
πΈπΈπΈ
"Suster, istri saya pingsan sus!" bentak presdir Chao, ketika melihat Nia menutup matanya.
"Tenanglah tuan, istri anda tidak apa-apa. Apa istri anda sedang datang bulan, tuan?" Tanya suster itu sambil memeriksa keadaan Nia.
'Iya suster, baru hari kedua dan masih deras. Bagaimana ini sus, cepat lakukan sesuatu, saya tidak ingin terjadi apa-apa pada istri saya?" Bentak Presdir Chao kuatir.
"Tenanglah taun, ini masih aman. Tidak akan terjadi apa-apa pada istri tuan. Istri tuan hanya pingsan saja, sebentar lagi akan segera siuman," jawab Suster langsung melepaskan selang karena telah selesai mengambil sekantong darah.
"Sebentar lagi istri tuan akan bangun, ketika istri tuan bangun. Tolong langsung berikan obat ini ya. Saya akan mengantarkan kantong darah ini dulu. Setelah itu saya akan kembali lagi, saya permisi dulu, tuan," ucap suster itu, sedikit berlari menuju ruang operasi.
"Sayang, bangunlah sayang. Jangan membuatku takut," presdir Chao berkata sambil menepuk pelan pipi istrinya.
"Sayang, jangan membuatku kuatir. Bangunlah," kembali Presdir Chao menepuk pelan pipi Nia, ia semakin cemas ketika melihat wajah istrinya yang begitu pucat pasi.
"Sayang, jangan membuatku takut," nada suara Presdir Chao mulai naik, tepukkannya pun semakin kencang.
"Sakit kak, aku pusing tau. Aku mau tidur dulu bentar," jawab Nia dengan suara lemasnya.
"Sayang, kamu sudah sadar?" Ucap presdir Chao lega.
"Kenapa memangnya! Apa kakak kira aku akan mati, setelah mendonorkan darah," membentak tapi dengan nada yang lemas.
"Tadi kamu pingsan, sayang," ucap Presdir Chao, langsung mengambil minuman diatas nakas.
"Minumlah pil ini dulu," ucap Presdir Chao lagi, lalu membantu Nia meminum pil yang tadi diberikan suster padanya.
"Bagaiman apa sudah lebih baik?" Tanya Presdir Choa membantu membaringkan istrinya.
"Aku lapar, kak. Mau makan." Ucap Nia kasih dengan suaranya yang lemas.
"Baiklah, aku akan membawa makanan yang cepat mengembalikan sel darah kamu. Kamu istirahat dulu ya, sayang. Aku akan segera kembali," ucap Presdir Chao mendapat anggukkan kepala dari Nia.
Tak butuh waktu lama bagi seorang Presdir Chao, untuk mencari makanan yang dibutuhkan istrinya. Tapi sayangnya, saat ia datang dengan berbagai macam makanan sehat di kedua tanganya.
Sang istri tengah tertidur dengan lelapnya.
"Sayang, bangunlah. Makanlah dulu, agar kamu punya tenaga," ucap Presdir Chao sambil menepuk pelan pipi istrinya.
"Mana makanannya?" Ucap Nia masih dengan mata yang terpejam.
"Aku suapin ya?" Tanya Presdir Chao dibalas anggukan oleh Nia.
"Apa sudah merasa mendingan, nona?" Tanya seorang suster yang tiba-tiba saja masuk dengan seorang dokter disampingnya.
"Sudah mendingan sus," jawab Nia tersenyum menghadap suster yang tadinya bertanya.
"Permisi tuan, saya izin untuk memeriksa istri tuan dulu," ucap dokter itu sopan.
"Silahkan," jawab presdir Chao singkat.
Sang dokter pun langsung memeriksa keadaan Nia.
"Istri tuan baik-baik saja. Tapi, berhubung kondisinya tidak cukup baik, kami sarankan untuk dirawat selama beberapa hari kedepan. Agar kami lebih mudah memantaunya," ucap sang dokter pada Presdir Chao.
Presdir Chao tak menyahut, ia memandang istrinya sekilas. Lalu kembali memandang sang dokter.
"Dan satu lagi, tuan. Kami juga menyarankan agar tuan tidak melakukan hubungan se*s dulu pada istri anda. Setidaknya tiga hari setelah masa haidnya selesai," jika ucapan dokter yang pertama kali tidak membuatnya ekspresi nya berubah. Namun, ucapan kedua dari sang dokter, mampu membuat ekspresinya berubah menjadi kecewa.
Bersambung....
Tenanglah wahai reader. Nia tidak akan mati hanya karena mendonorkan darah pas lagi haid. Memang tidak disarankan oleh dokter. Namun, bila ada kondisi yang dalurat, itu sah-sah saja. Othor juga nggak sembarangan nulis walaupun ini cerita fiksi, ini Othor tulis sesuai pengalaman pribadi Othor. Othor pernah mendonorkan darah untuk kakak Othor kala itu, dalam kondisi Othor yang sedang haid. Dan Othor baik-baik saja walaupun sempat mengalami mual, pusing, juga hampir pingsan. Tapi setelah istirahat juga minum obat, makan-makanan yang disarankan dokter, sampai sekarang Othor masih hidup tuπ
Tuh kan malah jadi curhatπππππ
kasian Presdir Chao, sudah harus sabar kenunggu selama seminggu, malah ditambah pula 3 hari lagiπ
Yang sabar ya Presdir Chao, nanti Othor bantu percepat waktunyaπ
Tapi, liat komenan reader dulu yaππππ
Like, komen, hadiah, dan vote π
Maafkan typonya π
Selamat membaca dan semoga suka π
Lope readersss π
Maafkan juga bila Othor salah dalam ilmu medis, Othor jurusannya manajemen, jadi kurang paham tentang ilmu medis. Mohon dimaafkan yaπππ
ππΈ