
.Tuan tang xiahao menjadi bingung dengan perkataan Yuna, dan ia mencoba menenangkan Yuna
Tuan tang xiahao:
"itu hanya imajinasi mu saja"
Yuna:
"tidak!!, aku merasa ada seseorang yang mencoba menjatuhkan ku, aku juga merasakan ada sesuatu yang akan terjadi"
Tuan tang xiahao:
"ya sudahlah, jangan dipikirkan, mungkin karena kamu terlalu lelah jadi berpikiran yang aneh-aneh"
Yuna hanya menganggukkan kepalanya, Tuan tang xiahao melihat sikap Yuna yang menjadi sedih, ia pun berkata dalam hatinya" sebenarnya apa yang dipikirkan Yuna?" itulah pertanyaan yang selalu muncul di hati Tuan tang xiahao.
Dan akhirnya mereka pun sampai dirumah Yuna, Tuan tang xiahao pun memberhentikan mobilnya, setelah mobilnya berhenti Yuna langsung turun dari mobil tanpa ada sepatah katapun, Tuan tang xiahao yang melihat Yuna yang tergesa-gesa saat turun dari mobil, Tuan tang xiahao juga segera turun dari mobil dan menghampiri Yuna.
Yuna:
"Tuan tang xiahao, terima kasih telah mengantar saya"
Tuan tang xiahao hanya menganggukkan kepalanya sambil berkata:" Iya"
Melihat perilaku Yuna yang sangat aneh, Yuna hanya menundukkan kepalanya ke bawah tanpa berbicara, Tuan tang xiahao yang melihat sikap Yuna, ia pun bertanya tentang apa yang dipikirkan Yuna.
Tuan tang xiahao:
"Yuna, sebenarnya apa yang kamu pikirkan?"
Yuna:
"saya tidak tahu Tuan tang xiahao, seperti ada sesuatu, yasudah saya masuk dulu, Tuan tang xiahao berhati-hatilah di jalan"
Tanpa berbicara lagi Yuna langsung pergi meninggalkan Tuan tang xiahao, Tuan tang xiahao yang melihat sikap aneh Yuna, seketika bingung dengan sikap Yuna, yang aneh itu.
Tuan tang xiahao:
"Yuna, sebenarnya apa yang ada dipikiran mu?"
Tuan tang xiahao pun segera pergi dari tempat tersebut dan naik mobil untuk pulang.
Yuna pun segera masuk ke dalam rumah, Nenek yang sedang masak di dapur untuk makan malam, tiba-tiba pintu terbuka dan ia melihat Yuna sudah pulang, Nenek pun segera menghampiri Yuna.
Nenek:
"sudah pulang?"
Yuna:
"iya nek, Yuna ke kamar dulu ya?"
Nenek:
"oh iya, tapi Yuna?"
Tanpa berbicara lagi Yuna segera pergi meninggalkan Nenek dan masuk kedalam kamarnya, sama halnya dengan Tuan tang xiahao, Nenek juga merasa bingung dengan sikap Yuna yang tidak biasanya itu.
Nenek:
"kenapa dengan sikap Yuna?, membingungkan sekali, yasudah aku kembali aja ke dapur, aduh!!!! ikan ku hangus!!!"
Tidak lama kemudian akhirnya Yuna keluar dari kamarnya, dan pergi ke meja makan untuk makan malam, setelah sampai Yuna pun duduk di kursi yang terdapat di meja makan, tanpa berbicara, Nenek yang melihat Yuna termenung tanpa ada sepatah katapun, ia pun berkata dalam hatinya"apa yang terjadi?, sikap Yuna sangat aneh sekali, pasti ada masalah di tempat kerjanya".
Nenek:
"Yuna?, sebenarnya apa yang terjadi?, apa ada sesuatu?"
Yuna:
"Nenek!!, Yuna merasa ada sesuatu yang akan menimpa Yuna, tapi perasaan tersebut aneh sekali tidak hilang"
Nenek:
"ya ampun!!, perasaan mu saja Yuna, kamu terlalu lelah jadi berpikiran aneh-aneh"
Yuna:
"tidak nek, Yuna rasa seperti ada sesuatu yang bersangkutan dengan pekerjaan, tapi Yuna tidak tahu apa itu halusinasi atau sesuatu yang nyata dan akan terjadi"
Nenek:
"aduh!!, kamu itu terlalu lelah, jadi keluar tuh semua halusinasi mu, macam Nenek tidak tahu"
Yuna:
"aduh, pusing sekali"
Nenek:
"yasudah tidak usah dipikirkan lagi, makan dulu"
Yuna:
"iya, nek"
Akhirnya mereka makan malam bersama, setelah makan selesai Yuna pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
...****************...
(pagi 🌤️)
Cahaya matahari yang sangat cerah, dan para pekerja yang sudah terlihat di jalanan dan mereka sibuk dengan tugas mereka masing-masing, tidak ketinggalan juga Yuna sudah bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Yuna keluar dari kamarnya, dan pergi menuju pintu depan rumah, Nenek yang melihat Yuna yang segera pergi, Nenek pun menghampiri Yuna.
Nenek:
"Yuna?, sarapan pagi dulu?"
Yuna:
Nenek:
"terlambat?, ini masih awal"
Yuna:
"nek!!, Yuna pergi dulu ya?"
Nenek:
"Yuna, sarapan dulu!!, terlambat apa nya, berangkat kerja bukan pada waktunya, dan kenapa hari ini dia awal sekali berangkat, biasanya terlambat selalu, tidak ada waktu yang pas baginya, sikap Yuna memang membingungkan"
Yuna harus menunggu bus lewat, tidak lama kemudian bus nya pun lewat, dan berhenti di di depan halte bus, pintu bus terbuka dan mempersilahkan penumpangnya untuk masuk, tidak ketinggalan juga dengan Yuna, Yuna segera naik dan masuk ke dalam bus tersebut.
Setelah penumpangnya semua sudah berada di dalam bus, akhirnya bus nya pun jalan
Di perjalanan Yuna merasakan jantung nya berdegup sangat kencang
Yuna:
"apa ini?, jantungku tiba-tiba seperti ini, ini apa lagi!!"
Yuna hanya bisa menahannya
Dua jam yang lalu, akhirnya bus nya sampai, pintu bus pun terbuka dan mempersilahkan penumpangnya turun, Yuna pun segera turun, setelah turun Yuna harus berjalan kaki sedikit untuk sampai di kantor, setelah sampai Yuna pun masuk, Yuna melihat kearah sekitar, anehnya tatapan orang-orang yang ada disekitarnya semua tertuju pada Yuna.
Yuna:
"kenapa mereka semua, melihat ku, apa karena masalah kemarin, mereka bodoh semua tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku dan Tuan tang xiahao tidak ada hubungan apapun, dasar manusia asal lihat dan tidak pernah mencari faktanya"
Di saat Yuna sedang jalan, tiba-tiba ia di hampiri oleh dua orang karyawan yang ada disitu.
perkenalkan nama mereka adalah Anindita, dan satu lagi Fany
Dan mereka berdua menabrak Yuna seakan-akan tidak ada yang terjadi, mereka pun meminta maaf pada Yuna.
Anindita:
"maaf Yuna, aku tidak sengaja, kamu jalan matamu tinggal dimana?"(dengan nada sombong)
Fany:
"hahaha, dasar pelakor"(dengan nada tertawa)
*pelakor (perebut laki orang)
Anindita:
"Yuna?, permainan mu terlalu mengerikan sehingga membuat orang tertawa, hahaha"
Fany:
"hahaha"
Yuna hanya bisa terdiam, melihat mereka menghina dirinya
Anindita:
"Yuna, kamu tidak berbicara?, kenapa?, apa kamu meninggalkan mulutmu juga sehingga kamu tidak bisa berbicara"
Fany:
"hahaha"
Yuna:
"apa tujuan kalian kesini?"
Anindita:
"kedatangan kami kesini, karena ingin tahu bagaimana kamu bisa melakukan hal keji itu"
Yuna:
"hal apa?"
Fany:
"dasar tidak tahu malu, kamu sudah melakukan hal yang sangat besar"
Yuna:
"hah!!"
Anindita:
"aku tahu kamu hanya memainkan drama tapi tidak usah seperti itu juga Yuna"
Yuna:
"apa yang kalian maksud?"
Fany:
"di luar banyak laki-laki, kenapa kamu mengambil lelaki orang, Yuna?"
Mereka menyentuh muka Yuna
Yuna:
"karena kalian tidak pernah mencari fakta, kalian di bodohkan oleh pikiran kalian, jadi kalian asah otak kalian, baru kalian atur hidup orang lain, kalian ingin mengatur hidup orang lain, dan belum tentu kehidupan kalian bahagia, camkan!!!"
mendengar perkataan Yuna, seketika membuat mereka seketika terdiam…
...(continued❤)...