bertambahnya hari perilaku mereka menjadi-jadi, mereka sering melakukan sesuatu yang bersangkutan dengan kejahatan,aku tidak ingin melakukan kejahatan, dan disaat kau hadir di perusahaan ini, aku ingin berteman dengan mu karena dirimu baik, tapi mereka sering melakukan hal yang jahat padaku karena aku sekarang tidak berteman dengan mereka lagi tetapi aku sekarang berteman dengan mu Yuna"


Yuna mengepalkan tangannya karena mendengar perbuatan Anindita dan Fany yang begitu kejam, Yuna mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak terbawa emosi, akhirnya Yuna pun berbicara pada Alya...


Yuna:


"Alya, aku tahu kamu selalu di tindas oleh mereka, saat aku mendengar cerita mu, aku sangat marah dan ingin memarahi Anindita dan Fany, tetapi aku mencoba untuk tenang, Alya dengarkan aku, disaat masih ada aku, kau tidak boleh ditindas oleh siapapun, bila mereka menindas mu maka akan aku buat mereka hidup sial seumur hidupnya"


Mendengar perkataan Yuna yang membela dirinya, Alya pun memeluk Yuna sambil menangis, Yuna membalas pelukan Alya, sambil berkata...


"menangis lah terus, aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu"


Alya menganggukkan kepalanya, setelah beberapa menit, Alya melepaskan pelukannya dan pergi beranjak pulang, Yuna pun memanggil Alya.


"Alya!!!, apa kau akan pergi nanti malam ke karaoke?"


Alya pun membalikkan badannya, sambil tersenyum dan ia menjawab...


"Iya, sekretaris Yuna, hahaha sampai jumpa"


Yuna mendengar jawaban dari Alya, seketika tertawa, Yuna pun berkata...


"hahaha ok, Alya!!!, berhati-hatilah dijalan"


Alya melambaikan tangannya, dan pergi meninggalkan Yuna, akhirnya mereka pulang


//


Yuna sudah berada didalam bus


pandangan Yuna, menuju arah luar jendela bus, ia melihat matahari sore yang mengikuti bus nya kemana ia berjalan, Yuna berpikir bahwa matahari seperti musuh, ia pun berkata dalam hatinya" matahari seperti musuh, yang dimana akan mengikuti korbannya, dan dimana kita berada pasti ada orang yang tidak menyukai kita, siapapun itu, pasti seseorang membenci kita karena ada alasan, misalkan iri dan lainnya, apakah aku akan hidup seperti ini, Alya menjadi korban setelah aku, aku menginginkan masalah ku jangan dialami oleh orang lain, cukup aku saja, mereka tidak akan tahan hidup sepertiku yang dipenuhi dengan masalah berliku-liku, aku mengharap".


Setelah 1 jam diperjalanan akhirnya Yuna sampai, bus-nya berhenti di jalan lorong rumah Yuna, setelah Yuna turun, Yuna pun melanjutkan perjalanannya lagi menuju rumahnya.


Setelah sampai, Yuna pun mengetuk pintu, dan tidak lama kemudian pintu pun terbuka


Yuna pun masuk, Nenek melihat wajah Yuna yang lesu itu tidak berani mengeluarkan satu patah katapun, Nenek mencoba untuk tidak berbicara dengan Yuna karena Nenek berpikir Yuna pasti ada masalah di tempat kerjanya jadi Yuna lagi tidak bagus hatinya, tanpa berbicara, Yuna segera masuk ke kamarnya.


Setelah berada di dalam kamarnya, Yuna pun segera mandi dan membereskan semua perlengkapan untuk pergi ke karaoke, setelah semuanya beres, Yuna memutuskan untuk turun dari kamarnya dan pergi menuju ruang makan.


Melihat Yuna keluar dari kamarnya dengan pakaian yang menurut nenek tidak biasanya, pada malam itu Yuna sangat cantik, Nenek pun bertanya pada Yuna kemana Yuna pergi dengan pakaian tersebut?, Yuna menjawab dengan delapan kata yaitu "Yuna pergi ke acara reuni karyawan di karoeke".


Mendengar jawaban dari Yuna, Nenek segera menyiapkan makanan


Yuna pun duduk di kursi meja makan, tanpa berbicara panjang lebar Yuna langsung melahap makanan yang berada didepannya, Nenek melihat sikap Yuna yang tidak biasa itu, menjadi teka-teki dalam pikiran Nenek, tidak lama kemudian Yuna pun selesai dari makannya, dan meminta permisi pada Nenek untuk pergi, Nenek hanya mengizinkan Yuna untuk pergi dan tanpa berbicara banyak kata, karena suasana hati Yuna yang kurang bagus pada malam itu, akhirnya Yuna pun pergi.


tiba-tiba Nenek memanggil Yuna dari belakang, Yuna pun membalikkan badannya,


Tiba-tiba Nenek memberikan Yuna sebuah syal, Nenek pun memakaikan pada leher Yuna


"Yuna, pakai ini, bila terjadi sesuatu, kamu bisa memeluknya, dan cuaca diluar terlalu dingin, dengan ini bisa menghangatkan tubuhmu"


Yuna pun menjawab:"terima kasih Nek, Nenek hati-hati ya dirumah"


Yuna hanya mengangguk kepalanya, dan akhirnya ia pergi, Yuna harus berjalan sedikit menuju halte bus untuk menunggu taksi


*oh iya, author beritahukan sedikit yah 🤗 , di


malam hari bus tidak ada hanya ada taksi


Setelah sampai di halte bus, Yuna harus menunggu taksi lewat, tiba-tiba handphone Yuna berbunyi, Yuna langsung mengangkatnya...


Dan seseorang yang menelepon Yuna adalah Alya


Alya:"hallo!!"


Yuna:"hallo, Alya ada apa?"


Alya pun menjawab:"Yuna, semua orang sudah ada disini, kami sedang menunggu mu datang, dan kata mereka semua, tidak akan di mulai bila kamu tidak datang, dan ini adalah acara buat mu Yuna, kamu ada dimana?".


Yuna:"aku lagi menunggu taksi, bilang pada mereka semua sebentar lagi aku akan sampai"


Alya:"baik Yuna, akan aku sampaikan, berhati-hatilah Yuna"


Yuna:"iya, aku tutup teleponnya ya"


Alya:"iya"


Akhirnya telponan antara Yuna dan Alya berakhir, tidak lama kemudian taksi lewat, Yuna melambaikan tangannya, dan taksinya berhenti, Yuna segera masuk, dan akhirnya taksi pun jalan.


pak supir:"Nona, tujuan anda kemana?"


Yuna pun menjawab...


"di karaoke Starship, yang ada di pinggir jalan rose itu"


pak supir:"oh iya, baik Nona"


Dan akhirnya taksinya berjalan menuju tempat karaoke tersebut, setelah sampai, taksinya berhenti di pinggiran jalan, Yuna segera turun.


Setelah Yuna membayar ongkos nya, tanpa berpikir lagi Yuna segera masuk ke tempat karaoke tersebut


Setelah berada di dalam, semua orang yang ada di karaoke tersebut menatap Yuna, mereka semua terpesona dengan kecantikan Yuna yang sangat luar biasa, Yuna menjadi takut dan risih saat berjalan, Yuna merasakan ada yang tidak beres dengan hal ini, Yuna memutuskan untuk melangkahkan kakinya dengan cepat, tiba-tiba handphone Yuna berbunyi di dalam tasnya, mengetahui handphonenya berbunyi, Yuna segera mengeluarkan handphone dan mengeceknya, tiba-tiba seseorang mengirim pesan pada Yuna, Yuna pun membaca pesannya...


"Yuna, ini ruang karaokenya, ruangnya ada dilantai tiga, nomor ruangannya 56, kamu segera kesini, aku sudah berada di luar ruangan"


Yuna segera mengecek dari siapa pesan tersebut, Yuna akhirnya menyadari bahwa pesan tersebut dari Alya, setelah mengetahui dimana ruangnya, tanpa berpikir panjang Yuna langsung pergi dan naik lift menuju lantai tiga, setelah sampai di lantai tiga, Yuna harus mencari dimana ruang 56, tiba-tiba ia melihat Alya di depan sebuah ruangan, Yuna bergegas menghampirinya.


Yuna:"Alya!!!"


Alya membalikkan wajahnya, dan ia terkejut bahwa yang memanggilnya adalah Yuna


Alya:"Yuna?"


...(continued ❤️)...